The Reasons why George Saad is Interested With Abui Language


Goerge Saad

Goerge Saad

Zonalinenews-Alor ,- Many linguists are almost attracted to eastern Indonesia to research the languages of the region. One is Abui language in the Alor archipelago, East Nusa Tenggara province (Ntt). However, in addition to its interesting language structure but according to previous researchers, abui language is not an Austronesian family of languages.

After Prof. Franticek Kratochvil (Czech) and Benediktus Delpada (native speaker) who, in their research, succeeded in creating a first-ever Abui language introduction dictionary in 2008, other researchers such as doctoral candidate from Hawai’i University, USA, Blake Amanda Lee and Leiden University, Netherlands, where Kratochvil was a student at the time, George saad.

Saad who successfully confirmed via messenger, (8/10), admitted interested in Abui language because it has an interesting structure. For example one sentence but it has a different meaning, such as “Afu Nee” can have meaning eat fish or fish eat. Depending on the sound. “The sound of every sentence in abui is very interesting to study. In addition to “Afu Nee” and other examples, there are also connecting words “Ba” and “Ya”. As ; Neng nuku mitidi ya balei san nee Or Neng nuku mitidi ba balei san nee “said the man who had the nickname Ata, called Abui people in Takpala. “Meaning in English is A man sitting (Ba = while) eating a banana or a man sitting (Ya = and) eating a banana.

But this connector may have other meanings as verbally as ya (yaa) = road, go or water, while ba (baa) = cage, fence and wall. This then makes me personally wondering why so ” Saad explained More specifically Saad argues that abui is a regional language but not an Austronesian-language family. That means the language is used before the western Indonesian comes to the archipelago. “Abui is a regional language but not an Austronesian family’s languages.

This means that this is used before the western Indonesian people come to the archipelago “said this Greek man. He also mentioned the possibility of Alor and Pantar people coming from Papua already 5000 years or more because it is caused by similar language and cultural similarities, not necessarily the same as that of Western Indonesia. In addition to increasing curiosity is high in terms of language, he was also happy because it is very friendly with the citizens. “If I come to Alor, the Abui people are just welcome, give me a place to live, eat food like my own house. It means we are not separate, we are one family ” lid Saad. (*Danil Takpala)

Indonesian Version

Ini Alasan George Saad Tertarik Dengan Bahasa Abui

Zonalinenews-Alor ,- Hampir banyak ahli bahasa tertarik menuju Indonesia timur untuk melakukan penelitian terhadap bahasa-bahasa didaerah itu. Salah satunya adalah bahasa Abui di kepulauan Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bagaimana tidak, selain struktur bahasanya yang menarik namun menurut peneliti-peneliti terdahulu, bahasa abui bukan termasuk keluarga bahasa Austronesian. Setelah Prof. Franticek Kratochvil (asal Ceko) dan Benediktus Delpada (pengguna bahasa) yang dalam penelitiannya berhasil menciptkan kampus pengantar bahasa Abui edisi pertama ditahun 2008, muncullah peneliti-peneliti lain seperti calon doktor dari universitas Hawai’i, Amerika Serikat Blake Amanda Lee dan Universitas Leiden, Belanda, tempat Kratochvil berkulia, George Saad.

Saad yang berhasil dikonfirmasih via messenger, (8/10), mengaku tertarik dengan bahasa daerah Abui kerena memiliki struktur yang menarik. Misalnya satu kalimat namun bisa punya makna yang berbeda. Contoh “Afu Nee” bisah mempunyai arti makan ikan atau ikan makan. Tergantung bunyi.

“Bunyi dari setiap kalimat dalam bahasa abui sangat menarik untuk diteliti. Selain “Afu Nee” dan conroh-contoh lain, ada juga kata penghubung “Ba” dan “ya”. Seperti ; Neng nuku mitidi ya balei san nee Atau Neng nuku mitidi ba balei san nee” kata pria yang punya nama julukan Ata, sebutan orang Abui di Takpala. “Diartikan dalam bahasa indonesia adalah Seorang laki-laki duduk (Ba = sambil) makan pisang masak atau Seorang laki-laki duduk (Ya=dan) makan pisang masak. Namun kata penghubung ini bisah punya makna lain secarah lisan seperti sebutan ya (yaa) = Jalan, Pergi atau air. Sedangkan ba (baa)= kandang, pagar dan tembok. Ini yang kemudian membuat saya secara pribadi ingin mengetahui mengapa demikian,” jelasnya.

 Lebih jelasnya Saad berpendapat bahwa abui adalah bahasa daerah tapi bukan dari keluarga bahasa Austronesian. Itu berarti bahasa ini dipakai sebelum orang indonesia barat datang di Nusantara. “Abui adalah bahasa daerah tapi bukan termasuk keluarga bahasa Austronesian. Artinya bahwa ini dipakai sebelum orang indonesia barat mendatangi nusantara,” kata pria berkebangsaan Yunani ini.

Dia juga menyebutkan kemungkinan Orang Alor dan Pantar datang dari papua sudah 5000 tahun atau lebih karena persamaan bahasa dan budaya yang mirip, maksudnya tidak sama seperti yang dibawakan oleh orang Indonesia Barat. Selain menambah rasa penasaran yang tinggi dari segi bahasa, dirinya juga senang karena sangat bersahabat dengan warga.

“Kalau saya datang di Alor, orang Abui hanya welcome, kasih saya tempat tinggal, kasi makan seperti rumah sendiri. Artinya kita tidak beda, kita satu keluarga ” tutup Saad (*Danil Takpala)