IMM NTT TEGASKAN JANGAN MENSTIGMATISASI GERAKAN KONTROL IMM


Muhammad Hasby Arsad

Muhammad Hasby Arsad

Zonalinenews, Kupang. Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Nusa Tenggara Timur Muhammad (IMM NTT) Hasybi Arsyad angkat bicara soal tindakan – tindakan yang sering diambil oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dalam merespon setiap persoalan di Kampus Universitas Muhammadiyah Kupang.

“Jangan coba – coba menstigmatisasikan bahwa tindakan yang sering diambil oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dalam merespon setiap persoalan di Kampus Universitas Muhammadiyah Kupang baik itu dengan audiens, aksi demonstrasi dan lainnya adalah tindakan merusak nama baik lembaga Universitas Muhammadiyah Kupang,” ucap Hasybi kepada Zona Line News pada Sabtu 11 Maret 2017 pukul 08.00 wita di Kayu Putih, Kupang.

Menurut Hasby Arsyad, tindakan yang sering diambil oleh IMM adalah fungsi kontrol IMM terhadap kerja – kerja lembaga Universitas Muhammadiyah Kupang, karena Universitas Muhammadiyah Kupang memakai nama Muhammadiyah maka Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah sebagai anak kandung persyarikatan Muhammadiyah memiliki tanggungjawab moril untuk menyikapinya apabila ketika ada kekeliruan yang dilakukan oleh pimpinan birokrasi kampus Universitas Muhammadiyah Kupang.

Selain itu lanjut Hasybi, IMM adalah organisasi otonom Muhammadiyah dimana di dalamnya dituntut oleh konstitusi organisasi agar tidak membiarkan pelanggaran – pelanggaran dicoba untuk ditutup – tutupi hanya karena ingin menciptakan suasana yang damai – damai saja seolah – olah dalam pada itu tidak terjadi persoalan apa – apa.

Tuntutan konstitusi IMM lanjutnya adalah menyuarakan penegakkan kebenaran dan hukum – hukumnya meskipun langit akan runtuh, darah tertumpah dan nyawa taruhannya.

“Kami anak kandung Muhammadiyah, sehingga kami harus menyuarakan kebenaran jika ada penyimpangan dalam perjalanan birokrasi persyarikatan, apalagi amal usaha Muhammadiyah seperti Kampus Universitas Muhammadiyah Kupang,” tegasnya.

Kebenaran dijelaskan Hasybi dalam hal ini adalah yang sesuai dengan konstitusi Persyarikatan Muhammadiyah dan Amal Usaha Muhammadiyah.

“Sehingga sangat tepat sekali jika IMM turun dan menyikapi setiap persoalan – persoalan penyimpangan di Kampus Universitas Muhammadiyah Kupang. Dan jangan coba – coba menstigmatisasi yang tidak – tidak,” tegas Hasybi.

Selain itu, lanjut Hasybi, dari tahun ke tahun IMM selalu melakukan aksi – aksi demonstrasi ketika muncul persoalan penyimpangan, bahkan sampai pada tindakan penyegelan kampus maupun ruang – ruang kampus, namun buktinya dari tahun ke tahun jumlah mahasiswa Kampus Muhammadiyah Kupang meningkat dan nilai akriditasi berbagai jurusan juga mengalami peningkatan.

“Itu karena sikap IMM ketika ada persoalan itu sangat positif sebagaimana mestinya watak mahasiswa. Itulah yang namanya demokrasi kampus, sehingga calon mahasiswa yang sadar cenderung tertarik memililih kampus seperti itu untuk berkuliah. (*mortal)



TAG