MEMBASMI TERORIS MALARIA

JOSE NELSON M. VIDIGALOleh: José Nelson M. Vidigal, S.KEP;NS ( Tinggal Di Ruteng)

Zonalinenews;- Malaria merupakan sebuah penyakit klasik yang semestinya sudah lama dibasmi. Munculnya program pengendalian yang didasarkan pada penggunaan residu insektisida, penyebaran penyakit malaria telah dapat diatasi dengan cepat. Sejak tahun 1950, malaria telah berhasil dibasmi di hampir seluruh Benua Eropa dan di daerah seperti Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Sementara di Benua Afrika dan beberapa Negara di Asia Tenggara, Indonesia pada khususnya, malaria masih menjadi tempat endemik dan masih merupakan salah satu kasus penyebab kematian hingga saat ini. Sebagai warga NTT yang baik, saya merasa terganggu ketika mengetahui bahwa NTT adalah penyumbang malaria terbesar ketiga untuk Indonesia (hampir 20% dari total kasus malaria di Indonesia) setelah Papua dan Papua Barat.

Malaria adalah sebuah penyakit infeksi yang disebabkan oleh protozoa dari jenis plasmodium yang ditularkan melalui inangnya, yakni nyamuk anopheles betina. Selain menyerang manusia, penyakit ini juga menyerang hewan lain. Awalnya kelenjar ludah nyamuk (sporozoit) plasmodium diinjeksi melalui gigitan vektor nyamuk. Sporozoit yang infektif berimigrasi melalui sirkulasi darah ke sel parenkim hati, dalam sel parenkim hati, sporozoit tersebut membentuk struktur menyerupai kista yang mengandung ribuan morozoit. Setelah dilepas, setiap morozoit menginvasi eritrosit (sel darah merah) dan memakan hemoglobin, pada akhirnya eritrosit ruptur melepaskan heme (pigmen malaria), debris sel, dan semakin banyak merozoit menginvasi eritrosit lain, kecuali jika dihancurkan oleh fagosit. Parasit plasmodium ini kemudian hidup dan berkembang biak dalam eritrosit manusia. Setelah penyakit ini diobati, biasanya masih ada hama malaria yang tertinggal dalam darah. Kehadiran penyakit ini ibaratnya seperti teroris yang sangat klandestin dan oportunis sehingga ketika kondisi tubuh sedang buruk, maka sewaktu-waktu malaria dapat kambuh lagi.

Sampai saat ini dikenal empat jenis plasmodium yakni: Pertama, plasmodium falciparum (jenis malaria yang paling berat) sebagai penyebab malaria tropika atau disebut juga aetivo-autumnal dan merupakan penyebab sebagian besar kematian akibat malaria. Organisme bentuk ini sering menghalangi jalan darah ke otak, menyebabkan koma, mengigau, serta kematian. Kedua, plasmodium vivax sebagai penyebab malaria tertiana (jenis malaria yang paling ringan) dengan gejala demam dapat terjadi setiap dua hari sekali setelah gejala pertama terjadi, dapat terjadi selama 2 minggu setelah infeksi. Ketiga, plasmodium malariae sebagai penyebab malaria quartana memiliki masa inkubasi lebih lama dari pada penyakit malaria tertiana atau tropika. Gejala pertama biasanya tidak terjadi antara 18 sampai 40 hari setelah infeksi terjadi. Gejala tersebut kemudian akan terulang kembali setiap 3 hari. Keempat, plasmodium ovale (jenis malaria yang paling jarang ditemukan) sebagai penyebab penyakit malaria yang hampir serupa dengan malaria tertiana.

Gejala umum yang khas pada penderita malaria yakni terjadi demam panas-dingin, menggigil, sakit kepala, mialgia/nyeri otot, kadang terasa hendak muntah, dan mulas, masa sehat sakit yang berselang-seling (tanda malaria jinak). Limpa penderita malaria membengkak (splenomegali), tetapi akan mengecil ketika telah sembuh. Apabila penyakit malaria terjadi dalam jangka waktu lama (kronik/menahun), maka limpa penderita akan tetap bengkak. Penyakit ini dapat membuat badan lemah, kekurangan darah, dan melemahkan otak. Dalam keadaan yang telah parah, banyak sel-sel darah mati, kemudian ‘sampah’sel darah tersebut akan menumpuk dalam pembuluh-pembuluh darah, misalnya pada pembuluh darah dalam otak dan alat-alat pencernaan. Keadaan ini dapat mengakibatkan penderita pingsan, sakit perut dan diare.

Gejala serangan primer di atas yang tidak diobati selama satu minggu sampai satu bulan atau lebih, maka kekambuhan dapat terjadi lagi dan kemungkinan terjadi kembali secara sporadis selama beberapa tahun. Malaria yang sering kambuh dapat membuat sumber penyakit menjadi kebal terhadap obat yang diminum ataupun yang disuntikkan ke tubuh penderita. Biasanaya penderita langsung menghentikan pengobatan setelah merasa sehat, padahal pengobatannya harus tuntas, misalnya dengan kenine, diminum pagi 2 tablet, siang 1 tablet, dan sore 1 tablet, selama 1 minggu. Setelah sembuh, diharuskan lagi minum 2 tablet seminggu sekali selama 1 bulan (Sari, Sekar, dkk. 2010).

Ada empat faktor yang saling berkaitan hingga terjadinya penularan penyakit  malaria yakni parasit (agen/penyebab penyakit malaria), nyamuk anopheles (vector malaria), manusia (host intermediate) dan lingkungan (environment). Menurut hemat penulis, manusia adalah satu-satunya faktor krusial dari keempat faktor tersebut yang bila diberi pengertian dengan baik dan benar akan berpengaruh pada munculnya ketiga faktor lainnya. Hal utama yang harus ditanam dalam diri manusia itu ialah kesadaran. Kesadaran untuk menjaga kesehatannya saat melakukan perjalanan ke daerah tropis endemik malaria, seperti mau menggunakan kelambu bila tidur/menggunakan repellent/zat anti nyamuk sebelum tidur. Kesadaran untuk berobat bila mengalami gejala malaria seperti disebutkan di atas, kepatuhan untuk meminum obat sampai tuntas sesuai anjuran tenaga medis. Kesadaran untuk menjaga sanitasi rumah seperti penerangan yang cukup dari sinar matahari. Hal ini demikian karena nyamuk anopheles suka pada tempat-tempat lembab, gelap/terlindung dari sinar matahari. Kesadaran membersihkan lingkungan rumah yang kotor. Perlu waspada bahwa nyamuk anopheles dapat berkembang biak ditempat-tempat yang airnya tergenang seperti sawah, irigasi yang bagian tepinya banyak ditumbuhi rumput. Kesadaran memasang kawat kasa pada ventilasi rumah, gerakan pemberantasan sarang nyamuk 3M (menutup, menguras dan mengubur) ala kasus DBD juga perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Saya yakin bahwa tindakan-tindakan sederhana ini bila dilakukan dengan penuh kesadaran tahu dan mau, maka NTT dapat terdegradasi dari papan klasmen 3 besar malaria nasional. Dengan demikian penyakit malaria yang disebut sebagai teroris itu akan musnah dibasmi. Salam sehat NTT-ku.(*)

iklan expreso


TAG