POL PP Flotim Ciduk Warga Lokal Di Kos-Kosan Esek-Esek

Pol PP LarantukaZonalinennews.com Larantuka, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat. POL. PP) Kabupaten Flores Timur Rabu 20 September 2017 menciduk dan VBD 22 th warga Kelurahan Lokea Kecamatan Larantuka yang berpraktek sebagai WTS.

Terciduknya VBD yang berpraktek di kos-kosan milik Vitalis Langkamau yang beralamat di Kelurahan Puken Tobi Wangi Bao RT.21/RW 07 Lingkungan Tiga Lebao. Hal tersebut dikatakan Antonius Tonce Odjan Kasie. Sarana dan Prasarana Sat. Pol PP kepada Zonalinenews.

Dikatakan Tonce, kronologis penangkapan berawal dari laporan keluarga dekat  VUF yang mendatangi kantor Sat.Pol. PP pada hari yang sama.

Setelah menerima Laporan dirinya sebagai Ketua Tim Operasi Penertiban Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat bersama dengan empat orang anggota Lambertus Benga Ama, Fidelis Metikores, Yakobus Doren dan Yosep Boro Miten Lamablawa langsung bergerak menuju ke alamat dimaksud.

“Dapat laporan dari keluarga, kami langsung ke sana dan benar yang bersangkutan ada di sana. Di lokasi kos-kosan tempat perempuan layani laki-laki atau lokalisasi milik Vitalis Langkamau,”. sebut Tonce

Masih menurut Kasie Parasarana,  setelah berbicara dengan Vitalis, petugas langsung menggelandang VBD dan mengembalikan kepada keluarga.

Penjelasan lebih jauh Tonce kepada wartawan menyebutkan berdasarkan pengakuan VBD ketika ditangkap  dan diinterogasi petugas, wanita beranak dua yang diketahui dari keluarga sudah sebulan menjajakan tubuh kepada para pria hidung belang mengakui secara samar-samar profesi yang digelutinya selama berada di kos tersebut.

“Kami tanya kamu kos di sini kerja apa? Dia bilang: Pak isi sendiri. Pak sudah tahu ini tempat apa,”.  ujar Tonce.

Selain menangkap VBD, wanita yang berasal dari salah satu pulau di Flores Timur pada tempat yang sama, berpraktek juga empat orang wanita  asal Makassar.

“ada 1 warga lokal VBD, juga 4 temannya asal Makassar,”. sebut Tonce datar.

Lebih jauh, Antonius Odjan yang juga Ketua Pemangku Adat setempat mengatakan di Kelurahan Puken Tobi Wangi Bao terdapat dua tempat prostitusi yang kesemuanya milik warga lokal yang sudah sering digrebek  anggota Polisi maupun Pol. PP namun tetap berpraktek.

“Di kelurahan ini, ada dua. satunya milik Talis satunya milik Kus Goran. Sudah sering di grebek tapi brlum tobat”. sebut Tonce kesal.

Dikejar media, soal adanya kemungkinan penyalahgunaan perijinan bangunan kos milik Vitalis, Tonce membenarkan hal tersebut.

“Betul. yang bersangkutan ijin  awalnya adalah buat kandang ayam (beternak ayam potong),”. kata Tonce singkat.

Menyikapi hal ini, Tonce sebagai Petugas Pol. PP serta warga Tabali- Sarotari sekaligus Ketua Pemangku Adat masyarakat Lebao, berjanji dalam waktu dekat segera membagun koordinasi dengan berbagai pihak termasuk Tokoh Agama serta pemerintah dari tingkat RT sampai Kecamatan akan mengambil sikap tegas.

‘dalam waktu dekat dan segera mungkin koordinasikan dengan berbagi pihak baik Gereja maupun, pemerintah untuk ambil sikap tegas, mau ditutup atau bagaimana kita lihat nanti,”. Pungkas Tonce

Data dari Komisi Penanganan AIDS Flores Timur per Juni 2017 Kecamatan Larantuka menduduki angka tertinggi dalam kasus HIV/AIDS sebanyak 68 orang dari total 254 orang sekabupaten Flotim.

Ditengah gencar-gencarnya Kota Larantuka dengan Prosesi Semana Santa sebagai Icon Religius Kota Reinha akan sangat kontras dan disayangkan dengan fakta fimana, kehadiran maupun lokalisasi warga lokal selain warga luar yang berpraktek sebagai Wanita Pekerja Seks Komersial.

Melihat  fenomena ini, dibutuhhkan seluruh stakeholder baik dari pemangku kepentingan Adat, Masyarakat serta Agama dan Pemerintah sudah waktunya bersama-sama mengambil sikap tegas. (*Boney/Ritha)

iklan expreso


TAG