Penegak Hukum Pilih Kasih Tangani Dua Kasus Ijazah Palsu di Lembata


KETUA DPRD LEMBATA

KETUA DPRD LEMBATA

ZONALINENEWS-KUPANG, Dugaan kasus ijazah palsu di kabupaten Lembata bukan saja dialami sendiri oleh Bupati Lembata, Eliaser Yantjie Sunur namun hal yang sama terkait ijazah palsu pun dialami oleh salah satu kepala desa di desa Lewoeleng Kabupaten Lembata, terkait dua kasus yang sama tersebut penegak hukum seperti Polres Lembata bahkan Jaksa dinilai terjadi pilih kasih dalam menangani proses hukum kedua kasus ijazah palsu tersebut, pasalnya aparat hukum di Lembata cuma bisa menangani kasus ijazah palsu yang dilakukan oleh seorang kepala desa namun tidak bisa menagani kasus yang sama dilakuakan oleh Kepala Daerah.

Demikian disampaikan ketua DPRD Kabupaten Lembata Ferdinandus Koda kepada zonalinenews pada Kamis, 14 April 2016, Pukul: 15.00 Wita dalam acara Musyawarah Pembangunan Daerah (Musrembang) RKPD Tingkat Provinsi NTT di Hotel Ima Jalan Timor Raya – Kupang.

“Aparat hukum di Lembata saya kurang yakin contohnya selama ini berbagai macam soal yang  dilaporkan terkait bupati namun didiamkan saja baik jaksa, namun kalau hal tersebut berada pada orang-orang kecil cepat untuk ditanggapi, sebagai salah satu contoh seperti dugaan ijazah palsu kepala desa lewoeleng di kabupaten lembata yang lolos pada pemilihan kepala desa dan akan dilantik, terkait kasus dugaan ijazah palsu cepat ditanggapi oleh pihak kepolisian,” ungkap Koda.

Lanjut Koda, walaupun kasus tersebut sudah berada di Polres Lembata namun Polres tidak berbuat apa-apa sehingga kasus tersebut ditarik dan dilaporkan ke mabes oleh Forum Penyelamat Lewo Tana Lembata (FP2L).

Koda menambahkan bahwa cecara politik pihak DPR sudah menindaklanjuti hal tersebut dengan PANSUS, namun hingga saat ini walaupun PANSUS sudah memanggil Bupati Lembata sudah tiga (3) kali, namun Bupati Lembata tidak datang untuk melakukan klarifikasi terkait dugaan Ijazah palsu yang dilakukan.

Menurutnya hingga saat ini pansus sudah hampir pada tahap kesimpulan melalui  pengumpulan data dan data tersebut nanti akan dipublikasikan seperti apa kesimpulan dan keputusan serta tindak lanjutnya, dikarenakan mempunyai banyak bukti-bukti yang sudah berada pada tahap kesimpulan bahwa benar  ijazah Bupati Lembata diduga palsu, tinggal saja prosesnya berjalan. Jelas Koda. (*Leader Ismail).