Ancam Wartawan Pembantu Rektor PGRI NTT, Darmanto Akan di Panggil Polisi


Kapolresta Kupang  AKBP Budi Hermawan

Kapolresta Kupang AKBP Budi Hermawan

ZONALINENEWS – KUPANG, Polres Kupang Kota (Polresta) Kupang siap tindak lanjuti kasus kekerasan yang dilakukan oleh Pembantu Rektor Universitas PGRI NTT Darmanto Kise terhadap salah satu Wartawan AFB TV Anselmus Lake saat  melakukan kegiatan peliputan aksi demo oleh mahasiswa PGRI di area kampus PGRI kemarin 30 Maret 2016 sekitar pukul 11.00 wita.

Kapolresta Kupang  AKBP Budi Hermawan mengungkapkan,  kasus kekerasan yang dialami oleh wartawan pihak Penyidik Polresta Kupang masih melakukan pendalaman melalui pemeriksaan terhadap saksi-saksi dari pihak korban yang berjumlah dua orang dan direncanakan tiga orang saksi. “Saksi yang baru kita periksa saat ini adalah teman wartawan korban yang ada di saat kejadian terdiri dari dua orang yakni wartawan zonalinenews.com Lider Ismail dan wartawan moral politik Semar Dju. Dari hasil keterangan kedua saksi ini baru kasusnya bisa kita kembangkan lagi untuk pendalaman,” ungkap Hermawan kepada wartawan di Polresta Kupang, Kamis 31 Maret 2016 sekitar pukul 12.30 wita.

Menurut Hermawan, usai pemeriksaan terhadap kedua saksi korban tersebut baru pihak kepolisian melakukan surat panggilan terhadat Darmanto tersebut karena semua ini ada tahapannya.

 “Semakin cepat  saksi kita periksa semakin cepat juga kita panggil  pelaku dan diperiksa sehingga bisa ditetapkan sebagai tersangka. Dalam kasus ini perlu saksi ahli karena menggunakan Undang- Undang (UU) kusus Pers pada pasal 18 ayat 1 karena menghalangi tugas Jurnalistik. Ancaman hukuman dari pasal 18 UU Pers tahun 1999 dengan ancaman hukuman dua tahun dan dikenakan denda minimal Rp. 500 juta,” kataya.

Saat disinggung dalam pedoman penanganan kasus kekerasan terhadap wartawan ada asas cepat. Ia mengatakan, yang namanya asas cepat setelah ada pemeriksaan karena berkembangnya siapa yang akan dipanggil berikutnya adalah dari hasil pemeriksaan terakhir.

“Kalau ada saksi dari Dewan Pers hari ini bisa kita kirim surat panggilannya biar secepatnya bisa datang untuk memberikan kesaksian terkait keahliannya di profesi Pers,” ungkap Hermawan. (*sari)