PROYEK AIR BERSIH DI NGADA, UANG DARI CITRA ROTARY CANADA BELUM MASUK

ilustrasi uang

ilustrasi uang

Zonalinenews-NGADA , Proyek Pemboran Air Minum Bersih untuk sepuluh Desa di Kabupaten Ngada yang digaungkan oleh Pemda Ngada melalui kerjasama Parternship dengan sebuah Yayasan Asing asal Canada, Citra Rotary Club yang juga bekerjasama dengan Yayasan Caritas Keuskupan Agung Ende, hingga kini uang transferan dari pihak Citra Rotary Canada belum masuk dan pihak Yayasan Caritas Keuskupan Agung Ende masih menunggu realisasinya.

Demikian Ketua Yayasan Caritas Keuskupan Agung Ende, Romo Sipri Sadipun, Pr saat diwawancara media ini.

Menurutnya, meski demikian Yayasan Caritas Keuskupan Agung Ende melalui Caritas Cabang Bajawa tengah mengerjakan proyek pemboran air minum bersih sesuai kesepakatan dengan besaran dana enam ratusan juta lebih yang diberikan oleh Pemda Ngada.

Ditambahkan, sejauh ini uang yang digunakan sesuai volume pengerjaan yakni sekitar 30 % didukung dengan Laporan Pertanggungjawaban lengkap yang sudah dikirim ke pihak Pemda Ngada. Walaupun proyek ini belum tuntas dikerjakan, kata Romo Sipri, pengerjaan volumenya terus dilaksanakan sebab sesuai MOU, kalender penyelesaian proyek hingga tanggal 20 Desember 2015 mendatang.

Romo Sipri Sadipun, Pr menguraikan, alur keuangan dalam hubungan kerjasama ini adalah Pemda Ngada mentrasfer Uang ke Caritas Keuskupan Agung Ende senilai Rp. 670.000.000, sementaraitu Rotary Club Canada akan menanggung setengahnya atau 50% untuk proyek Air Minum Desa di Kabupaten Ngada Flores-NTT.

“Berdasarkan MOU proyek ini baru selesai pada Tanggal 20 Desember 2015 mendatang. Caritas Keuskupan Agung Ende masih menunggu transferan uang dari Rotary Club untuk menyelesaikan proyek ini. Kontrak MOU kerjasama ini dilakukan dengan Caritas Keuskupan Agung Ende. Karena Pemda Dana terbatas jadi Pemda Ngada tanggung 50% sedangkan Rotary Club membiayai 50%. Sampai saat ini uang dari Rotary Club belum masuk, sehingga Caritas Keuskupan Agung Ende masih menunggu untuk selanjutnya menyelesaikan progres pelayanan air minum bersih belasan Desa di Ngada”, tegas Romo Sipri Sadipun, Pr.

Alurnya, tambah Romo Sipri, Rotary Club Canada bekerjasama dengan Rotary Club Internasional seterusnya bekerjasama dengan Rotary Club di Denpasar, setelahitu dari Rotary Club Denpasar mengirim ke Caritas Keuskupan Agung Ende. Diungkapkan, pada prinsipnya Caritas melayani masalah kemanusiaan dan bekerjasama dengan berbagai pihak. Caritas hanya menjadi fasiltator. Uang dari Pemda Ngada dikirim ke rekening Caritas Keuskupan Agung Ende, selanjutnya dikirim ke Caritas Bajawa untuk menggunakannya demi proyek pembangunan air minum bersih bagi 10 Desa. Sesuai standart mekanisme, di Kabupaten Ngada Yayasan Caritas menggunakan Fasilitator Komunitas Caritas, yakni Mrs. Jeal Raymond. Selain bekerjasama dalam bidang pembangunan air minumbersih bagi masyarakat, Yayasan Caritas juga bekerjasama dalam model penanganan sampah di wilayah Kabupaten Ngada.

Diberitakan sebelumnya, diduga Bansos Kabupaten Ngada sarat konspirasi dan melambung tinggi. Dihimpun media ini Februari 2015 lalu, dua Anggota DPRD Ngada, Dorothea Dhone dan Marsel Nau menyampaikan dugaan adanya penggelembungan Bansos Tahun 2015 dari melejitnya angka Bansos hingga puluhan milyar rupiah di Ngada.

Selain itu diuraikan Pemda Ngada pada Bansos Tahun 2015 juga mengalokasikan ratusan juta rupiah atau mendekati milyar dari nomen klatur Bansos kepada sebuah Yayasan Asing asal Canada. Temuan ini terbaca pada daftar nama penerima Dana Bansos Kabupaten Ngada tahun 2015 yang akhirnya diketahui oleh Komisi II Lembaga Dewan Kabupaten Ngada dan diuraikan oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Ngada, Dorothea Dhone kepada media ini, Selasa 17 Februari 2015 slalu yang mengungkapkan keterkejutannya usai membaca sejumlah porsi alokasi Bansos Kabupaten Ngada Tahun 2015.

Selain itu nominal Bansos Kabupaten Ngada lagi-lagi cukup fantastis pada buku penetapan anggara perubahan Kabupaten Ngada tahun 2015, dimana Bansos kembali diturunkan dengan jumlah fantastis yakni kurang lebih senilai Rp.22.000.000.000 (Dua Puluh Dua Milyar Rupiah)

“Semua dokumen anggaran Kabupaten Ngada Tahun 2015 sudah final dan dibakukan melalui Perda. Dana Bansos di Ngada cukup besar dan kami menemukan ada yang ganjil yaitu adanya alokasi Bansos kepada Yayasan Rotary Canada yang tercatat sebagai penerima ratusan juta bahkan mendekati satu milyar rupiah uang Bansos dari Kabupaten Ngada. Setahu saya item yang ini tidak pernah dibahas bersama Komisi II DPRD Ngada. Ada apa ini,” tegas Dorothea Dhone.

Hal ini dipertegas Sekretaris Komisi II DPRD Ngada saat itu, Marsel D. Na’u. Rangkuman media ini, Selasa 17 Februari 2015 lalu, Marsel Na’u menyampaikan dugaan indikasi rekayasa administrasi pada level tertentu di Kabupaten Ngada untuk termin puluhan milyar Bansos Ngada Tahun 2015 sangat nampak.

“Saya harus katakan bahwa ada hal yang sangat ganjil dalam beberapa klausul Bansos Kabupaten Ngada Tahun 2015 yang saat ini sudah di- APBD-kan. Seperti biasa Bansos yang turun dalam bentuk glondongan, kali ini angkanya sangat besar dan aneh, misalnya terdapat satu item yang seharusnya tidak boleh masuk dalam Bansos yaitu Dana Sharring. Lucu kan dana sharing dimasukan dalam Bansos?. Selain itu masih ada banyak klausul Bansos yang tidak pernah didiskusikan ataupun dibahas bersama Komisi DPRD Ngada maupun Badan Anggaran DPRD Ngada tetapi tiba-tiba muncul di Bansos, diantaranya Dana Sharring untuk Yayasan Rotary Canada yang melengking naik hampir satu milyar rupiah. Ini korupsi namanya” kutipan pernyataan Pers Marsel Na’u kepada media ini Februari silam.

Marsel Na’u menyebut ada korupsi dalam Bansos Kabupaten Ngada Tahun 2015. Sementaraitu berdasarkan data yang berhasil dihimpun media ini dari unsur Komisi DPRD Ngada, ditemukan sejumlah Item Dana Bansos Kabupaten Ngada Tahun 2015 dialokasikan kepada sebuah yayasan bernama Yayasan Rotary Canada.

Dilihat dari data yang ada sedikitnya terdapat 10 (sepuluh) modus alokasi Dana Bansos kepada Yayasan Rotary Canada dengan besaran anggaran berbeda-beda. Berdasarakan Data Dana Bansos untuk 10 (sepuluh) Nominal Bansos Ngada Tahun 2015 kepada Yayasan Rotari Canada, diantaranya : Bantuan untuk Dana Sharing Pengembangan Air Minum Bersama Yayasan Rotary Canada di Damu Desa Sambinasi-Riung Rp.97.900.000, Bantuan untuk Dana Sharing Pengembangan Air Minum Bersama Yayasan Rotary Canada di Marotauk, Desa Sambinasi Barat-Riung Rp.83.000.000, Bantuan untuk Dana Sharing Pengembangan Air Minum Bersama Yayasan Rotary Canada di Ruki Desa Sambinasi-Riung Rp.46.440.000, Bantuan untuk Dana Sharing Pengembangan Air Minum Bersama Yayasan Rotary Canada di Lekolodo, Desa Langagedha-Bajawa Rp.87.567.000, Bantuan untuk Dana Sharing Pengembangan Air Minum Bersama Yayasan Rotary Canada di Wolokoro, Desa Langagedha-Bajawa Rp.87.490.000, Bantuan untuk Dana Sharing Pengembangan Air Minum Bersama Yayasan Rotary Canada di TPST-Tanawau, Desa Naru-Bajawa Rp.66.061.000, Bantuan untuk Dana Sharing Pengembangan Air Minum Bersama Yayasan Rotary Canada di Manubhara, Desa Manubhara-Aimere Rp.48.340.000, Bantuan untuk Dana Sharing Pengembangan Air Minum Bersama Yayasan Rotary Canada di Bata Kengo, Desa Tiworiwu-Jerebuu Rp.41.490.000, Bantuan untuk Dana Sharing Pengembangan Air Minum Bersama Yayasan Rotary Canada di Bata Kurubhoko, Desa Kurubhoko-Wolomeze Rp.79.748.000, Bantuan untuk Dana Sharing Pengembangan Air Minum Bersama Yayasan Rotary Canada di Bajo, Desa Thado-Riung Rp.31.680. 000.

Unsur Pimpinan Komisi DPRD Ngada berharap gelontoran puluhan milyar Dana Bansos serta penggunaan Dana Sharing melalui klausul Bansos ini dapat menjadi perhatian para pihak dalam menyikapi Bansos Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada-Flores-Nusa Tenggara Timur Tahun 2015. Konfirmasi terkini Zonalinenews, 27 November 2015 kepada Ketua Yayasan Caritas Keuskupan Agung Ende, Romo Sipri Sadipun, Pr, disebutkan hingga saat ini pihaknya belum menerima transferan dana dari Yayasan Citra Rotary Canada atau sebagaimana MOU kerjasama pembangunan Air minum bersih untuk sepuluh titik di Kabupaten Ngada dimana Citra Rotary Canada menyepakati untuk membantu 50% pembiayaan dalam posisi partnership Pemerintah dengan pihak swasta.

Menurut Romo Sipri Sadipun, Pr, belum masuknya dana dari Citra Rotary Canada mungkin diakibatkan oleh berbelit-belitnya menaknisme pengiriman keuangan dari luar negeri ke dalam negeri. Selainitu, tambah Romo Sipri, perkembangan terkini pihak Citra Rotary Canada menuntut sebelum mereka mentransfer dana, harus ada hasil penelitian dari Lembaga Kajian bersertifikat tentang kadar air yang dibangun untuk masyarakat sepuluh desa di Ngada apakah bebas dari potensi dan unsure kimia dan higenis ataukah tidak. Pasalnya, jika hasil uji labor tentang air yang dibangun itu tidak dibuat maka Citra Rotary Canada tidak bersedia mentransfer dananya sebab ketentuan global sudah semakin memperketat hal ini.

Ketua Yayasan Caritas Keuskupan Agung Ende, Romo Sipri Sadipun, Pr membenarkan bahwa syarat yang diminta oleh pihak Citra Rotary Canada ini tidak ada dalam MOU pertama kerjasama para pihak dan baru muncul pada beberapa pekan terakhir ini, namun Yayasan Caritas Keuskupan Agung Ende menilai standart yang dimintai ini adalah sebuah terapan yang baik dan professional sebab urusan air minum bersih adalah sebuah proyek yang langsung berurusan dengan kesehatan manusia jadi tidak dapat disalahkan jika hal ini menjadi referensi serius bagi siapapun dalam mengelola hubungan kerjasama social dalam mengurus masalah kemanusiaan. (*wrn)