74 Tenaga Kesahatan Dapat Penugasan Khusus di 7 Kabupaten di NTT

disampaikan Kepala Bidang Sumber Daya Manusia Kesehatan ( SDMK) Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Lusiana Hermanus, SH.MH

disampaikan Kepala Bidang Sumber Daya Manusia Kesehatan ( SDMK) Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Lusiana Hermanus, SH.MH

Zonalinenews-Kupang,-  Dalam rangka penempatan tenaga kesehatan penugasan khusus Individu  gelombang ke 2 seluruh Indonesia maka akan diadakan penjemputan tenaga kesehatan  penugasan khusus gelombang ke 2 yang berjumlah  sekitar 74 orang yang akan di tempatkan di 7 kabupaten di seluruh Popinsi Nusa Tenggara Timur.

Ketujuh kabupaten Propinsi Nusa Tenggara timur yang akan mendapatkan tenaga kesehatan penugasan khusus Individu gelombang ke 2  itu diantaranya Kabupaten Sumba Barat, Belu,Lembata,Flores Timur, Sikka,Ende, dan Kabupaten Manggarai.

Adapun  lokasi pelaksanaan, pembekalan dan penjemputan tenaga kesehatan penugasan Khusus Individu gelombang ke 2  untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur bertempat di di BBPK/Bapelkes Kemenkes jalan Raya Salaman no.48 Salaman Kabupaten Magelang  dengan jadwal penjemputan pada tanggal 29 November November 2017.

Demikian yang disampaikan Kepala Bidang Sumber Daya Manusia Kesehatan ( SDMK) Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Lusiana Hermanus, SH.MH, Kepada Zonaline News, Rabu 08 November 2017,Pukul 13.00 Wita, di ruang kerjanya.

Jadi saya akan jemput langsung tenaga kesehatan penugasan khusus gelombang 2 ini di BBPK/Bapelkes Kemenkes Magelang. Jadi sehari sebelum penjemputan saya sudah harus ada disana untuk berikan materi sebelum penjemputan tanggal 29 November,ujar Lusiana.

 Diinformasikan bahwa biaya penempatan tenaga kesehatan penugasan khusus Individu dibebankan kepada DIPA pusat perencanaan  dan pendayagunaan  SDM Kesehatan  dan  adapun alokasi pembiayaan hanya untuk satu orang petugas penjemput dari dinas kesehatan Propinsi dan seluruh tenaga kesehatan penugasan khusus individu dari lokasi pembekalan ke puskesmas, ucapnya.

Ia menambahkan, sedangkan untuk untuk Nusantara sehat penugasan khusus adalah untuk melengkapi tenaga yang tidak ada di puskesmas berdasarkan permintaan.

“ tenaga yang tidak ada itu biasanya analisis, analisis itu langka dan belum tentu 387 puskesmas yang ada di seluruh NTT itu ada analisis dan dokternya,”jelas Hermanus.

Maka dari itu bidang SDMK Propinsi berkoordinasi secara linear dengan pusat, artinya dengan adanya Nusantara sehat ini bias memenuhi tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas disetap kabupaten/Kota yang ada di NTT.

Lanjutnya, dengan cara validasi data, profil dari kabupaten kemudian dari Dinas Kesehatan Kabupaten kirim ke Propinsi dan di Propinsi nanti akan diverifikasi dan dibahas penempatan tenaga kesehatan dan nanti kemudian dilakukan secara on line.

“hampir semua Kabupaten di seluruh NTT ini butuh tenaga kesehatan khususnya di daerah terpencil perbatasan kepulauan sangat butuh tenaga kesehatan, tapi semua berdasarkan permintaan dari setiap kabupaten, “ tutupnya. ( *AK/Dewi)