Jurnalis Ende Desak Usut Tuntas Pengancaman Wartawan di Nagekeo


Lawan Premanisme Terhadap Pers

Lawan Premanisme Terhadap Pers

Zonalinenews, Kupang- Masyarakat Jurnalis Ende (Maju) kepada redaksi media ini per telepon tanggal 12 November 2016 menyampaikan pernyataan sikap mengecam keras tindakan pengancaman Wartawan Sergap NTT Patrick Jawa saat melaksanakan tugas liputan lapangan di wilayah Desa Rendu Butowe Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo, Flores-Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pernyataan ini disampaikan Simon Welan, Jurnalis Sebelas Maret dan Perwakilan Masyarakat Jurnalis Ende. Selain mengecam keras tindakan pengancaman kepada Wartawan, Masyarakat Jurnalis Ende melalui Simon Welan menegaskan sikap mendesak Kapolres Ngada AKBP. Andy Nurwandy, S.I.K mengusut tuntas serta memproses kasus yang menimpa Wartawan Sergap NTT Patrick Jawa di Kabupaten Nagekeo.

“Masyarkat Jurnalis Ende mengecam keras tindakan aparat yang mengancam Jurnalis dalam menjalankan tugas. Masyarkat Jurnalis Ende mendesak Kepolisian Polres Ngada kepemimpinan AKBP. Andy Nurwandy, S.I.K wajib mengusut tuntas dan memproses pelaku atas perbuatannya. Ancaman terhadap Jurnalis harus diproses sesuai ketentuan dan pihak Kepolisian harus profesional tuntaskan perkara ini”, tegas Simon Welan.

 Diberitakan sebelumnya, Ancam Wartawan ‘Oknum Pol PP Nagekeo, Nandus Dipolisikan. Anggota Satpol PP Kabupaten Nagekeo, Nandus resmi dilaporkan Wartawan Sergap NTT, Patrick Jawa di Mapolsek Aesesa Kabupaten Nagekeo dengan Nomor Laporan Polisi (LP) : LP/112/XI/2016/NTT/Res Ngada/Sek.Aesesa, Tanggal 11 November 2016, diterima Bripka Rahmat Hidayat. Nandus yang pada saat kejadian diduga berperan sebagai algojo lapangan untuk menghalangi bahkan mengancam pukul Wartawan Sergap NTT Patrick Jawa, kini berurusan dengan hukum dan terancam masuk bui demi tegaknya supremasi hukum atau juga sebagaimana penegasan Undang-Undang Pers serta pidana perbuatan kekerasan dan ancaman terhadap seseorang.

Konfirmasi media ini ke Polsek Aesesa tanggal 11 November 2016 terkait proses berkas Laporan Wartawan Patrick Jawa, Kapolsek Aesesa Kompol. Jamaludin, melalui telepon menginformasikan dirinya masih berada di wilayah Desa Rendu Butowe Nagekeo sehingga belum mengetahui perihal laporan Wartawan ke Polsek Aesesa. “Saya masih berada di Rendu jadi belum tau soal adanya laporan itu Pa”, ungkap Kapolsek Aesesa Kompol. Jamaludin. Desakan kepada pihak Polres Ngada mengusut tuntas kasus pengancaman wartawan dalam peristiwa ini juga datang dari sejumlah Jurnalis beberapa daerah lain. Polres Ngada diminta segera memproses pelaku serta mengusut tuntas perkara ini. (*wrn)