Anastasya Bunga Gawen

Waspada, Uang Palsu Beredar Di Sikka Flores


Anastasya Bunga Gawen

Anastasya Bunga Gawen

ZONALINENEWS.COM- MAUMERE,Belakangan ini masyarakat pedagang di Kabupaten Sikka dihebokan dengan peredaran uang palsu di pasaran. Kondisi ini dialami sejumlah pedagang eceran dan penjual sayur di Kota Maumere.

Anastasia Bunga Gawen (42), pedagang eceran di samping Rumah Sakit T.C Hillers Kabupaten Sikka salah satu korban uang palsu. Dirinya di datangi beberapa orang untuk membeli barang jualannya. Mengingat banyak orang yang berbelanja, ia tak memperhatikan beberapa lembar uang kertas bernilai 50 ribu rupiah.

Menurutnya, bentuk dan ukuran uang tersebut persis uang asli. Ia tak lagi menerawang uang yang diterima dari pembeli sebungkus rokok. Uang tersebut baru diketahui palsu, saat membayar uang pulsa yang diorder.

“Saat kembali ke rumah, saya mendapat telepon dari penjual pulsa. Disampaikan bahwa ada uang palsu yang saya serahkan saat membeli pulsa di agennya. Saya penasaran lalu mendatangi agen pulsa teman saya” katanya kesal.

“Mama, ini uang palsu mama. Coba mama terawang dulu. Benarkan..?,” kata Anastasia mengulangi pernyataan pemilik agen pulsa tersebut.

Tak puas dengan penjelasan penjual pulsa, Anastasia lalu mendatangi karyawan BRI Unit Pahlawan di Jalan Anggrek Kota Maumere.

“Mama, ini benar uang palsu. Mama, kalau ada yang belanja, mama terawang dulu ee,” kata salah satu karyawan bank kepadanya.

Kepada media ini, Anastasia mengaku kejadian tersebut dialami sejak awal tahun 2017. Selain uang kertas 50 ribu, ada juga uang kertas 20 ribu dan 100 ribu.

“Saat orang ramai datang belanja, saya tidak memperhatikan lagi. Saya berharap agar para pedagang di Kota Maumere waspada akan peredaran uang palsu ini,” harapnya.

Sebelumnya, hal yang sama ini dialami beberapa pedagang di Pasar Alok Maumere. Seorang ibu yang mengaku bernama Maria pernah mengalami fakta beredarnya uang palsu tersebut.

“Waktu itu saya datang jual sayur, umbi dan kelapa. Banyak orang datang untuk membelinya. Karena orang ramai belanja, saya tidak perhatikan dengan baik. Saya terima uang langsung isi di tas. Saat mau kembali ke kampung, saya beli ikan. Penjual ikan bilang uang 50 ribu itu palsu,” kisahnya. (*nes)