Yohanes Mase Sebut, Ada Bupati Kecil Di BKD Kabupaten Kupang

Yos Lede

Yos Lede

Zonalinenews-Oelamasi, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Yohanes Masse menyebutkan bahwa persoalan tenaga honor kontrak kategori dua (KII) yang diperoleh 5 orang tenaga honor SMPN 3 Fatuleu karena ada “Bupati Kecil” di BKD Kabupaten Kupang. Hal ini disampaikan Yohanes Masse, Senin 23 November 2015.

Dikatakan Mase, ini terbukti dengan persoalan yang disampaikan ke 5 tenaga honor K II kepada DPRD Kabupaten Kupang, Jumat 22 November 2015.

Dikatakan lebih lanjut, hal ini karena Mantan Kaban BKD, Jhoni Namoseo tidak teliti  dalam melakukan seleksi terhadap tenaga honor Kategori dua (KII) Kabupaten Kupang. Sanggahan yang dilakukan mantan Kepala Sekolah (Kepsek), Oktovianus Nakbena terhadap 5 orang tenaga honor, tidak dicari jalan keluar dengan mendudukkan kepala Sekolah dengan para guru honor. Yang terjadi, sanggahan yang dilakukan Mantan Kepsek, Oktovianus Nakbena tidak diselidikinya.

“Seharusnya BKD mendudukan tenagaHonor dan Mantan Kepala sekolah untuk mencari jalan keluar yang disanggahkan Mantan Kepala Sekolah,” tutur Anis.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Yos Lede mengatakan terkait dengan nasib 5 orang tenaga Honor, DPRD akan meminta bupati Kupang, Ayub Titu Eki untuk melakukan pengangkatan dengan gunakan SK Bupati.

Sebab, waktu yang ditentukan telah lewat untuk itu, dilakukan antisipasi dengan gunakan SK bupati. Penetapan nama bagi calon PNS telah dilakukan, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi persoalan yang terjadi.

“Kita antisipasi dengan SK Bupati,” kata Lede.

Lima tenaga honor yang dianulir sepihak oleh BKD Kabupaten Kupang akan diangkat dengan menggunakan SK Bupati. Sebab, jangka waktu penetapan pengusulan nama~nama tenaga honor yang lolos seleksi sebagai PNS telah lewat.

” DPRD akan mengusulkan lima nama tenaga honor untuk diakomodir dengan SK Bupati,” tutur Lede.

Lanjut Lede, hal ini terjadi karena mis komunikasi antara BKD, Mantan Kepsek SMPN 3 Fatuleu, Otovianus Nakbena. Jika mis komunikasi yang terjadi, BKD mendudukkan Kepala Sekolah dan Para guru honor untuk mencari jalan keluar tentuya tidak ada masalah. (*Paul)