Kepala Balai jalan nasional Wilayah 8  Bali  NTT dan NTB  Ir Syaiful Anwar

Pekerjaan Jalan – Jembatan Anggaran APBN Tahun 2016 Dipending

Kepala Balai jalan nasional Wilayah 8  Bali  NTT dan NTB  Ir Syaiful Anwar

Kepala Balai jalan nasional Wilayah 8 Bali NTT dan NTB Ir Syaiful Anwar

ZONALINENEWS – KUPANG, Seluruh program pekerjaan pembagunan dan peningkatan jalan – jembatan untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada anggara APBN tahun 2016 hingga pertengahan Juni seluruhnya masih dipending, karena Balai jalan nasional Wilayah 8, (Bali, NTT dan NTB) masih menunggu proses pemeriksaan administrasi oleh Inspektorat Kementerian Pekerjaan  Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR).

Hal ini diungkapkan Kepala Balai jalan nasional Wilayah 8, (Bali, NTT dan NTB) Ir. Syaiful Anwar kepada wartawan usai memimpin rapat bersama seluruh Satker Dan PPK di lingkungan balai di kantor Proyek tanah merah, Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang NTT, Rabu 22 Juli 2016 sekitar pukul 14.30 wita.

Menurutnya, Jika Inspektorat Jenderal telah mengeluarkan surat resmi Untuk melanjutkan seluruh pekerjaan tahun 2016 maka balai siap untuk melaksanakannya. “sampai sekarang kita masih tunggu instruksi dari Inspektorat Jenderal Pekerjaan Umum karena Irjen yang melakukan pemeriksaan, kita balai hanya sebagai pekerja dan hanya menunggu saja, jika sudah ada instruksi maka kita tinggal eksekusi saja, “ungkap Syaiful.

Ia mengatakan, sejumlah proyek tahun 2016 di Balai yang sedang berjalan adalah pekerjaan paket rutin atau Pemeliharaan di masing-masing wilayah Satuan Kerja (satker), namun untuk pekerjaan pembangunan dan peningkatan belum  bisa di mulai pekerjaan lapangan tersebut. “Kita di instruksikan untuk tidak beraktifitas selama masih dalam proses pemeriksaan oleh Inspektorat.” Kata Syaiful.

Ketika disingung terkait dengan  sejumlah proyek yang telah selesai tender dan proses pekerjaan lapangan namun atas perintah Inspektorat jenderal seluruh pekerjaan harus dihentikan, ia mengunkapkan permintaan itu di berikan melalui surat resmi kepada seluruh satker di balai Jalan nasional delapan untuk hentikan pekerjaan di lapangan tersebut, “Jadi intinya kita hanya  ikut saja perintah dari kementrian. Karena kita ini  hanya pelaksana saja,” unjar Syaiful. (*hayer)