Pengadaan Komputer Server di Dispenda NTT , Tidak Sesuai Spek


Komputer server dell

Komputer server dell

Zonalinenews-Kupang, Kegiatan Pengadaan 1 unit komputer Server Simbada/SIKPD sebesar  Rp. 195.266.500,- tahun anggaran 2014 pada Dinas  Pendapatan dan Aset Daerah (Dispenda) Propinsi NTT Tidak sesuai ketentuan, hal ini terungkap berdasarkan temuan BPK Perwakilan NTT, yang ditanda tangani oleh di Kupang 9 Januari 2016 oleh Wakil Penanggung jawab Pemeriksaan BPK Perwakilan NTT, Ilsendi Hatuaon, SE., M.Si.,Ak.CA

Berdasarkan Temuan BPK, Pemerintah Daerah Propinsi NTT Dinas Pendapatan dan Aset Daerah Tahun 2014 merealisasikan Pengadaan Server Simbada yang dilaksanakan oleh PT Greenboks Intermatika berdasarkan surat perintah nomor 1.3/000.007/2014 tangal 10 November 2014.

Berdasarkan Pengujian kontrak terhadap dokumen kontrak berita acara pemeriksaan hasil pekerjaan, Berita hasil acara hasil pemeriksaan , Berita acara serah terima hasil pekerjaan,  laporan progres fisik dan keuangan serta pemeriksaan fisik oleh BPK tanggal 6 November 2015   ditemukan beberapa hal diantaranya Pekerjaan tersebut dinyatakan selesai dengan dibuktikan Berita acara pemeriksaaan hasil pekerjaan Nomor Penda. I.2/000.08/2521/2014 tanggal 8 Desember 2014 dan  Berdasarkan  Berita acara pemeriksaan menyebutkan hasil pengerjaan  telah sesuai dengan kontrak jumlah dan barang dalam keadaan baik, lengkap 100 persen dan siap digunakan sebagaimana mestinya.

Namun hasil temua  BPK menyebutkan bahwa spesifikasi server tidak sesuai dengan SPKT.  Dalam SPKT disebutkan seharusnya Server  Dell Power Edge Hard Drive : 4 x 2 TB 7.2 K RP 4 x 2 TB 7.2 KRPM, 6 Gbps NL SAS 3,5 Hot Plug Hard Drive. Hasil pemeriksaan Hard Drive 2 x 300 GB.

Hal ini menunjukan perbedaan yang signifikan dimana dalam SPKT, disepakati bahwa  kapasitas memory 4 x 2 TB sedangkan berdasarkan hasil pemeriksaan 2 x 300 GB.

Menurut Penjelasan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pendapatan dan Aset Daerah NTT  saat pemeriksaan oleh BPK,  PPK  menjelaskan pihaknya hanya melakukan pemeriksaan atas fisik tanpa melakukan uji coba atas spesifikasi server dengan alasan, saat pemeriksaan dilakukan masih menempati  gedung kantor yang lama dengan ketersedian ruang terbatas dan fasiliats yang memadai. Perbedaan spesfikasi ini baru diketahui setelah  server baru diintalasi dan pemasang setelah memasuki gedung baru.

 PPK Juga telah berkoordinasi dengan pelaksana perihal perbedaan memory ini, namum hingga 15 Desember 2015 pelaksana belum juga menidaklanjuti persoalan tersebut.

Ketika wartawan mendatangi kantor DISPENDA provinsi NTT pada Jum’ad, 13 Mei 2016, Pukul: 08.30 Wita untuk menemui kepala dinas (Kadis) dan sekretaris  dinas untuk  mengkonfirmasi terkait temuan BPK, namun oleh salah seorang  staf di kantor tersebut mengungkapkan bahwa kepala dinas sementara lagi berada di Jakarta dan sekretaris hingga saat ini belum masuk kantor.

Lanjutnya staf tersebut menambahkan bahwa kemungkinan kadispenda hari ini (Jum’ad, 13 Mei 2016) sudah pulang dari Jakarta ke Kupang, namun sekretaris dinasnya mungkin saat ini berada di DPRD NTT.

Pantauan zonalinenews saat itu ke ruang-ruang fraksi DPRD NTT namun tidak menemui keberadaan sekretaris dispenda yang menurut salah satu stafnya sekretaris berada di DPRD NTT. (*tim/Ledaer Ismail). (*tim/leader)