Mandeg Serap Dana BOS, Kadis Pendidikan Ngada Tegur Penyelenggara Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada, Vinsensius Milo

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada, Vinsensius Milo

Zonalinenews, Ngada – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada, Vinsensius Milo ditemui media ini tanggal Senin 18 September 2017 di ruang kerjanya, didampingi Sekretaris Dinas dan Perangkat Dinas yang mengurus Dana Bos mengungkapkan sejumlah penegasan penting menyangkut pencairan Dana BOS di Kabupaten Ngada, Flores.

Menurut Kadis Vinsensius Milo, sampai mendekati akhir Bulan September 2017 masih terdapat sejumlah Sekolah Dasar dan tingkat SLTP yang belum menyerap Dana BOS walau sudah berulangkali diperingati pihak Dinas untuk segera memenuhi ketentuan dan syarat administrasi.

“Seluruh Kepala Sekolah dan Bendahara Sekolah di Kabupaten Ngada sudah berulangkali diberi peringatan untuk jangan bertele-tele mengelolah dan melaporkan realisasi Dana BOS yang sudah diterima. Meskipun sudah ditegur dan diberi peringatan berulangkali, hingga akhir Bulan September 2017, dari ratusan Sekolah Dasar masih juga terdapat sekolah-sekolah yang baru menyerap Dana Bos Tahab I, sementara saat ini sudah memasuki Pencairan Tahab Empat. Ini artinya Tahab II dan III belum diserap sejumlah Sekolah Dasar.” Tuturnya.

“  Saya pastikan, jika seperti ini model kinerja Kepala Sekolah dan Bendahara Sekolah, mereka harus siap bertanggungjawab sendiri ketika Dana BOS tidak terserap. Persoalannya upaya yang dilakukan Pihak Dinas baik melalui forum resmi, pemberitahuan, peringatan bahkan di Group WA Dinas juga selalu memberi penegasan yang sah, tetapi tetap saja masih ada yang molor seperti ini. Nanti giliran pinalti baru menyalahkan Dinas Theknis. Saya ingatkan bahwa untuk beberapa sekolah yang selalu lalai terancam dipinalti”, tegas Kadis Vinsensius Milo.

Berdasarkan Data yang diturunkan Dinas Pendidikan kepada media tanggal 18 September 2017, sedikitnya masih terdapat 5 (lima) Sekolah Swasta dan 19 (sembilan belas) Sekolah Negeri yang hinga mendekat akhir Bulan September 2017 belum menggenapkan kewajiban administrasi sesuai ketentuan demi terserapnya Dana BOS Tahab II dan Tahab III Tahun 2017.

Terhadap sekolah-sekolah ini, tambah Kadis Pendidikan, menjadi catatan khusus dan akan diberikan peringatan keras.

“Saya ingatkan bahwa sekolah yang bermain-main dengan pemenuhan mekanisme dan tidak sesuai tahaban aturan, sudah menjadi catatan Dinas. Terhadap Dana BOS Tahun 2017 yang saat ini belum dicairkan bagi 5 (lima) Sekolah Swasta dan 19 (sembilan belas) Sekolah Negeri, sudah diperintahkan segera penuhi seluruh berkas administrasi dengan diberi waktu satu minggu tambahan serta pencairannya dilakukan serentak Dua Tahab dicairkan bersamaan, Tahab II dan Tahab III, ”tambah Kadis Vinsensius Milo.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada juga berharap melalui kabar pemberitaan media, pihak penyelenggara sekolah segera membaca dan mengikuti pemenuhan unsur mekanisme demi penyerapan Dana BOS Tahab II dan Tahab III yang saat ini sudah terancam dipinalti, khususnya kepada 5 (lima) Sekolah Swasta dan 19 (sembilan belas) Sekolah Negeri yang dinilai mandeg pengurusan dan lalai memenuhi ketaatan syarat ketentuan Dana BOS. (*wrn)

iklan expreso


TAG