Mengejutkan, Kabupaten Flores Timur “Kantongi” 536 Kasus HIV/AIDS


Foto Sekda Tes Urin

Foto Sekda Tes Urin

Zonalinenews.com-Larantuka, Kabupaten Flores Timur merupakan Kabupaten kepulauan mencakup pulau Adonara dan Solor dengan jumlah penduduk 284.934 jiwa per Juni 2017 yang tersebar di 19 Kecamatan dan 250 Desa/Kelurahan sampai Desember 2016 mengantongi data kasus HIV/AIDS sebanyak 536 kasus teridentifikasi.

Hal ini terungkap dalam pernyataan Muhammad Nur Kepala Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Jumad,11 Agustus 2017  ketika memberi sambutan pada kegiatan pelaksanaan Tes Urine PNS Lingkup Pemerintah Kabupaten Flores Timur.

“Jangan dipikir kita di Flotim ini diam-diam saja. Berdasarkan data BNNP, Desember 2016 jumlah HIV/AIDS di Flotim sebanyak 536 kasus,”.

Muhammad juga menyebutkan dari angka tersebut yang , orang meninggal HIV/AIDS di Flotim 123, hidup 433 orang dari total  536 kasus, dari angka tersebut penularan HIV/AIDS melalui jarum suntik yang penggunaannya sering berganti-ganti adalah penyumbang terakhir,” ucap Muhammad.

Masih menurut Muhammad, anak-anak remaja usia SMP dan SMA adalah  yang paling rawan karena selalu punya rasa ingin tahu terhadap hal-hal baru. Untuk itu ia, mengharapakan agar peran serta perhatian serius para orang tua terhadap lingkungan pergaulan anak terus di pantau perkembangannya sehingga tidak merugikan anak sebagai generasi penerus bangsa.

Lebih jauh Kepala Badan Narkotika Nasional Propinsi berkali-kali mengapresiasi apa yang telah dilakukan Pemda Flotim

“Saya apreasi Pak Seda mewakili pak Bupati. Kedepannya terus dilakukan secara periodik,”.

Menanggapi apa yang disampaikan Muhammad Nur selaku Kepala BNNP, Antonius Tonce Matutina, BA, bertekad melakukan kegiatan ini secara periodik tidak saja di kalangan ASN tapi melibatkan seluruh masyarkat Flores Timur.

“Kita akan Lakukan periodic. Tidak hanya PNS, kalau bisa seluruh masyarakat. Flotim harus bebas Narkoba,”tuturnya.

Sekda Tonce akrab disapa, mengatakan kegiatan Tes Urine PNS Lingkup Pemda Flotim berangkat dari keprihatinan masa depan generasi muda Lamaholot yang sejalan dengan Misi kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Anton Hadjon-Agus Boli “Selamatkan Orang Muda Flotim”  serta sesuai dengan tugas dan tanggungjawab Pemerintah Kabupaten/Kota dalam Peraturan Mendagri Nomor 21 Tahun 2013 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika. (*Bony/Ritha).