IMM dan Pemuda Muhammadiyah Alor Soroti Dana Aspirasi 60 M

Demo IMM dan pemuda muhammadiyah

Demo IMM dan pemuda muhammadiyah

Zonalinenews-Kalabahi,- Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)  dan PDPM Alor Menggelar Aksi didepan Kantor Bupati Dan DPRD Kabupaten  Alor Yang terletak di Batunirwala Kalabahi, Rabu, 27 september 2017.

Puluhan orang yang tergabung dalam ikatan mahasiswa Mahasiswa muhammadiyah (IMM) dan PDPM Alor Yang diketuai Rifai Isa dan Muhammad Abdullah dalam aksinya  menyoroti persoalan terkait  penetapan dana Aspirasi sebesar 60 Milyar  dan dibatalkan  oleh mendagri dalam acara bimtek 30 Anggota DPRD Kab Alor di jakarta pada 18 September  2017 lalu.

Dalam   Orasi  Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten  Alor. (IMM ) Try Setiawan  menegaskan persoalan ketimpangan sosial terjadi di Kabupaten  Alor ditengah munculnya Alokasi Anggaran 60 milyar .

IMM dan Pemuda Muhammadiyah Alor saat berdialog dengan DPRD Kabupaten Alor

IMM dan Pemuda Muhammadiyah Alor saat berdialog dengan DPRD Kabupaten Alor

Pantauan Zonalinenews  Aksi tersebut berakhir dengan pernyataan Aksi   disampaikan di depan 9 orang Anggota DPRD Kabupaten  Alor yang menerima para Aksi dari IMM dan PDPM  Di ruang sidang DPRD Kabupaten  Alor.

Ketua PDPM Alor Muhammad Abdullah menyampaikan,  kondisi  masyarakat dalam keadaan susah  untuk memperjuangkan hidupnya agar  bisa keluar kemiskinan , malah Anggota DPRD yang terhormat  membahas dan menetapkan alokasi dana Aspirasi sebesar Rp.60 milyar.

“ Ini dana yang sangat luar biasa  dan fantastic,” ujar Muhammad Abdullah .

Pamtauan zonalinenews dalam pertemuan terbuka  tersebut IMM memberikan Kado berisi ” pisang rebus yang dicicipi oleh Ketua DPRD dan 8 Anggota DPRD Kab Alor yang sempat hadir .

Dijelaskan  Pimpinan Cabang IMM kabupaten  Alor Rifai Isa, bahwa pisang rebus adalah realita makanan sehari-hari masyarakat Kabupaten  alor yang kebayakan susah, untuk itu DPRD harus merasakan kesusuhan mereka dengan mencicipi pisang tersebut, sehingga bisa berpikir untuk mensejahterakan rakyatnya bukan berpikir untuk meningkatkan kesejahteraan sendiri.

Pada kesempatan tersebut IMM dan PDPM Alor yang bergabung dalam Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) mengkritisi Perjuangan Anggota DPRD Dalam proses usulan , penetapan dan pengawasan dana Aspirasi Sebanyak Rp 60 milyar dan dibatalkan oleh mendagri menurut angkatan muda tidak sejalan dengan tugas DPRD sebagai wakil Rakyat.

“Apakah ini yang namanya memperjuangkan ASPIRASI Masyarakat ? Atau menginspirasi Masyarakat untuk membayar PAD lewat Retribusi dan pajak Agar uang dari rakyat  dipakai dalam membiayayai sidang usulan , pembahasan hingga pembatalan, ? Tanya Muhammad Abdullah .

Angkatan Muda Muhammadiyah ( AMM) Kab Alor juga membacakan Pernyataan Sikap Yang berisi 5 pokok point Kepada Bupati da. DPRD Kab Alor Antara lain : 1.dalam penetapan Anggaran Harus berdasarkan Tupoksi dan tanpa adanya tekanan dari berbagai pihak /Imbal zasa. 2.dalam penetapan Retribusi Harus melihat kondisi Rill Masr.3. Melakukan Evaluasi dan pengawasan dana Aspirasi sesuai Aturan dan melibatkan Aparat penegak hukum. 4. Mengevaluasi serta Mengawasi semua kebijakan pemerintah DPRD yang Bersentuhan  langsung dengan Masyarakat 5. Melibatkan semua unsur Masyarakat, Lsm, Okp, ormas dan pers guna mendiskusikan peluang dan tantangan daerah setiap triwulan sekali. (*Bustami)