AMON DJOBO MINTA JANGAN PINDAHKAN ALQUR’AN TUA KARENA MILIK ORANG ALOR


Jumpa Pers bersama Bupati Alor Amon Djobo dan Kadis Pariwista NTT

Jumpa Pers bersama Bupati Alor Amon Djobo dan Kadis Pariwista NTT

Zonalinenews, Kupang. Jumpa Pers Bupati Alor Bersama Media Masa Dalam Rangka Rapat Koordinasi Nasional Gerakan Pembangunan Daerah Perbatasan (RAKORNAS GERBANGDUTAS), Expo Alor, Sail Alor, Festival Budaya Lamaholot dan Alor Karnaval III diadakan pada hari Selasa 2 Agustus  2016 pukul 16.00 wita di Kantor Pariwisata NTT, Kupang. Hadiri dalam acara tersebut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Alor Florence Gorangmau, Bupati Alor. Bupati  Amon Djobo  dalam kesempatan tersebut mengatakan Expo Alor ke-X sebagai kegiatan untuk menunjukkan identitas kepada orang lain bahwa inilah orang Alor dan juga memberikan harapan dorongan dan perhatian kepada masyarakat.

Expo Alor ke-X diduniakan dengan potensi Alor dipromosikan untuk menunjukkan kehormatan orang Alor. Potensi ekonomi dan lokal yang utamanya dipentaskan melalui Expo Alor ke-X.Amon Djobo melanjutkan Alor punya al Qur’an tua yang terbuat dari kulit kayu yang saat ini siapapun diizinkan oleh penjaganya untuk boleh melihatnya. Al Qur’an itu saat ini sudah dibuat rumah khususnya dan di depan disimpan kotak amal.

Sementara itu saat ditemui Zona Line News terkait wacana pemindahan tempat Al Qur’an Tua, Amon Djobo mengatakan Alor punya destinasi wisata yang berpotensi besar terhadap kemandirian Alor yakni wisata pegunungan dan wisata religi Al Qur’an Tua. Kedua destinasi wisata ini sedang dalam perencanaan Pemerintah Daerah Kabupaten Alor.

“Itu Al Qur’an itu mau dipindahkan kemana lagi. Itu orang Alor punya yang kebetulan dipercayakan kepada pemiliknya untuk menjaganya. Jadi wisatawan yang datang lihat al Qur’an, datang dan di situ ada kotak sumbangan dan dibutuhkan kerelaan para wisatawan untuk memberikan sumbangan. Sebagai biaya perawatan Al Qur’an dan rumah penjaganya. Jadi Al Qur’an itu sudah tidak bisa dipindahkan tempatnya kemana – mana lagi. Jangan pindahkan Al Qur’an Tua karena milik orang Alor,” ucap Amon. (*mortal)