Jefri : Pemkot Kupang Sebelumnya Pernah Terima Penghargaan Palsu

foto walikota kupang jefri riwu kore

foto walikota kupang jefri riwu kore

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang yang lalu dibawa kepemimpinan Walikota Kupang Jonas Salean pernah menerima penghargaan sebagai pemerintahan dengan pengelolaan keuangan terbaik oleh salah satu lembaga yang mengatasnamakan salah satu Universitas ternama di Indonesia. Namun, penghargaan tersebut adalah penghargaan palsu karena untuk mendapat penghargaan itu Pemkot Kupang diminta untuk memberi sejumlah uang kepada lembaga tersebut. Hal ini dikatakan Walikota Kupang Jefri Riwu kore kepada wartawan di kediamannya, Senin 4 September 2017 sekitar pukul 13.30 wita.

Menurutnya, penghargaan serupa kedua kalinya diberikan kepada Pemkot Kupang. Namun, penghargaan tersebut di tolaknya karena penghargaan palsu. “Penghargaan itu adalah penghargaan palsu. Apa ada penghargaan yang kita harus setor sejumlah uang dahulu baru penghargaan itu kita dapat. Hal ini sangat tidak benar sehingga mereka ingin tipu kita kedua kali. Tetapi saya juga bukan orang bodok yang mau percaya begitu saja maka itu saya tolak biar kita tidak dapat penghargaan juga tidak apa – apa,” ungkap Jefri.

Ia mengatakan, Pemkot Kupang saat ini belum lanyak mendapat penghargaan sebagai pemerintahan dengan pengelolaan keuangan terbaik karena pengelolaan uang yang masih amburadul. “Untuk penghargaan Kota Kupang sebagai pemerintahan dengan pengelolaan keuangan terbaik, Kota Kupang sangat belum layak karena saya sendiri sudah pantau cara pengelolaan keuangan kita dan ditambah lagi infornasi yang saya dapat dari beberepa pejabat itu pengelolaan keuangan kita masih amburadul. Maka itu saya melarang mereka untuk pergi menerima penghargaan tersebut. Apa lagi penghargaan dengan menyetor sejumlah uang ke mereka,” kata Jefri.

Dijelaskan, awalnya dirinya sudah menyetujui ketika disampaikan bahwa pemerintah Kota Kupang akan mendapat penghargaan, dan dirinya akan mengutus pejabat yang akan menerima penghargaan tersebut.  namun ketika dirinya membaca soal penghargaan yang akan diterima, terus ditambah pemerintah Kota Kupang harus memberikan kontribusi berupa uang untuk mendapat penghargaan tersebut, maka dirinya memutuskan untuk menolak penghargaan tersebut.”Ini penghargaan palsu. Masa kami harus memberikan kontribusi baru dapat penghargaan. Yang jelas ini penghargaan abal-abal dan selaku Walikota yang memimpin daerah ini, jelas saya menolaknya.” papar Jefri.

Ia menambahkan, dirinya baru akan menerima penghargaan, jika penghargaan tersebut diberikan berdasarkan penilaian yang akurat berdasarkan kinerja yang baik dari pemerintah Kota Kupang, serta tidak disertai embel-embel lain, termasuk kontribusi berupa uang. (*hayer)