Bupati Kupang Beri Warning Kepada Pendamping Desa


Bupati Kupang Ayub Titu Eki

Bupati Kupang Ayub Titu Eki

Zonalinenews, Oelamasi – Seluruh Pendamping Desa yang melakukan Pendampingan Anggaran Dana Desa di Kabupaten Kupang diberikan peringatan (warning,red) oleh Bupati Kupang. Warning tersebut diberikan agar seluruh pendamping Desa mampu memahami setiap budaya dalam desa tersebut. Karena, syarat-syarat yang ditentukan kementerian dalam melakukan pendampingan harus dijalankan dengan benar. Jika, tidak dilakukan tugas pendampingan dengan baik, maka masyarakat boleh melakukan penolakan tersebut.

Hal ini disampaikan Bupati Kupang, Ayub Titu Eki, Selesai melakukan pengarahan kepada pendamping desa di Kantor Bupati Kupang, Selasa 17 Mei 2015 di Kantor Bupati Kupang.

Dikatakan bahwa, jika pendamping desa yang melakukan pendampingan membuat diri sama seperti tamu maka masyarakat punya kewenangan untuk melakukan penolakan. Karena saat ini banyak pendamping desa yang ditempatkan di Kabupaten Kupang hampir sebagian bukan warga kota Kupang.

” Kalau pendamping desa datang didesa dan buat diri sama seperti tamu, saya minta masyarakat untuk menolak,” tutur Ayub Titu Eki.

Dikatakan bahwa, penempatan yang dilakukan saat ini rata-rata bukan warga Kabupaten Kupang. Untuk itu, tenaga pendamping yang ditempatkan bukan lagi melakukan penyesuaian diri tapi sudah melakukan kerja nyata dalam melakukan pengembangan dimasyarakat. Sebab, sekitar satu minggu dana desa akan dicairkan. Untuk itu, setiap pendamping desa harus menyiapkan diri secara optimal untuk berpelayanan di masyarakat.

Selain itu jika, pendamping desa dalam melakukan tugas didesa tidak memahami budaya yang berkembang dan mengadopsi budaya lain masyarakat punya kewenangan untuk melakukan penolakan. Sebab, sebagai Bupati Kupang, telah dilakukan pengarahan agar pendamping desa memahami masyarakat Kabupaten Kupang. Namun, jika dalam melakukan pendampingan para tenaga pendamping tidak melakukan saran yang telah disampaikan masyarakat yang menilai dan memiliki kewenangan untuk melakukan penolakan.

” Bagi saya, tidak ada pendampingan Desa di Kabupaten Kupang juga ada masalah, daripada ada pendamping desa yang didatangkan dari luar kabupaten Kupang kemudian suatu saat akan menjadi masalah,” kesal Titu Eki (*Paul)