Lemah Pengawasan, Truck Sampah Lingkungan Hidup Diduga Berkeliaraan di Luar Rute

Mobil Truck  Operasional

Mobil Truck Operasional

Zonalinenews.com-Larantuka, Mobil Dump Truck pengangkut sampah EB 9508 VN, milik Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Flores Timur  ditemukan warga setempat Kamis,  24 Agustus 2017 terlihat tengah parkir tanpa melakukan aktifitas di daerah Waklibang Kecamatan Tanjung Bunga

Keberadaan mobil berplat merah milik Dinas Lingkungan Hidup, berada jauh  dari Lokasi  Tempat Pembuangan Akhir  (Delang) dimana   seharusnya mobil tersebut bertugas mengangkut sampah di dalam kota Larantuka, lapor AW warga setempat via Handphone kepada Zonalinenews Kamis, 24 Agustus 2017.

Membuktikan kebenaran laporan dari warga, wartawan media ini meluncur ke tempat dimaksud dan menemukan Truck  sampah masih berada di Waikliban Kecamatan Tanjung Bunga seperti yang dituturkan warga.

Keberadaan mobil sampah yang tidak sesuai dengan jalur jelas sangat merugikan dan merupakan pemborosan BBM karena,    jauh dari fungsi dan tugas sesungguhnya hingga  menjadi pemandagan miris warga.  Pasalnya dalam berbagai kesempatan Rakoor  bersama Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur serta Forkompinda,  Kepala Dinas Lingkungan Hidup  Petrus Pedo Maran mengatakan  salah satu alasan belum terangkutnya sampah pada berbagai TPS (tempat pembuangan sampah) di dalam kota disebabkan masih minimnya armada pegangkut sampah. Hal ini dikatakan Yance Diaz 53 th warga Amagarapati Kecamatan Larantuka kepada Zonalinenews, Sabtu 16 September 2017.

Selain Mobnas yang ditemukan berkeliaraan di luar rute, Yance mengatakan bahwa hal lain yang  merugikan adalah berdampak  pada membengkaknya biaya BBM  terkait operasional kendaraan dimaksud.

“Oto sampah buang sampah di Delang bukan  di Waiklibang. Ke sana buat apa?  Nanti minyak habis minta uang di kantor. Ini sangat merugikan masyarakat dan pemerintah daerah,”. kata Yance

Yance juga sangat menyesalkan kejadian tersebut, pasalnya Kepemimppian Bupati Anton Hadjon dan Agus Boli tengah gencar-gencarnya melakukan berbagai upaya penghematan terhadap Anggaran Daerah  namun dalam kenyataannya ada beberapa hal kecil yang lolos dari pengawasan dan perhatian  SKPD namun sangat merugikan keuagan daerah.

“jangan lihat ini hal kecil. Bukan soal BBM saja, ban  oto gundul minta, oto rusak biayanya dari Kantor.   Tiap bulan Pemda anggarkan miliaran rupiah untuk biaya operasional kendaraan  Dinas tetapi sayang tidak diperhatikan secara baik penggunaannya  oleh SKPD,”. Sesal Yance.

Tidak saja  menyoroti kinerja   mobil sampah yang keberadaannya tidak sesuai dengan tugas pokok  dan sangat merugikan dari segi Finansial tetapi Yance juga menyoroti  Mobil Dinas dalam lingkungan Pemda Flores Timur yang  penggunaanya tidak sesuai sering terlihat berkeliaraan diluar jam kantor  dan digunakan untuk  berbagai kepentingan pribadi.

“Bukan hanya oto sampah. Oto Dinas lain juga sama, banyaknya yang pake di luar jam dinas. Kalau tidak percaya, pagi-pagi wartawan tunggu di sekolah-sekolah,  oto di  Dinas pake antar anak sekolah, pake belanja ke pasar,’.   Sebut Yance.

Yance sangat berharap  agar penegakan disiplin terkait jam kerja yang digaungkan Pemda, tidak saja diberlakukan kepada ASN melainkan perlu juga mendisiplinkna penggunaan  kendaraan Dinas di luar jam kantor yang jelas-jeals tidak sesuai dengan peruntukan dan sangat merugikan, sehingga berdampak pada penghematan Keuangan  Daerah.

“harapan saya, Pemda  selain disiplinkan jam kerja ASN disiplin kendaraan dinas juga harus dilaksanakan bila perlu setelah penggunaan kendaraan tersebut dikandangkan agar  uang daerah bisa  hemat dan digunakan pada hal penting lainnya,”.  Ujar Ance.

Pantauan Zonalinenews,  Bupati Flores Timur telah mendisiplinkan jam kerja para ASN yang berada di lingkup Pemda Flores Timur   dimana dari hari  Senin-Kamis Pukul 07:00 hingga  Pukul  14:45 sedangkan  Jumad  07:00 hingga 12:30 disela  waktu istirahat dan  dilanjutkan  13:30  hingga 15:45.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup  Petrus Pedo Maran, ketika dikonfirmasi media ini pada Senin 11 September 2017 dijanjikan untuk datang keesokan harinya tetapi ketika didatangi keesokannya Selasa  12 September pukul 8:50 oleh seorang staf mengatakan kalau Kadis  tidak berada ditempat. Ketika media ini meminta NO HP sang Kadis, dengan tujuan agar bisa dikonfirmai via, staf tersebut enggan memberikan,  dengan alasan No HP Kadis tidak bisa diberikan pada sembarang orang. Hal yang sama kembali terjadi di Rabu 13 September 2017. (*Ritha)

iklan expreso


TAG