Pilgub NTT ‘Koalisi Golkar-Nasdem Memasuki Tahab Finalisasi

Melki Laka Lena

Melki Laka Lena

Zonalinenews, Kupang – Dinamika kajian kebutuhan dalam nota kesepahaman koalisi Partai Politik untuk mengusung Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur menuju Pemilu Kepala Daerah Provinsi Nusa Tenggara, Pilkad Tahun 2018 terus berproses serta memberikan gambaran peluang keputusan rekrutmen dan penentuan dukungan kendaraan politik kepada para bakal calon untuk diusung secara koalisi.

Dari deretan figur Bakal Calon yang akhir-akhir ini terus menghiasi beranda publik Nusa Tenggara Timur, Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar bersama Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasdem misalnya, dikabarkan sudah hampir memasuki fase-fase terakhir penentuan potensi koalisi dan menu pilihan paket calon untuk diusung menuju Pilgub Nusa Tenggara Timur.

Konfirmasi terpisah media ini per telepon, Kamis, Tanggal 21 September 2017, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena merespon informasi ini dan menyampaikan, dalam waktu dekat akan ada pertemuan Golkar-Nasdem di tingkat DPP pusat untuk mendiskusikan bagaimana finalisasi koalisi dua Parpol besar ini.

 “Dalam waktu dekat dilakukan pertemuan Golkar-Nasdem untuk finalisasi, poin koalisi Golkar-Nasdem. Bisa saya informasikan bahwa Victor Laiskodat dari Partai Nasdem dan Nurdin Halid dari Partai Golkar telah membahas Pilkada Nusa Tenggara Timur dan dalam waktu dekat akan bertemu untuk fase lanjutan,” pungkas Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena.

Sementara untuk Komposisi Calon, dari Partai Golkar telah mengusung Melki Laka Lena sebagai Calon Gubernur. Hal ini berjalan seiring dengan petikan hasil Rapat Perdana Pengurus DPD I Golkar yang dihadiri langsung Melki Laka Lena, tanggal 20 September 2017 serta sari aspirasi DPD II Golkar.

Dirampung informasi para media Nusa Tenggara Timur, takaran elektabilitas kader muda Melky Laka Lena dari waktu ke waktu mengalami peningkatan grafik dukungan dan hal ini menjadi salah satu input prosedural Partai Golkar dalam menu kajian pencalonan yang diputuskan oleh DPP Partai Golkar Indonesia. (*red-wrn-tim)

iklan expreso