Puluhan Supir Rental Bandara Datangi Dishub Ende

Para sopir Rental dan mobil rental

Para sopir Rental dan mobil rental

Zonalinenews-Ende,- Puluhan supir yang tergabung dalam perkumpulan supir bandara Kabupaten Ende mendatangi kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ende pada, Jumad 13 oktober 2017. Para supir bandara mendatangi kantor Dishub Ende karena mereka dilarang untuk mengangkut penumpang oleh para supir travel.

Ketua Perkumpulan Supir Bandara Man Toya kepada Zonalinenews.com mengatakan, dirinya bersama para supir bandara menghadap masalah dengan para supir travel. Permasalahan terkait dengan larangan yang dilakukan oleh pihak LLAJR terhadap para supir travel yang mengambil penumpang di bandara. Merasa tidak puas, para supir travel melarang supir plat hitam (mobil rental) untuk parkir di pangkalan travel. ” Kami datang kesini karena kemarin kami dapat masalah karena para mereka melarang kami mobil plat hitam untuk mengangkut penumpang,” ujarnya.

Dia menambahkan, dirinya baru mengetahui bahwa ada larangan mobil plat hitam dilarang mengankut penumpang. Padahal dalam undang-undang jelasnya, ada dua izin yaitu izin angkutan umum dan izin angkutan khusus. ” Dan angkutan khusus itu adalah kami, mobil plat hitam. kami ini adalah angkutan khusus. Jadi kami heran kenapa travel melarang kami untuk mengangkut penumpang,” ujarnya.

Atas permasalahan antara supir travel dan supir rental tersebut, Man Toya bersama supir travel lainnya ingin mencari tahu aturan yang melarang supir plat hitam mengangkut penumpang. ” Bukti aturan hukumnya mana yang melarang kami plat hitam mengangkut penumpang. Kami minta sypaya dinas untuk menjelaskan kepada kamu,” jelasnya.

Kepala Bidang Perhubungan Darat pada Dishub Ende, Ibrahim mengatakan, menurut Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26 Taahun 2017 tentang penyelenggaraan angkutan kendaraan bermotor tidak dalam trayek. ”  Contoh tadi itu seperti travel. Travel itu tidak dalam trayek Pak. Travel itu angkutan orang tidak dalam trayek. Kalau trayek itu seperti dari terminal sampai tempat tujuan,” jelasnya.

Dia menambahkan, untuk mobil plat hitam, dirinya belum dapat memastikan apakah ada aturan atau tidak. Menurutnya, untuk angkutan orang dalam trayek menjadi tanggung jawab dinas perhubungan provinsi. ” Kalau angkutan antar kabupaten menjadi tanggung jawab provinsi. Kalau kami di kabupaten hanya mempunyai kewenangan untuk mengatur angkutan pedesaan. Sehingga saya belum bisa menjelaskan apakah ada aturan atau tidak mobil plat hitam dapat mengangkut penumpang,” ujarnya.(*tommy)