Pengacara: Yulius Dauzo Kena Denda Kerugian Kasus PT Sasando

bZonalinenews.com, Kupang, – Penasehat hukum Sulaiman Marinus Louk, mengatakan bahwa saksi Yulius M Dauzo bertanggung jawab dengan kasus PT Sasando. Sesuai fakta persidangan Yulius menikmati uang sisa pembelian alat percetakan dan pembuatan kandang ayam yang belum disetor ke kas negara. Sementara terdakwa Sulaiman Marinus Louk telah mengembalikan uang kerugian dari sisa pembelian tersebut.

“Fakta persidangan sampai sekarang uang sisa masih dalam kekuasaan Yulius M Dauzo. Hukuman pembayaran uang pengganti secara yuridis tidak dapat dikenakan kepada terdakwa, melainkan kepada Yulius Dauzo. Sesuai pasal 18 ayat 1 huruf b UU 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,”kata Melkianus Ndaomanu dalam pledoinya yang dibacakan pada persidangan dengan agenda pembelaan terdakwa yang digelar di pengadilan Tipikor Kupang, Kamis 12 Oktober 2017.

Ditambahkannya, uang sisa pembelanjaan mesin cetak dan material kandang ayam yang digunakan oleh terdakwa adalah sebesar Rp104.875.050 telah dikembalikan. Uang tersebut telah disetorkan kembali terdakwa ke kas negara sebelum jaksa melakukan penyidikan perkara ini.

Menurut penasehat hukum terdakwa, tuntutan pidana dan besaran uang pengganti kepada terdakwa sangat di luar kewajaran. Tuntutan tersebut cenderung bersifat emosional disertai rasa kebencian yang sangat mendalam kepada terdakwa. Bukan lagi didasarkan atas profesional sebagai penuntut umum.

Untuk itu, penasehat hukum dari Direktur PT Sasando ini berpendapat bahwa terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan dan tuntutan jaksa penuntut umum. Sulaiman didakwa melakukan korupsi dana penyertaan modal PT Sasando Kupang dengan pagu anggaran Rp2 milliar.

“Memohon majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini, agar berkenan menjatuhkan putusan yang amarnya, membebaskan terdakwa Sulaiman Marinus Louk dari segala dakwaan dan tuntutan pidana Jaksa Penuntut Umum (JPU),”kata penasehat hukum, Melkianus Ndaomanu, yang didampingi Yanto MP Ekon, Rian V Kapitan, dan Harri WC Pandie.

Jalannya persidangan dipimpin hakim ketua Fransisca DP Nino, didampingi hakim anggota Gustap Marpaung dan Ibnu Kholik. Tak lupa majelis hakim mengagendakan sidang lanjutan pada Senin 16 Oktober dengan agenda Replik dari Jaksa Penuntut Umum.

Sebelumnya, Jaksa penuntut umum dari kejaksaan negeri Kupang menuntut terdakwa Sulaiman Marinus Louk dengan pidana penjara selama 6 tahun 6 bulan. Diwajibkan membayar denda kerugian kepada negara sebesar Rp200 juta, subsider 1 tahun penjara.Terdakwa juga dibebankan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp257.247.102, subsider 3 tahun 3 bulan penjara.

Jaksa berpendapat perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 2 jo pasal 18 Undang-undang Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (*Pul)