Natal Moment Membangun Solidaritas Keakraban


Zonalinenews- Oesao,Yayasan, Rektortrat, dosen dan seluruh Mahasiswa serta Pegawai Universitas Karya Darma sejak pendirian tahun 2011 sampai tahun 2016 merayakan natal perdana sebagai suatu sukacita yang luar biasa.

Sampai dengan tahun keempat pendirian Undarma Kupang, jumlah mahasiswa saat ini telah mencapai 622 mahasiswa yang menyebar di 4 fakultas. Natal dengan mengambil thema hidup bersama keluarga Allah merupakan momen dalam meningkatkan keakraban antara mahasiswa yang ada di Kampus A Kabupaten Kupang, Kecamatan Oesao dan Kampus B yang ada di Kota Kupang.

Mahasiswa kampus A bisa mengenal saudara-saudarinya di Kampus B, begitu juga sebaliknya. Mahasiswa di Kampus B bisa mengenal teman-temannya diKampus A. Begitu pula untuk dosen dan mahasiswa serta pegawai dan rektorat.

Hal ini disampaikan Ketua Panitia Natal Melkias Ady, saat pelaksanaan Natal di Gedung SMANegeri 1 Kupang Timur, sabtu 16 Januari 2016.

Dikatakan Ady, natal juga merupakan bagian dari Tri Darma Perguruan Tinggi, sehingga pelaksanaannya melibatkan berbagai pihak. Baik itu, pihak pemerintah, tokoh agama maupun tokoh adat di sekitar Oesao.

Hadir dalam natal perdana tersebut pengurusMajelis Harian Sinode GMIT, Pdt Robert Takoy.
Kata Ady Lebih lanjut, Natal juga merupakan bagian dari pembinaan mental dan karakter mahasiswa atau civitas akademik Undarma Kupang.

Sementara itu, Wakil Rektor (WR) II, Universitas Karya Darma, Soleman Taja mengatakan natal yang dilakukan civitas Undarma merupakan bagian dari membangun hubungan, baik itu membangun hubungan secara internal kampus maupun dengan dunia eksternal. Hal ini dimaksudkan agar kehidupan dunia akademik undarma bisa berjalan secara baik.

Dikatakan bahwa dengan thema natal yang disajikan saat ini, membuktikan bahwa natal bukan saja milik penganut kristen tapi natal juga merupakan bagian dari kepemilikan secara kolektif.
“Natal merupakan momen membangun hubungan kerja sama yang lebih baik. Baik itu, hubungan internal maupun dengan dunia luar,”. tutur Taja.

Sementara itu, Pembina Undarma Kupang, Hery Wadu mengatakan Natal yang dilaksanakan saat ini bukan berarti Undarma milik orang kristen. Tapi undarma selalu membuka diri kepada semua unsur keagamaan. Karena, undarma dimiliki oleh semua agama, etnis dan golongan. Undarma tidak membedahkan status sosial kelas dan agama, tapi undarma membutuhkan sikap kebersamaan.
” sedang dipikirkan ke depan semua mahasiswa yang berbeda agama di Undarma dapat melakukan hari raya keagaamaan dan itu harus didukung oleh pihak universitas,” kata Wadu.

Dikatakan bahwa undarma harus menunjukkan miniatur indonesia. Bukan milik sekelompok orang atau agama tertentu. Undarma terbuka untuk umum, siap menerima kritikan dan masukan yang sifatnya membangun.

“Kita siap menerima semua kritikan yang membangun,”tutur Wadu.(*paul)



TAG