Museum NTT, Peduli Generasi Paham Budaya Lokal

Musem NTT insert Piter Manuk

Musem NTT insert Piter Manuk

Zonalinenews-Kupang,- Kurang lebih 37 tahun sudah Museum Provinsi Nusa Tenggara Timur hadir melayani masyarakat NTT. Upaya revitalisasi yang dilakukan sejak 2014 terus menampakkan hasil. Ini terlihat dari jumlah pengunjung yang semakin bertambah dari tahun ke tahun. Misal, sejak januari hingga oktober tahun ini total pengunjung museum NTT hampir mendekati angka 7 ribu visitor, dan diprediksi akan terus bertambah hingga akhir tahun nanti.

Angka ini terbilang besar dibanding pra-revitalisasi yang setiap tahunnya hanya berjumlah kurang lebih 2 ribu pengunjung. Demikian penjelasan Kepala Dinas Kebudayaan provinsi NTT., Drs. Pieter Manuk. kepada zonaline line news saat ditemui di kantornya, pada Kamis 12 oktober 2017 yang bertepatan dengan Hari Nasional Museum Indonesia.

Museum yang beralamat di Jln. Frans Seda KUPANG-NTT ini kini terus berupaya mengajak masyarakat NTT pada khususnya untuk mencintai ragam pesona budaya masyarakat NTT yang tidak ternilai harganya. Animo para pelajar dari PAUD-SMA/SMK terbilang tinggi. Hal ini tentu patut disyukuri meski perlu sosialisasi yang terus menerus dilakukan oleh pihaknya dan pihak-pihak terkait lainnya untuk menarik minat pengunjung dari kalangan masyarakat umum non pelajar yang terbilang rendah minatnya mengunjungi museum. Ungkap Pieter.

Oleh karenanya, dalam perayaan Hari Museum Nasional kali ini pihaknya berencana akan melangsungkan sebuah event bertajuk “Pekan Kunjungan Museum” pada pekan pertama bulan november mendatang. Harapannya, masyarakat akan menyadari hal-hal penting yang bisa didapatkan dari kunjungan mereka ke museum. Dimana potret masa lalu, masa kini dan bagaimana masyarakat NTT berkiprah di masa mendatang bisa didapatkan di museum sebagai identitas lokal dengan nilai-nilai budaya yang diharapkan mampu menahan masyarakat NTT agar tidak tergerus oleh arus perkembangan budaya dan IPTEK yang melenakan. Tutur Pieter. Pria kelahiran Lembata yang pernah menjadi Pejabat Bupati Lembata beberapa waktu lalu.

Berbagai perbaikan dan upaya peningkatan terus dilakukan oleh pihaknya. Program e-Museum dan Beta Budaya sebagai program berbasis teknologi komunikasi rencananya akan diluncurkan tahun depan guna menjawab kebutuhan masyarakat terhadap berbagai informasi seputar museum NTT. Semua hal ini dilakukan sebagai wujud komitmen menjaga terpeliharanya warisan kebudayaan baik itu dalam bentuk produk masa lalu, maupun aneka  keterampilan lokal yang menurutnya kian tergerus budaya lain, yang jika tidak disikapi secara bijak tentu hanya akan melahirkan generasi yang awam akan keterampilan dan kebudayaan lokal. Jelas Pieter. (*adi)