Penyidik Tipikor Polres Ronda Periksa Saksi Tambahan Dana APBDes 2016

Ilustrasi Dana DESA

Ilustrasi Dana DESA

Zonalinenews-RoteNdao,- Kepala Kepolisian Resor Rote NDao, Ajun Komisaris Besar Polisi(AKBP)Murry Mirranda,SIK melalui Unit III Tipikor Satuan Reskrim Polres Rote Ndao sementara ngencarnya melakukan proses penyelidikan atas dugaan pengelolaan dana APDes Desa Lalukoen, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao  hingga September 20117 sampai dengan pemanggilan saksi tambahan

Satuan Reskrim Polres Rote Ndao sedang melakukan Penyelidikan Dugaan terjadinya Tindk Pidana Korupsi tentang Pengelolahan Dana APBDes Desa Lalukoen, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao T.A 2016

Salah satu pengelolah Dana Desa Tahun 2016 lalu yang sekaligus petugas Pendamping PNPM pada pengtelolaan APBDes 2016 sebagai Tim Perencanaan terhadap pelaksanaan sejumlah dana baik untuk pembangunan Fisik dan Non Fisik

Menurut salah satu saksi tambahan yang memenuhi panggilan Penyidik Unit III Polres Rote Ndao, pada Rabu, 20 September 2017 sekitar Pukul 09:00 Wit dengan Nomor Panggilan: B/1071/1X/2017/Res.Rn yang ditujuhkan Kepada Julius Banusu selaku Pendamping Desa sejak Januari –Mei 2016 lalu ketika dikonfirmasi setelah pihaknya keluar dari Ruang Unit III Tipikor Polres Rote NDao, Rabu 20 September 2017 sekitar Pukul 12:30 wit.dengan Tembusan Surat Panggilan di Tujuhkan Kepada, Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT), Direskrimsus Polda NTT

Lebih lanjut Julius Kepada Zonaline News bahwa terkait pengelolahan Dana Desa T.A 2016 yang terampung dalam APBDes pihaknya sebagai pendamping Desa yang masih bertugas sebagai Fasilitator dialihkan dari PNPM ke Pendamping Desa sebagai perencana baik kegiatan fisik dan non fisik pada waktu itu sesuai laporan Tokoh Masyarakat Desa Lalukoen namun soal pelaksanaan pihaknya lebih jauh tidak ketahui karena di gantikan sebagai pendamping sejak 31 Mei 2016.

 Kembali lagi ditambahkan Mantan Pendamping Desa Lalukoen T.A 2016 ini akui untuk kegiatan fisik dan anggaran yang ada dalam pos anggaran Desa Lalukoen itu benar namun pihaknya tidak ketahui lagi soal pelaksanaan selanjutnya yang tidak dapat diselesaikan oleh Kepala Desa Soleman Suy melalui Tim Pengelolah Kegiatan (TPK).

Banusu mengakui  untuk Perencanaan Pembangunan Fisik T.A 2016 melalui APBDes Desa Lalukoen meliputi Rehabilitasi Pembangunan embung di Masobakok, Pembangunan embung baru di Marikama,Pembangunan Jaringan Perpipaan Air Bersih di Dusun Ndukulololin,Pengadaan kawat duri untuk lokasi pertanian di Batukea dan Pengadaan Hand Traktor 1 (satu) Unit

Julius Agustinus Banusu, Warga Rt.18,Rw.9, Dusun Kotabeuk,  Desa Oetefu, Kecamatan Rote Barat Daya mengakui kepada Awak bahwa pihaknya baru saja keluar dari Ruangan Penyidik Unit III Tipikor  dan menjalani Pemeriksaan sekitar Pukul 11:00 sampai dengan 12:35 Wit dan pertanyaan yang diajukan Penyidik Pembantu BRIPOL I. Made Suhendra,SH kepada pihaknya lebih kurang 12 pertanyaan seputar pengelolahan APBDes T.A 2016 dan permintaan sejumlah Data Dokumen baik perencanaan, Penetapan dan pelaksanaan.

Selaku Pendamping Desa Lalukoen Tahum 2016, pihaknya mengakui bahwa sejumlah kegiatan fisik Pembangunan Embung tidak sesuai dengan perencanaan. Kalau dalam petunjuk anggaran dana Desa untuk Pembangunan Embung Baru harus dilaksanakan. Pungkas Agustinus bernada Kesal

Sander Pah Kepada Zonaline News ketika dikonfirmasi terhadap perkembangan penanganan persoalan dugaan penyelewengan Dana Desa sebesar Rp. 1 Miliar lebih sesuai dengan laporan pengaduan Masyarakat Desa Lalukoen, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao sementara berjalan dalam Pemeriksaan para Saksi tambahan meliputi Pendamping Desa T.A 2016 dan Kaur Umum Desa Lalukoen.(*Riyan Tulle)

iklan expreso