Pantai Wisata Lasiana Rawan Buaya


Buaya yang di Tangkap di Pantai Lasiana

Buaya yang di Tangkap di Pantai Lasiana

ZONALINENEWS – KUPANG, Dengan maraknya buaya muara yang berkeliaran di perairan teluk kupang Balai Besar Konserfasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur (NTT) menetapkan Pantai Wisata Lasiana Kota Kupang sebagai pantai  rawan buaya. Maka dari itu BBKSDA NTT telah menaruh rambu peringatan sehingga masyarakat yang berkunjung ke pantai lasiana bisa lebih waspada dengan keganasan buaya muara tersebut.

Demikian diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Teknis  BBKSDA NTT Maman Surahman kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat 18 Desember 2015, pukul 13.30 wita.

Menurutnya, di tahun 2015  BBKSDA NTT berhasil menangkap tiga ekor buaya muara dengan bobot berat dan panjang yang berfariasi. “Berdasarkan informasi dari masyarakat sekitar pantai lasiana dan anggota Basarnas yang melihat buaya muara berkeliaran di pantai lasiana tim BBKSDA NTT melakukan pemantauan selama satu minggu sehingga hari ini jumat 18 Desember sekitar pukul 07.30 wita buaya muara seberat 200 kilo gram dan panjang tiga meter tersebut berhasil dijerat tim BBKSDA NTT,” kata Maman.

Dikatakan, beberapa waktu sebelum juga tim BBKSDA NTT berhasil menangkap dua buaya muara dengan bobot berat 300 kilo gram dan panjang empat meter di laut manikin Kabupaten Kupang dan Laut Bena Kabupaten Timur Tenggah Selatan. “Buaya muara ini sangat ganas dan dia bisa hidup di air laut dan air tawar. Maka dari itu BBKSDA NTT mengambil langkah untuk tidak melakukan penagkaran BBKSDA NTT. Karena melihat dari sifat buaya muara tersebut apa bila di lepas  kembali ditempat yang jauh pasti dia akan ke  kembali ke habitatnya,” ungkap Maman.

Lanjutnya. habitat buaya muara yang sering ditemukan di pantai lasiana tersebut berada di muara kelapa tinggi tarus, muara manikin Kabupaten Kupang dan muara pantai lasiana. Sehingga buaya – buaya tersebut sering terlihat di laut teluk Kupang. “Buaya muara ini adalah hewan yang di lindungi maka dari itu untuk antisipasi penaganannya kita melakukan penangkaran di Kabupaten alor yang mana penangkaran buya itu adalah milik koperasi Pemerintah Daerah (Pemda) Alor. Karena di NTT sendiri yang baru mempunyai penagkaran Buaya hanya di Pemda Alor saja. Dan kita juga harapkan buaya yang kita tangkap ini ada penangkaran dari para investor seperti di Kalimatan,” jelas Maman.

Untuk mengantisipasi buaya jangka pendek dan jangka panjang BBKSDA NTT, ungkap  Maman  telah membetuk tim untuk diberikan pelatihan – pelatihan oleh pendidik ahli buaya yang didatangi dari Negara Australia.

“Untuk pelatihan penaganan jangka panjang sendiri tim melakukan kajian, polulasi, sebaran dan rekomendasi teknis sehingga dalam konflik buaya ini masyarakat bisa beraktifitas seperti biasa. Sedangkan penaganan untuk jangka pendek sendiri tim harus berhasil menangkap buaya dengan seluruh peralatan yang ada seperti jaring dan perangkap apung sehingga tidak lagi ada korban – korban berikutnya yang di makan buaya,” katanya. (*hayer)



TAG