Proyek APBD Rote Ndao, RP.382 Juta “ MCK Plus Terbengkalai”

Pj. Kades Baadale Nicodemus Boik “Beta sonde tahu itu papan proyek”

Kondisi Proyek MCK Plus

Kondisi Proyek MCK Plus

Zonalinenews-BAA, Proyek Pembangunan Mandi Cuci Kakus(MCK) Plus-plus Tahun Anggaran 2015, bersumber dari sumber anggaran DAK dan DAU APBD Kabupeten Rote Ndao Nusa Tenggara Timur (NTT) Senilai Rp. 382. 969.400,- di kelolah oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), Desa Baadale Kecamatan Lobalain

Pembangunan MCK Plus plus dengan sasaran manfaat bagi masyarakat Desa Baadale Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao, di Dusun Sambuku tidak mencapai progres fisik namun pencairan anggaran melebih target progres dilapangan dan di duga terbengkalai pembangunannya

Hal ini menurut Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat Desa Baadale Dusun Sambuku, Benyamin Suek, ketika dikonfirmasi dikediamannya, Kamis 19 Nopember 2015 Pukul 09:36 wita, kepada Zonaline News, benyamin Suek membeberkan kendala yang dialami dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan MCK Plus plus yang dibawah koordinator pihaknya sebagai ketua KSM

: Ketua Kelompok Swakelolah Masyarakat (KSM), Desa Baadale Dusun Sambuku, Benyamin Suek

: Ketua Kelompok Swakelolah Masyarakat (KSM), Desa Baadale Dusun Sambuku, Benyamin Suek

Terhambat jalannya fisik pembangunan sampai dengan saat ini dikarenakan kepala tukang otnial Ndolu tidak lagi melanjutkan tanggung jawabnya sebagai kepala tukang dengan alasan tidak mau menanda tanggani sejumlah laporan keuangan yang sudah diterima dari ketua KSM, Benyamin Suek untuk ditindaklanjuti sebagai laporan ke Dinas PU

Selain itu menurut Benyamin, Bendahara KSM Desa Baadale Frans Nobatonis juga melakukan sikap yang sama dengan tidak mau menanda tanggani laporan progres pekerjaan dan sejumlah administrasi laporan pertanggung jawaban (LPJ) dengan alasan bahwa sebagai bendahara Kelompok Swakelolah Masyarakat tidak dilibatkan dalam pencairan dana tahap pertama sebesar Rp132.150.000,- dan hanya melibatkan bendahara Dinas P.U Kab Rote Ndao, PPK dinas P.U Robert Fando dan pihak KSM Benyamin Suek sebagai ketua.

“Pekerjaan pembangunan fisik MCK Plus-plus seluas 15 meter kali 10 meter persegi yang menelan anggaran APBD Kabupaten Rote Ndao sumber DAK dan Dau tahun 2015,senilai 132 juta ini tidak terpampang papan informasi proyek sampai dengan saat ini, walapun sudah selesai tahapan proses pencairan tahap pertama,”jelasnya.

ketika ditanyai alasan tidak terpasang papan proyek lanjut Sue mengatakan kalau sudah ada. Namun belum dipasang itu urusan badan pengurus KSM . “Ada tapi belum pasang, itu urusan pengurus KSM lainnya,” Katanya.

Lebih lanjut disampaikan juga Benyamin Suek Ketua KSM Desa Baadale, pelaksanaan pembangunan fisik MCK Plus-plus sesuai kontrak kerja seharusnya sudah pada tanggal 1 juli 2015, namun terkendala proses administrasi keuangan pada Dinas PU sehingga baru dilaksanakannya pada bulan agustus lalu, dengan detline waktu kerja 120 hari kalender yang seharusnya prosentasi 100 persen fisik pada bulan nopember 2015, namun hingga saat ini baru capai 30 persen progres pekerjaan pembangunan meliputi pekerjaan pondasi dan pemasangan tembok baru pada beberapa kamar MCK,

Penjabat pembuat komitmen bidang cipta karya Dinas Pkerjaan Umum Kabupaten Rote Ndao, Robert Fando ketika dikonfirmasi Zonaline News via telepon gengamnya di nomor: 081339333xxx, hari ini Kamis 19 Nopember 2015, pukul 11:31 wita menjelaskan Ada sementara pencairan tahap dua sehingga dilapangan belum bisa dilaksanakan. “Dong ada pencairan tahap dua ni” material juga dilapangan sudah habis.

Faktanya pihak pengurus KSM dan badan pengurus ada berselisih sehingga proses pencairan tahapan kedua terkendala karena bendahara KSM tidak mau menanda tanggani laporan pertanggung jawaban keuangan untuk dilaporkan ke Dinas PU untuk di proses lanjut ke Keuangan

” itu sudah dong dengan dong pengurus KSM ada barselisih pendapat makanya terhambat begini,”jelas Robert Fando.

Namun diakui PPK Robert Fando, bahwa fisik dilapangan telah mencapai progres 30 persen karena sudah selesai pekerjaan pengecoran plat menunjukan progres pekerjaan fisik capai 30 persen

Terkait dengan detline waktu yang selsai masa kontrak pada bulan nopember 2015 ini lanjut Robert kepada Zonaline News membenarkan itu ada perpanjangan waktu sampai dengan bulan Desember, tapi tanggal pihaknya tidak tahu.

“ itu memang sudah terlambat dari awal, dan ada adendum waktu pelaksanaan sampai dengan pertengahan bulan desember 2015, tanggal dirinya tidak hafal”

Terkait dengan surat Adendum, tambah PPK Robert Fando kalau ada sementara proses surat adendumnya,

Ketika ditanyai tidak terpasanganya papan informasi publik pembangunan MCK Plus-plus, robert fando mengatakan kalau ada, namun sudah diakui Pj. Kepala Desa Baadale, Nicodemus Boik bahwa tidak tahu, Ketua KSM Benyamin Suek juga mengakuinya kalau belum terpasang, sambil mengarahkan awak media bertanya kepada ketua KSM

Sampai dengan berita ini dipublikasikan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Dominggus Modok, ST,MT belum berhasil dikonfirmasi Zonaline News.

Pj. Kepala Desa Baadale Kecamatan Lobalain Kabpaten Rote Ndao, Nicodemus Boik ketika dikonfirmasi hari ini Kamis 19/15, pukul 09:33 ,terkait pekerjaan MCK Plus-plus yang berada di dusun sambuku desa baadale yang tidak dilanjutkan pekerjaannya Pnejabat Kepala Desa Baadale dua periode ini menyampaikan bahwa tidak berlanjutnya pekerjaan fisik karena kendala material bahan sehingga tidak ada aktifitas pekerjaan

Namun untuk papan informasi yang belum terpasang di lokasi proyek pembangunan MCK Plus-plus pihaknya sebagai kepala wilayah desa baadale tidak mengetahuinya. “beta sonde tahu itu papan proyek”

Sambil membenarkan kalau alokasi anggaran dari APBD Kabupaten Rote Ndao yang sumber anggrannya dari peruntuhan Dana Alokasi Khusus (DAK dan Dana Alokasi Umum (DAU)

Terkait dengan jangka waktu pelaksanaan kegiatan proyek, pihaknya mengarahkan wartawan langsung bertemu dengan badan pengurus Swakelolah Masyarakat, maksudnya ketua KSM (Benyamin Suek-red) pungkas Boik

Secara terpisah tokoh masyarakat dusun ndudale desa baadale, Viktor Anin ketika dikonfirmasi via telepon gengamnya dinomor: 085253764xxx, Pukul 10:44 Wita, memberikan penjelasan bahwa pihaknya sendiri juga sudah mengetahui hal itu dan itu akan mubasir dan berpengaruh pada dampak lingkungan terhadap masyarakat disekitar pembangunan MCK Plus-plus tersebut.” Apakah pihak pemerintah desa baadale dan dinas sudah memperhitungkan dampak lingkungan dan asas manfaat belum? Sedangkan pembangunan MCK pada bibir jalan desa, itu WC umum tentu ada dampak lingkungan dari bau limbahnya” itu sudah ada kong kalikong oleh pengurus. tutur Viktor Anin

Pantauan Zonaline News, kamis 19 Nopember 2015, fisik pembangunan pekerjaan Mandi Cuci Kakus (MCK)plus-plus Desa baadale, baru sampai pada proses pembangunan pemasangan tembok, namun belum menyeluruh badan bangunan dengan ukuran 15 kali 10 meter persegi, pemasangan tembok baru pada sisi bagian bawah bangunan pada tiga kamar kecil, papan informasi publik juga tidak terpampang berapa nilai kontrak, waktu pelaksanaan, dan tim pengelolah Swadaya Masyarakat, yang terpampang hanya sejumlah foto copy kwitansi belanja material yang dilem pada papan tripleks. (*Riyan Tulle)