Proyek Pembangunan MCK Plus Desa Baadale, Harus Ditinjau Kembali

Ul Ngebu: “Berapa orang yang akan kencing di situ”

Kondisi Proyek MCK Baa Dale

Kondisi Proyek MCK Baa Dale

Zonalinenews-BAA, Kegiatan penyediaan prasarana dan sarana air limbah pekerjaan pembangunan MCK plus-plus di Dusun Sambuku, Desa Baadale Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote NdaoTahun Anggaran 2015, yang bersumber dari DAK dan DAU, harus ditinjau kembali.

Hal ini disampaikan oleh tokoh masyarakat Dusun Sambuku yang berdomisili di RT.03 RW.02 Desa Baadale, yang ditemui Zonaline News dikediamannya Kamis 19 Nopember 2015, pukul 02:24 wita

Lebih lanjut menurut, Tokoh masyarakat Desa Baadale, Ul Ngebu yang berdomisili tidak jauh dari lokasi pekerjaan pembangunan MCK Plus tersebut dinilainya harus perlu di kaji dan tinjau kembali akan manfaat dan tidak terkesan mubazir kedepan

Disampaikan pula Ul Ngebu, bila pemerintah daerah tetap memaksakan kehendak tanpa mengkaji untung dan ruginya pembanguan MCK tersebut maka yang jadi pertanyaan kalau Pemerintah Daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) tetap melanjutkan pembangunan MCK tersebut dan tidak meresponi pernyataan masyarakat sebagai penerima manfaat maka menjadi pertanyaannya ketika terbangun nanti” berapa orang yang akan kencing disitu”

Seharusnya kegiatan prasarana dan sarana air limbah itu dialihkan ke tempat yang ada asas manfaatnya daripada pelaksanaanya berakhir mubaszir, apalagi berpengaruh dampak lingkungan, terhadap kesehatan dan menimbulkan polusi bagi masyarakat setempat karena bau air limbah tersebut,tegas Ul

Disampaikan pula mantan ketua pansimas Desa Baadale, sangat menyayangkan Pemda Rote Ndao yang hanya menghabiskan uang rakyat tapi tidak membawa dampat positif bagi masyarakatnya, dan seharusnya Dinas PU secara teknis sudah memperhintungkan dampak dan manfaatnya waktu perencanaan, sehingga anggaran tidak hanya habis dipakai pemerintah daerah untuk menghindari tidak terserapnya APBD 2015

Lebih lanjut ditambahkan tokoh masyarakat, Ul Ngebu. Dari awal pelaksanaan baik pemerintah Desa Baadale dan pihak Dinas PU terkesan tertutup dan sengaja sembunyi dari pandangan publik dengan tidak memasang papan informasi kegiatan pekerjaan pembangunan MCK Plus tersebut” ini proyek tertutup dan disembunyikan dan hanya diatur pihak Kepala Desa dan Dinas PU” ujarnya

Seharusnya pemerintah daerah lebih cermat pada awal survei lokasi pembangunan, dan bukankah Dinas PU itu dinas teknis, melalui PPK sudah mengetahui akan pengaruh dan dampak yang dihasilkan dari pekerjaan pembangunan mandi cuci kakus (MCK).

Tambah Ngebu, seharusnya pembagunan MCK Plus tersebut dibangun pada tempat umum, tempat rekreasi tiang bendera atau pasar. Bukan dibangun pada bibir jalan tanpa memperhitungkan dampak dari air limabh MCK kepada masyarakat yang berdomisili pada lingkungan pembanguan sekitarnya

Darimana asas manfaatnya, dan kontribusi balik untuk PAD Desa Baadale, berapa masyarakat umum yang melewati jalan dusun sambuku dan masyarakat siapa yang akan mempergunakan pembanguan MCK Plus ini. Tandas UL dengan nada kesal

“Seharusnya Pemerintah Desa berpikir cermat dan dampak akan kontribusi dari manfaat MCK ini dibangun bukan asal senang sama senang,”tegasnya.

Betapa tidak terkesan tertutup dan sembunyi dari pandangan publik kalau papan proyek yang sudah dipertanyakan pihaknya beberapa waktu lalu tapi tidak ditanggapi dirinya bahkan staf Dinas PU baik PPK Robert Fando dan pengawas yang selalu mengawasi dan mengontrol pekerjaan pembangunan tersebut

Lebih lanjut tambah Ul Ngebu, menilai Dinas PU bodok.” Makanya saya bilang Dinas PU Bodok”kalau tidak mampu kerja di Dinas PU berhenti sudah, tidak memberikan pembelajaran bagi masyarakat, kawal keuangan negara ini tepat sasaran terhadap dampak manfaat bagi masyarakat makanya cuman diam dan bengong.sambil mengulangi ucapannya

Selain itu material besi yang dipergunakan oleh pelaksana kegiatan pada item pekerjaan pengecoran slof pondasi dan item pemasangan tembok mengunakan besi 10mili banci, menurut tokoh masyarakat setempat Ul Ngebu yang tercantum dalam RAB yang pernah diketahuinya mengunakan material besi SNI 12 mili, namun dilapangan ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Desa Baadale, Benyamin Suek mengunakan material tidak sesuai ukuran dalam RAB” itu semua material besi yang dipakai besi 10mili, banci”

Pantauan Zonaline News pada kamis 19 Nopember 2015 pukul 02: 48 wita dilokasi proyek baru terpasang papan informasi yang ditulis mengunakan spidol, dengan tulisan papan program proyek, kegiatan pembangunan MCK ++, Kecamatan Lobalain, Nilai Kontrak 383 969 400, Sumber Dana Dak/Dau, Lokasi Baadale, Waktu Pekerjaan 120 hari kerja, Pelaksana Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Lope Tuli, Tahun Anggaran 2015.

Seperti yang diberitakan Zonaline News pada Kamis 19 Nopember 2015, Proyek APBD Rote Ndao, MCK Plus RP.382 Juta “Terbengkalai”

Pj. Kades Baadale Nicodemus Boik “beta sonde tahu itu papan proyek,” Jelasnya.

Proyek Pembangunan Mandi Cuci Kakus(MCK) Plus-plus Tahun Anggaran 2015, bersumber dari sumber anggaran DAK dan DAU APBD Kabupeten Rote Ndao Nusa Tenggara Timur (NTT) Senilai Rp. 382. 969.400,- di kelolah oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), Desa Baadale Kecamatan Lobalain

Pembangunan MCK Plus plus dengan sasaran manfaat bagi masyarakat Desa Baadale Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao, di Dusun Sambuku tidak mencapai progres fisik namun pencairan anggaran melebih target progres dilapangan dan di dua terbengkalai pembangunannya

Hal ini menurut Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat Desa Baadale Dusun Sambuku, Benyamin Suek, ketika dikonfirmasi dikediamannya, Kamis 19 Nopember 2015 Pukul 09:36 wita, kepada Zonaline News, benyamin Suek membeberkan kendala yang dialami dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan MCK Plus plus yang dibawah koordinator pihaknya sebagai ketua KSM

Terhambat jalannya fisik pembangunan sampai dengan saat ini dikarenakan kepala tukang otnial ndolu tidak lagi melanjutkan tanggung jawabnya sebagai kepala tukang dengan alasan tidak mau menanda tanggani sejumlah laporan keuangan yang sudah diterima dari ketua KSM, Benyamin Suek untuk ditindaklanjuti sebagai laporan di Dinas PU

Selain itu menurut Benyamin, Bendahara KSM Desa Baadale Frans Nobatonis juga melakukan sikap yang sama dengan tidak mau menand tanggani laporan progres pekerjaan dan sejumlah administrasi laporan pertanggung jawaban (LPJ) dengan alasan bahwa sebagai bendahara Kelompok Swakelolah Masyarakat tidak dilibatkan dalam pencairan dana tahap pertama sebesar Rp132.150.000,- dan hanya melibatkan bendahara dinas P.U Kab Rote Ndao, PPK dinas P.U Robert Fando dan pihak KSM benyamin suek sebagai ketua,tandasnya

Pekerjaan pembangunan fisik MCK Plus-plus seluas 15 meter kali 10 meter persegi yang menelan anggaran APBD Kabupaten Rote Ndao sumber DAK dan Dau tahun 2015, tidak terpampang papan informasi proyek sampai dengan saat ini, walapun sudah selesai tahapan proses pencairan tahap pertama, ketika ditanyai alasan tidak terpasang papan proyek lanjut Sue mengatakan kalau sudah ada namun belum dipasang ituurusan badan pengurus KSM ” ada tapi belum pasang, itu urusan pengurus KSM lainnya”

Lebih lanjut disampaikan juga Benyamin Suek Ketua KSM Desa Baadale, pelaksanaan pembangunan fisik MCK Plus-plus sesuai kontrak kerja seharusnya sudah pada tanggal 1 juli 2015, namun terkendala proses administrasi keuangan pada Dinas PU sehingga baru dilaksanakannya pada bulan agustus lalu, dengan detline waktu kerja 120 hari kalender yang seharusnya prosentasi 100 persen fisik pada bulan nopember 2015, namun hingga saat ini baru capai 30 persen progres pekerjaan pembangunan meliputi pekerjaan pondasi dan pemasangan tembok baru satu kamar,

Penjabat pembuat komitmen bidang cipta karya Dinas Pkerjaan Umum Kabupaten Rote Ndao, Robert Fando ketika dikonfirmasi Zonaline News via telepon gengamnya di nomor: 081339333xxx, hari ini Kamis 19 Nopember 2015, pukul 11:31 wita

Ada sementara pencairan tahap dua sehingga dilapangan belum bisa dilaksanakan. “dong ada pencairan tahap dua ni” material juga dilapangan sudah habis

Faktanya pihak pengurus KSM dan badan pengurus ada berselisih sehingga proses pencairan tahapan kedua terkendala karena bendahara KSM tidak mau menanda tanggani laporan pertanggung jawaban keuangan untuk dilaporkan ke Dinas PU untuk di proses lanjut ke Keuangan” itu sudah dong dengan dong pengurus KSM ada baselisih pendapat makanya terhambat begini”jelas Robert Fando

Namun diakui PPK Robert Fando, bahwa fisik dilapangan telah mencapai progres 30 persen karena sudah selesai pekerjaan pengecoran plat menunjukan progres pekerjaan fisik capai 30 persen

Terkait dengan detline waktu yang selsai masa kontrak pada bulan nopember 2015 ini lanjut Robert kepada Zonaline News membenarkan itu ada perpanjangan waktu sampai dengan bulan Desember, tapi tanggal pihaknya tidak tahu.

“ itu memang sudah terlambat dari awal, dan ada adendum waktu pelaksanaan sampai dengan pertengahan bulan desember 2015, tanggal dirinya tidak hafal”

Terkait dengan surat Adendum, tambah PPK Robert Fando kalau ada sementara proses surat adendumnya,

Ketika ditanyai tidak terpasanganya papan informasi publik pembangunan MCK Plus-plus, robert fando mengatakan kalau ada, namun sudah diakui Pj. Kepala Desa Baadale, Nicodemus Boik bahwa tidak tahu, Ketua KSM Benyamin Suek juga mengakuinya kalau belum terpasang, sambil mengarahkan awak media bertanya kepada ketua KSM

Sampai dengan berita ini dipublikasikan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Dominggus Modok, ST,MT belum berhasil dikonfirmasi Zonaline News.

Pj. Kepala Desa Baadale Kecamatan Lobalain Kabpaten Rote Ndao, Nicodemus Boik ketika dikonfirmasi hari ini Kamis 19/15, pukul 09:33 ,terkait pekerjaan MCK Plus-plus yang berada di dusun sambuku desa baadale yang tidak dilanjutkan pekerjaannya Pnejabat Kepala Desa Baadale dua periode ini menyampaikan bahwa tidak berlanjutnya pekerjaan fisik karena kendala material bahan sehingga tidak ada aktifitas pekerjaan

Namun untuk papan informasi yang belum terpasang di lokasi proyek pembangunan MCK Plus-plus pihaknya sebagai kepala wilayah desa baadale tidak mengetahuinya. “beta sonde tahu itu papan proyek”

Sambil membenarkan kalau alokasi anggaran dari APBD Kabupaten Rote Ndao yang sumber anggrannya dari peruntuhan Dana Alokasi Khusus (DAK dan Dana Alokasi Umum (DAU)

Terkait dengan jangka waktu pelaksanaan kegiatan proyek, pihaknya mengarahkan wartawan langsung bertemu dengan badan pengurus Swakelolah Masyarakat, maksudnya ketua KSM (Benyamin Suek-red) pungkas Boik

Secara terpisah tokoh masyarakat dusun ndudale desa baadale, Viktor Anin ketika dikonfirmasi via telepon gengamnya dinomor: 085253764xxx, Pukul 10:44 Wita, memberikan penjelasan bahwa pihaknya sendiri juga sudah mengetahui hal itu dan itu akan mubasir dan berpengaruh pada dampak lingkungan terhadap masyarakat disekitar pembangunan MCK Plus-plus tersebut.” Apakah pihak pemerintah desa baadale dan dinas sudah memperhitungkan dampak lingkungan dan asas manfaat belum? Sedangkan pembangunan MCK pada bibir jalan desa, itu WC umum tentu ada dampak lingkungan dari bau limbahnya” itu sudah ada kong kalikong oleh pengurus. tutur Viktor Anin

Pantauan Zonaline News, kamis 19 Nopember 2015, fisik pembangunan pekerjaan Mandi Cuci Kakus (MCK)plus-plus Desa baadale, baru sampai pada proses pembangunan pemasangan tembok, namun belum menyeluruh badan bangunan dengan ukuran 15 kali 10 meter persegi, pemasangan tembok baru pada sisi bagian bawah bangunan pada tiga kamar kecil, papan informasi publik juga tidak terpampang berapa nilai kontrak, waktu pelaksanaan, dan tim pengelolah Swadaya Masyarakat, yang terpampang hanya sejumlah foto copy kwitansi belanja material yang dilem pada papan tripleks. (*Riyan Tulle)