Kegatian Bersih Pantai Ketapang Satu Kupang

Ketapang Satu Itu Pantai Bukan Tempat Sampah


Kegatian Bersih Pantai Ketapang Satu Kupang

Kegatian Bersih Pantai Ketapang Satu Kupang

Zonalinenenws-Kupang, Gencarnya promosi tempat-tempat wisata, kadang tak diiringi kesadaran pengunjung untuk menjaganya. Melihat keadaan terkini salah satu pantai di Kota Kupang yakni Pantai Ketapang Satu yang berada di jantung kota, tempat nongkrongnya anak-anak muda, Komunitas Beta NTT sangat menyesal dengan keadaan pinggiran pantai yang dipenuhi dengan sampah yang berserakan. Prihatin dengan keadaan ini, Beta NTT menggugah masyarakat setempat dengan melakukan kegiatan gerakan pungut sampah bertemakan ‘BETA BERSIH BETA INDAH’. Jumat, 18 November 2016.

“Ini kali kedua kami melakukanaksipungutsampah di tempat ini. Bulan lalu, kami juga bersihkan tempat ini, namun sayang, personil kami sangat kurang sehingga tidak maksimal. Untu kitu, saat ini, kami melibatkan masyarakat setempat, ABRI dan Polri,” ungkap Zul Zola, salah satu tim survey Beta NTT usai kegiatan.

Menurutnya, Beta NTT juga mengundang semua komunitas yang ada di Kota Kupang khususnya komunitas yang peduli akan pariwisata di NTT untuk turut berpartisipasi dalam aksi pungut sampah ini, namun hingga hari H, konfirmasi yang ditunggu tak kunjung datang, selain dari komunitas Aksi Untuk NTT dan 1000 Guru.

                Lurah Tode Kisar, Margarita Nalle, menyambut gembira kegiatan dimaksud. “Saat ini kita telah memasuki musim penghujan dimana sampah-sampah harus dibersihkan lebih dari biasanya. Dengan adanya inisiatif dari Beta NTT, dalam mendukung warga Kota Kupang, khususnya pengunjung pantai Ketapang Satu untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama kebersihan pantai Tode yang meskipun setiap hari Jumad dibersihkan namun tetap saja kotor dikarenakan pengunjung yang membuang sampah tidak pada tempatnya, saya sebagai lurah di areal ini sangat mendukung kegiatan ini,”ungkap Margarita.

Di tempat berbeda, Letda Infantri Andy Irwan Aminullah, KomandanPleton, Batalyon 743 yang bermarkas di Benteng mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bagus dan merasa bangga karena pletonnya bias dilibatkan dalam aksi ini.

“Saya sangat respon dan mendukung sekali dengan aksi ini. Saya mendapat telepon pemberitahuan tentang undangan pembersihan pantai bersama Beta NTT dari atasan saya dan saya di suruh untuk memimpin, saya langsung menyahut, Siap!!,” jelasnya bersemangat.

“Undangannya jam 3 (tiga) sore, tapi saya suruh datang jam 2 (dua) saking antusiasnya saya, “lanjutnya tertawa lepas.

Menurut Irwan, sangat miris melihat pantai yang bagus di tengah kota dipenuhi dengan sampah di mana-mana. Padahal pemerintah sudah membangun dan mempersiapkan tempat ini sebagai sarana rekreasi bagi masyarakat dengan baik. Rasa pedulidan rasa memiliki yang tinggi membuatnya ikut turun tangan untuk terjun langsung membersihkan pantai bersama rekan-rekannya.Dan sebelum meninggalkan lokasi, Irwan menitipkan pesan kepada Beta NTT untuk terus meningkatkan kepeduliannya terhadap kebersihan tempat-tempat pariwisata di NTT khususnya di kota Kupang.

                Senada dengannya, Daniel Sepang, mewakili Kapolsek Kelapa Lima menuturkan rasa sesalnya ketika melihat sampah-sampah yang berserakan dan sangat tidak sedap untuk dipandang. “Ketika saya tiba di tempat ini, saya begitu kesal melihat sampah dimana-mana. Sampah plastik, botol, rumput-rumput yang notabene sangat merusak pemandangan,”ungkapnya dengan kesal. Harapannya kedepan agar komunitas Beta NTT tidak berhenti dan terus melakukan kegiatan rutin membersihkan tempat-tempat wisata dan harus melibatkan masyakarat untuk pedu i terhadap kebersihan lingkungan.

                Pantauan Zonalinenews, aksi pungut sampah berhasil dilakukan meski didera hujan yang turun tiba-tiba namun semua peserta tetap semangat memungut sampah hingga tuntas. Kurang lebih 50 orang (TNI, POLRI, BETA NTT, 1000 GURU, AKSI Untuk NTT dan masyarakat setempat) terlibat dalam aksi ini. Terlihat pula papan-papan peringatan dipasang oleh anak-anak Beta NTT dengan pesan yang menunjukkan kekhasan Bahasa Melayu Kupang, seperti; Lu Buang Sampah, Kotong 2 Putus dan Beta Bersih Beta Indah.

“Kami sengaja memilih kata-kata sederhana dan menggunakan Bahasa Kupang agar anak-anak muda Kota Kupang dapat memahami dengan baik maknanya dan berharap agar pesannya sampai, berterima dan dilakukan oleh si pembaca,” jelas Geri Saba, anggota tim survey beta NTT usai kegiatan.

Kegiatan gerakan pungut sampah dimaksud diakhiri dengan fotobersama dan menyantap pangan lokal di lokasi. (*Yayang)