Sertifikat Penghargan

Kejaksaan Negeri Bajawa Raih Peringkat Tiga Nasional Tindak Perkara Korupsi


Sertifikat Penghargan

Sertifikat Penghargan

Zonalinenews-Ngada, Dihimpun media ini, penghujung 2015 lalu Kejaksaan Negeri Bajawa mendapat piagam penghargaan dari Kejaksaan Agung atas terobosan membongar puluhan tindak pidana korupsi di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Ngada Flores.

Konfirmasi Zonalinenews, 28 Januari 2016, Kepala Kejaksaan Negeri Bajawa, Rahardjo Budi Kisnanto, SH mengungapkan Kejaksaan Negeri Bajawa mendapat Piagam Penghargaan langsung dari Kejaksaan Agung atas optimalisasi penanganan perkara tindak pidana korupsi di daerah.
Meski demikian, menurut Kajari Bajawa, puluhan perkara korupsi yang sudah digelar dihiasi tempo perlawanan cukup tinggi yang membutuhkan ketabahan, kesabaran dan keberanian mengambil resiko aparatur penegak hukum di daerah.

Pihaknya juga berharap lembaga-lembaga resmi yang sudah bekerjasama melakukan perhitungan kerugian keuangan negara atas pratek-praktek korupsi di daerah, dapat bekerja lebih cepat agar perkara-perkara korupsi yang sedang digelar tidak mandeg atau terkesan mubazir yang menimbulkan wacana minor di lapangan.

Sebagai ungkapan terimakasih atas penghargaan peringkat tiga nasional oleh Kejaksaan Agung atas optimalisasi penanganan perkara tindak pidana korupsi di Kabupaten Ngada dan Nagekeo Flores, tambah Kajari Rahardjo, SH, pihaknya bertekad untuk terus menekan praktek kejahatan korupsi pemerintah daerah di Ngada dan Nagekeo.

“Syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas penghargaan yang kami terima dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Penghargaan peringkat tiga nasional ini kami iterima saat rapat kerja Kejaksaan tingkat pusat yang diikuti oleh Eselon Satu, Eselon Dua dan Eselon Tiga Kejaksaan, Kejaksaan Tinggi maupun Kejaksaan Agung beberapa waktu lalu di penghujung Tahun 2015. Piagam peringkat tiga nasional diberikan langsung oleh Kejaksaan Agung dan merupakan amanat negara untuk terus memerangi korupsi di daerah. Volume penanganan kasus tindak pidana korupsi di Ngada dan Nagekeo Flores memang cukup tinggi, kami penegak hukum harus lebih serius dan berani untuk mencegah dan menindak pratek-pratek korupsi di daerah”, ungkap Kajari Rahardjo Budi Kisnanto, SH.

Sedikitnya dua puluh dua perkara korupsi yang kini sedang ditangani Kejaksaan Negeri Bajawa Flores. Kejaksaan Negeri Bajawa berharap lembaga resmi yang bekerjasama melakukan perhitungan kerugian keuangan negara terus bersinergi dengan baik dan dapat bekerja lebih cepat merampungan perhitungan kerugian keuangan negara agar perkara korupsi tidak mandeg tengah jalan. (*wrn)