Lay Rohi Akui Terima Uang Kasus 100 Embung Sabu Raijua

Terdakwa Lay Rohi keluar ruangan sidang usai persidangan di pengadilan Tipikor Kupang Rabu 11 Oktober 2017

Terdakwa Lay Rohi keluar ruangan sidang usai persidangan di pengadilan Tipikor Kupang Rabu 11 Oktober 2017

Zonalinenews.com, Kupang – Kepala dinas Pekerjaan Umum (PU) Sabu Raijua, Lay Rohi yang juga terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pembangunam 100 unit Embung tahun 2013 di kabupaten Sabu Raijua senilai Rp5 Milliar mengaku menerima uang senilai Rp73,21 juta di ruangan kerjanya. Uang tersebut diterima dari Organisasi Masyarakat Setempat (OMS) dari dana pekerjaan jalan  Tanajawa – Lobehede.

Hal itu terungkap dalam persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa dipimpin hakim ketua Edy Pramono, didampingi hakim anggota Ibnu Kholik dan Jemmy Tanjung Utama yang digelar di pengadilan Tipikor Kupang, Rabu 11Oktober 2017.

Dikisahkannya, bahwa saat pencairan dana, OMS yang meminta bahwa uang tersebut dititipkan di kantor. Sehingga drinya pun mengiyakan dan  menyuruh sopir mendampingi pencairan serta membawa OMS menghadap ke kantor dengan membawa uang. Lanjutnya, pekerjaan jalan tersebut menggunakan alat dari pemerintah, sehingga uang itu dianggap sebagai operasional alat yang dikerjakan Joni Manu.

“Uang itu dititipkan di ruang kerja Saya. Katanya untuk operasional alat. Disimpan di berangkas kantor dan Saya pegang kuncinya,”kata Lay Rohi.

Terdakwa Lay membantah bahwa penitipan uang tersebut atas inisiatif dirinya. Menurutnya, uang tersebut disimpan di ruang kerjanya karena alasan keamanan.

Sementara majelis hakim Jemmy Tanjung Utama mempertanyakan kenapa uang tersebut dititipkan kepada terdakwa? Jika alasan keamanan kenapa tidak dibayarkan langsung kepada Joni Manu, atau ditransfer melalui rekening Bank? Menjawab pertanyaan majelis hakim, terdakwa tak banyak bicara.

Persidangan ini dihadiri jaksa penuntut umum dari kejaksaan tinggi NTT, S Hendrik Tiip dan Benfrid Foeh. Sementara terdakwa Lay Rohi didampingi kuasa hukumnya Johanes Rihi dan rekan. Tak lupa majelis hakim mengagendakan sidang lanjutan pada Kamis 19 Oktober 2017 dengan agenda tuntutan dari jaksa penuntut umum. (*Pul)