TUJUH ORANG SAKSI SIDANG PRAPERADILAN DIMINTAI KETERANGAN

Kuasa Hukum Pemohon: TERMOHON TIDAK BISA BUKTIKAN FAKTA HUKUM DALAM PERSIDANGAN

saksi pemohon meki messakh memberikan keterangan serta  pemohon dan termohon klarifikasi keterangan saksi dan dokumen         di meja hakim

saksi pemohon meki messakh memberikan keterangan serta pemohon dan termohon klarifikasi keterangan saksi dan dokumen di meja hakim

Zonalinenews-BAA, Sidang lanjutan Praperadilan Pemohon Drs Leonard Haning,MM melalui Kuasa Hukum Yanto Ekon,SH,M.Hum dan Termohon Jaksa Agung Cq Kajati NTT dan Cq Kajari Baa hari ini digelar kembali diruang sidang utama PN Rote Ndao hari ini 18 Nopember 2015 mulai pukul 09:00 wita hingga pukul 17:00 Wita. dengan agenda mendengar keterangan saksi pemohon maupun Termohon.

Sidang lanjutan Praperadilan tersebut mendominasi persidangan di PN Rote Ndao hari ini karena sesuai dengan KUHAP penyelesaian perkara Praperadilan limit tempo prosesnya hanya tujuh hari

Dalam persidangan pemohon menghadirkan enam orang saksi masing masing pengelolah Aset Meki Messakh, Bagian Umum, Oscar Besie, dan Jhon Manafe, Bendahara Matheos Bessie, Mantan Camat Lobalain Daud D.Bessie dan Mantan Kades Sanggaoen Benny Manafe sedangkan dari pihak termohon menghadirkan satu orang sakti yakni Jaksa Penyidik Martin Eko Priyanto,SH.

Sementara dari pihak Pemohon dihadiri oleh Kuasa Hukum Yanto Ekon,SH,M.Hum. pihak termohon Ajun Jaksa Januar Dwi Nugroho,SH dan sidang di pimpin Ketua pengadilan Negeri Rote Ndao, Hiras Sitanggang,SH,MH.

Pantauan Zonaline News diruang sidang, Meki Messakh dalam kesaksiannya sebagai pengelolah asset. Ia, menjelaskan, Tanah Ne,e hanya seluas 10 Hektar sesuai dengan penetapan anggaran tahun 2005 dan membantah adanya asset tanah pemda seluas 2,5 hektar yang dihibahkan kepada sejumlah pejabat Eksekutif dan Legislatif

Diakhir kesaksiannya Meki Messakh meminta perstujuan Hakim agar perlu dilakukan turun lokasi untuk membuktikan apakah tanah yang dimaksudkan dalam kesaksiannya adalah 10 atau 12,5 hentar karena sebagai penglolah asset dirinya yang lebih mengetahui mana yang menjadi milik dan asset Pemda dan mana yang bukan milik Pemda Rote Ndao. Namun Permintaan saksi Meki Messakh ditolak oleh termohon’

Sementara saksi Daud D Bessie sebagai mantan Camat Lobalain dalam kesaksiannya mejelaskan kalau dirinya selalam menjabat sebagai camat tidak pernah menanda dokumen maupun surat surat yang berhubungan dengan mekanisme proses sertifikasi tanah. Sedangkan saksi lainnya dalam keterangan di hadapan hakim senada dengan keterangan saksi terdahulu

Selanjutnya Saksi Termohon, Martin Eko Priyanto,SH beberapa kali mengalami kesulitan dalam menjawab pertanyaan kuasa hukum pemohon Yanto Ekon SH.M.Hum seputar enam isi permohonan praperadilan yang diajukan pemohon

Keenam soal yang di mintai penjelasan dari saksi termohon oleh Kuasa Hukum Pemohon antara lain soal : penetapan pemohon sebagai tersangka, Penetapan tersangka mendahului pemeriksaan, Pengumpulan barang bukti, soal Bukti permulaan. dan selain itu, anggaran dari APBD untuk biaya penerbitan sertifikat telah disetor kembali ke kas daerah sebelum tahap penyelidikan

Drs Leonard Haning,MM sebagai Pemohon, melalui Kuasa Hukumnya Yanto Ekon,SH,M.Hum setelah sidang di PN Rote Ndao, ditemui Zonaline News 18 Nopember 2015 pukul 19:00 Wita malam di Hotel Grace. Ia. mengatakan, untuk keterangan saksi termohon telah dengan jelas bahwa pemohon ditetapkan sebagai tersangka tanpa dimintai keterangan karena setelah ditetapkan pemohon sebagai tersangka barulah termohon mencari bukti bukti,

Dan itu. Kata Yanto Ekon, Ada pengakuan dari dan oleh saksi termohon sendiri bahwa tidak melakukan pemeriksaan terhadap pemohon tetapi sudah mendahuluinya dengan menetapkan pemohon sebagai tersangka

Selanjutnya. sesuai dengan keterangan saksi termohon, ada bukti dokumen yang disita tanpa mengantongi ijin dari Pengadilan Negeri yakni Perda Nomor 1 tahun 2005 dan Peraturan Bupati Nomor 12 Tahun 2005.

“Artinya apa yang kita dalilkan dalam permohonan pemohon praperadilan tidak bisa dibuktikan Termohon” Ujar Yanto.

Karenanya, Pemohon mengatakan tindakan termohon adalah tindakan sewenang wenang terhadap pemohon, itu dibatah oleh termohon tetapi bantahanya tidak bisa dibuktikan oleh termohon dalam persidangan. Tambahnya.

Untuk itu. Harapan saya sebagai kuasa hokum pemohon dalam ini Drs Leonard Haning,MM. adalah berdasarkan bukti bukti dan fakta dalam persidangan kita serahkan saja keputusannya kepada hakim yang mengadili dalam perkara praperadilan ini. Ujar Yanto.

Hadir dalam sidang Praperadilan Drs Leonard Haning,MM melawan Jaksa Agung tersebut Anggota dari Pihak Polres Rote Ndao dipimpin Kabag OPS AKP Sahidin Suna untuk mengawal keamanan jalannya persidangan.

Selain masyarakat yang hadir dalam momentum persidangan tersebut, hadir pula untuk menyaksikan langsung jalannya persidangan adalah beberapa mantan anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao diantaranya Mantan Wakil Ketua DPRD Adrianus Adu,ST, Mantan Ketua Fraksi Gerindra Yakob Malelak, Mantan Ketua Komisi A. Frans Nitanel Mooy,SH dan sejumlah tokoh masyarakat. (*Arkhimes Molle)