BUPATI KUPANG, AYUB TITU EKI MINTA UNDUR DARI JABATAN


Bupati Kupang, Ayub Titu Eki dan kabag Humas Setda kabupaten Kupang, Stef Baha saat Konfresi Pers

Bupati Kupang, Ayub Titu Eki dan kabag Humas Setda kabupaten Kupang, Stef Baha saat Konfresi Pers

Zonalinenews – Oelamasi, Bupati Kupang, Ayub Titu Eki siap mengundurkan diri dari jabatan. Pengunduran diri dari jabatan sebagai Bupati Karena merasa malu dengan masyarakat Kabupaten Kupang. Masyarakat kabupaten yang memilih dirinya untuk duduk kursi empuk dan mobil mewah. Namun, sampai dengan tahun ketujuh kepemimpinan masyarakat masih menderita dengan berbagai persoalan, terutama terlilit dengan persoalan infrastruktur.

Masyarakat masih mengalami ketertinggalan infrastuktur sebab, anggaran DPRD menghapus banyak item anggaran yang semestinya bisa digunakan untuk membantu masyarakat.
Hal ini disampaikan Bupati Kupang, Ayub Titu Eki, Kamis 11 Februari 2016 di kantor Bupati Kupang sekitar pukul 14.20 wita.

Pernyataan pengunduran diri tersebut telah disampaikan secara berulang-ulang, bukan saja saat konfrensi pers tapi telah disampaikan saat pertemuan bersama para kepala desa dan camat.
Pengunduran diri, Bupati Kupang tersebut dilatarbelakangi dengan keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat dianggap merupakan kegagalan dalam kepemimpinannya selama tujuh tahun. Dirinya merasa hal tersebut, ketika berkunjung ke Kecamatan Amfoang Barat Daya. Dimana, masyarakat amfoang sangat sulit mengakses infrastruktur jalan.

“ Sebab setelah bertemu dengan masyarakat Amfoang Barat Daya, saya langsung memanggil Bappedda dan Dinas PU untuk mempertanyakan anggaran dalam pengadaan Alat Berat di Kabupaten Kupang, sehingga jika ada persoalan masyarakat menyangkut dengan jalan atau wilayah bencana alat berat tersebut bisa digunakan untuk membantu masyarakat,” jelas Titu Eki.

Dikatakan bahwa, Jika dalam perubahan anggaran pemerintah Kabupaten Kupang, DPRD tidak meloloskan pengadaan alat berat berupa eksavator. Maka dirinya akan mengundurkan diri sebab hal tersebut merupakan kegagalan bagi dirinya. Kegagalan membawa kabupaten kupang mnjadi kabupaten unggul di wilayah timur Indonesia.

Lebih Lanjut menurutnya, pemanggilan terhadap Bappeda dan Dinas PU dalam rangka mempertanyakan pengadaan alat berat. Ketika ditanyakan di Dinas PU, bahwa pengadaan alat berat dan dalam RPJMD dicantumkan, namun setelah berada di Bappeda pengadaan tersebut dicoret oleh anggota DPRD dalam sidang penetapan anggaran. Menghilangkan pengadaan alat berat dalam RPJMD Kabupaten Kupang merupakan sebuah penghinaan terhadap dirinya sebagai Bupati Kupang.

“ Tindakan DPRD menghilangkan alat berat dalam RPJMD merupakan penghinaan terhadap saya, untuk itu saya akan bersurat langsung ke Presiden untuk mengundurkan diri,” tutur Titu Eki.

Alat berat berupa eksevator tersebut diadakan dengan tujuan, melakukan antisipasi terhadap kondisi infrastruktur yang tidak pernah terpikirkan, seperti, ketika ada longsor, atau jenis bencana lainnya. Ataupun ketika ada permintaan masyarakat untuk membuka jalan baru eksavator tersebut yang digunakan.

Seperti yang saat ini terjadi di Kecamatan Amfoan Barat Daya. Di Amfoan Barat Daya ada jalan-jalan yang masuk dalam kategori jalan Provinsi tapi sulit sekali dilalui dengan kenderaan.

“ Ketika berkunjung ke Amfoang Barat Daya, tepatnya didepan sekolah Ban Mobil DH. 1 Kabupaten Kupang tenggelam. Hal inilah membuat saya perihatin atas nasib masyarakat di Amfoang,” tutur Titu Eki.

Kata Titu Eki lanjut, jika kabupaten Kupang memiliki alat berat, hal-hal seperti itu menjadi kewenangan alat berat tersebut beroperasi. Tidak perlu melalui tender. Jika kondisi yang terjadi di Amfoang tersebut ditenderkan harganya melebihi harga 1 buah eksavator.

Alat berat yang diadakan, sistem pengelolaan dibawah Badan Usaha Layanan Daerah (BLUD). BLUD inilah kemudian beroperasi membantu masyarakat dalam melakukan perbaikan-perbaikan sementara semua infrastruktur jalan.

“ Kita Kasih Uang ke BLUD untuk kelola uang tersebut, tapi salah kelola silakan bertanggungjawab dengan masalah hukum. Jadi bukan kita kasih uang lalu Blud tidak pakai cari uang. BLUD pakai cari uang. Sehingga, jika ada proyek yang bisa dikerjakan sendiri, biar blud yang kerjakan,” jelas Titu Eki.
Untuk itu, Titu Eki sangat menyesal dengan sikap DPRD Kabuapaten Kupang yang seolah-olah melecehkan dirinya.

“Kenapa jalan disekitar Kota yang terus diperbaiki, sementara jauh dipedalaman ada suara-suara dan tangisan yang mengharapkan sentuhan tangan pemerintah melalui infrastruktur jalan yang saat ini tidak dirasakan. Untuk itu, jika pengeluhan serta terikan dari pdalaman jika tidak digubris oleh DPRD melalui pengadaan Alat berat maka dirinya akan mundur.

“Kalau DPRD Kabupaten Kupang son toe untuk beli alat berat diperubahan anggaran maka saya memilih untuk mundur,” tegas Titu Eki. (*paul)