Kota Reinha-Larantuka Perlu Diperdakan

Kota Reinha

Kota Reinha

Zonalinenews.com-Larantuka, Menyimak fenomena serta mengingat berbagai dampak buruk yang bisa saja terjadi dalam lingkungan sosial masyarakat kota Larantuka khususnya kota Reinha maka sudah dipandang perlu adanya produk hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang batas-batas, termasuk hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan di dalam kota Reinha dimana Tuan Ma sebagai Iconya Kota Reinha.

Pernyataan tersebut terlontar dari Cosmas Himalaya penduduk Kelurahan Amagarapati Kecamatan Kota Larantuka Kabupaten Flores Timur kepada Zonalinenews Rabu 4 Oktober di bilangan kawasan pelabuhan Kota Larantuka.

Menurut Cosmas pemikiranya ini tidak sekedar sebuah sensasi melainkan berangkat dari keprihatinan sosial dan fenemona buruk  yang sedang dan tengah terjadi dan menjadi pembicaraan hangat warga kota Larantuka dan seluruh masyarakat Flores Timur.Sebut saja, maraknya lokalisasi bermodus kos-kosan bebasnya penikmat alkohol, maraknya perjudian dengan berbagai modus serta melibatkan ibu-ibu rumah tangga dan remaja usia pelajar sudah sangat buruk dan meresahkan.

“Perlu adanya batas-batas kota Reinha-Larantuka secara jelas dengan diperdakan. Kota Tua-Kota Reinha dan isinya harus jelas dan dindungi.  Apa-apa yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan dalam kota Reinha. Sudah saatnya Kota Reinha diistimewakan, tidak sekedar omong saja,”sebut Cosmas berapi-api.

Menurut Kosmas yang juga Anggota Conferia (Kongregasi Awan Katolik khusus pria) bahwa maraknya perilaku menyimpang yang tengah dipertontonkan di Kota yang dijuluki kota Reinha tidak bisa dianggap sepeleh, namw besar Kota Reinha akan tergerus seiring waktu. Untuk itu perlu mendapat perhatian serius segenap pihak terutama generasi muda.

“Fakta yang ada jangan kita anggap sepi dan sepele. Nama besar kota Reinha akan hilang akibat maraknya prilaku buruk warga kota,”. Sebut Cosmas kecewa.

Lanjut Cosmas, Kota Reinha yang selama terkenal dengan Tuan Ma sebagai simbol Kota Reinha-Larantuka dengan puncak perayaan Prosesi Semana Santa sehingga mampu menyedot perhatian ribuan pesiarah baik Domestic maupun manca negara akan menjadi tidak ada apa-apanya jika masih banyak terdapat persoalan sosial di dalam masyarakat dan menjadi bahan pembicaraan umum.

“sebagai warga Kota Reinha saya dan Anda patut berbangga akan kehadiran ribuan pesiarah. Namun selepas itu kita kembali dengan keadaan yang sebenarnya. Judi marak, prostitusi iya yang mabuk alkohol makin banyak dari remaja sampai orang dewasa. Apa arti semua ini, kalau kita hanya bersih-bersih diri pada moment paskah,”. sebut Cosmas dengan wajah muram.

Masih menurut pria asal Maumere-Sikka yang menetap di  Flores Timur sejak tahun 1978 Kota Reinha sudah sepantasnya dimaknai secara lebih mendalam baik dari perilaku maupun sikap sehingga Kota Reinha menjadi simbol Religius Kota Larantuka.

Lebih jauh Cosmas menggambarkan slogan “Kota Tua Punya Nama” perlu mendapat tempat khusus sehingga mampu memberi cerita lebih dan memiliki ciri khas tidak sekedar bicara lepas.

“Omong kota tua punya nama harus meninggalkan kesan yang baik tidak sekedar simbol,”. sebutnya.

Lanjut Cosmas, dengan diperdakan maka masyarakat bisa tahu secara  jelas batas-batas Kota Reinha sehingga dengan sendirinya perilaku buruk dapat dihilangkan secepatnya.

“Kan jelas kalau ada perda. Mau berbuat buruk silahkan di luar Kota Reinha. Mau Prostitusi, mai mabuk, mau judi jangan di dalam kota.Tolong bersama jaga nama baik Kota Reinha, “. sebut Cosmas penuh harap.

Pemikiran sejalan juga tertuang dari Fransiskus. Menurut warga Kelurahan Lokea sudah saatnya Kota Reinha lebih berbenah sesuai dengan namanya. Pemaknaan Kota Reinha berdasarkan Iman, tidak bisa tidak, karena hal ini berkenaan kesakralan.

“Reinha itukan Ema Rienha (Tuan Ma) sejarah mengatakan itu sehingga kita perlu medeskripsikan dengan iman tidak sekedar saja,”. Jelas Frans

Selain maraknya prostitusi, mabuk-mabukan serta perjudian di Kota Larantuka masalah yang timbul dan menjadi pembicaraan hangat masyarakat Flores Timur dimana terjadi pengrusakan Asesoris serta pemindahan Salib di Makam Keramat Patigrama yang terletak di Kelurahan Amagarapati oleh oknum Guru dan kasusnya kini tengah ditangani pihak Polres Flores Timur.(*Bony/Ritha)