Panti Asuhan Generasi Pengubah

Demi Anak Panti, Bripka Yunus Labba Rela Kerja Paruh Waktu & Berhutang

Bripka Yunus Labba dan Anak Panti Asuhan Generasi Pengubah

Bripka Yunus Labba dan Anak Panti Asuhan Generasi Pengubah

Zonalinenews-Kupang,- Ditengah kesibukan sebagai aparat penegak hukum, Bripka Yunus labba menyisihkan waktunya mengelola dan mengasuh puluhan anak asuhannya di panti Asuhan Generasi Pengubah yang beralamat di Jalan H R. Koroh, Kecamatan  Maulafa Kota Kupang. Bripka Yunus Labba, STh, merupakan anggota polisi Ditbinmas Polda  NTT.

Walaupun berbeda dengan aparat penegak hukum pada umumnya, kegiatan mengasuh Anak panti asuhan adalah pekerjaan yang digeluti dengan penuh sukacita, walaupun dengan keterbatasan penghasilannya sebagai seorang anggota polisi, namun  tak membuat Bripka Yunus Labba surut untuk membantu anak-anak kurang mampu yang berada di wilayah NTT, baik itu dari Kabupaten Alor, Sumba, Rote, Sabu dan juga daratan Pulau Timor yang ditampungnya dipanti asuhan Generasi Pengubah.

Bripka Yunus rela bekerja paruh waktu sebagai karyawan di Apple Tree bahkan sebelumnya pernah juga menjadi karyawan di Lippo Plaza. Bahkan Bripka Yunus Rela berhutang untuk memenuhi kebutuhan anak-anak panti Asuhan Generasi Pengubah.  

Motivasi untuk turut dalam upaya ini salah satunya, kata Bripka Yunus, adalah pesan dorongan untuk berbuat lebih bagi masyarakat seperti yang sering diminta oleh komandan satuannya di Polda NTT.

Bripka Yunus bersyukur bahwa usaha kemanusiaan yang telah ditempuh kurang lebih sejak 2008 silam kini membuahkan hasil. Anak asuhannya banyak yang memiliki tingkat kecerdasan tinggi. misal, di tahun 2016 lalu, 2 orang anak asuhnya berhasil memperoleh peringkat 1 dalam olimpiade Fisika tingkat Kota Kupang dan olimpiade bahasa Jerman tingkat NTT, yang selanjutnya dipercaya mewakili NTT dalam bidang lomba yang sama dan berhasil meraih posisi 9 tingkat nasional.

Untuk memenuhi kebutuhan Panti miliknya, Bripka Yunus sedari awal telah memulainya dengan hanya merogoh kantong pribadi, baik dalam pembangunan gedung Panti dan segala kelengkapannya. Hal ini membuat Bripka Yunus kadang harus berhutang hingga rela bekerja paruh waktu di luar jam kantor. Ini dilakukannya untuk dapat memenuhi semua kebutuhan anak pantinya dari urusan dapur hingga pendidikan. Tidak tanggung – tanggung, dalam hal pendidikan bagi anak asuhnya Bripka Yunus memilihkan sekolah terbaik bagi mereka dari tingkat SD hingga ke jenjang perkuliahan.

Motivasi untuk lebih mencintai Tuhan dan membentuk pribadi cerdas benar-benar tertanam dalam diri Bripka Yunus yang selanjutnya ditularkan juga kepada anak asuhnya yang kini berjumlah 31 orang.

Banyaknya orang tua yang hendak menitipkan anak-anak mereka  namum dengan terpaksa ditolak Bripka Yunus karena keterbatasan ruang.

Ucapan terima kasih disampaikannya teruntuk pihak-pihak yang telah turut membantu memperhatikan Panti Asuhan Generasi Pengubah dan Bripka Yunus berharap akan ada dukungan dari Pemerintah Daerah, terlebih lagi dukungan moril dari sang atasan di Polda NTT, besar harapannya agar bisa dikunjungi. (*adi)