Komisi Yudisial Menerima Pengaduan Pelanggaran Peradilan

komisi yudisial

komisi yudisial

Zonalinenews, Kupang. Komisi Yudisial adalah lembaga tinggi negara yang siap menjadi Central Of Etic. Sehingga Komisi Yudisial siap menerima informasi, pengaduan dan laporan pelanggaran kode etik peradilan.

Demikian yang dikatakan oleh Asisten Pendamping Komisi Yudisial Republik Indonesia Penghubung Wilayah Nusa Tenggara Timur, Hendrikus Ara pada Kamis 23 November 2017 pukul 13.00 wita di Kupang, dalam acara diskusi yang bertema, Sinergisitas Jurnalis Bersama Komisi Yudisial Dalam Mewujudkan Peradilan Bersih.

Dijelaskannya, banyak terjadi pelanggaran kode etik yang terjadi dalam peradilan.

“Terkadang hakim melanggar kode etik dalam sebuah peradilan. Begitupula dengan pelanggaran kode etik dalam menjatuhkan kehormatan hakim,” ucapnya.

Lanjutnya, berita tentang pelanggaran kode etik hakim, memang selalu seksi dan selalu tampil di halaman depan media cetak. Namun ketika ada hakim yang diperiksa karena melanggar kode etik, Komisi Yudiaial tisak bisa mempublikasikannya karena melanggar Undang-Undang.

“Lingkaran setan rangkaian proses mafia peradilan itu dimulai dari penyelidikan hingga tuntutan. Di situ yang bermain,  ada jaksa, hakim, pengacara dan lainnya. Di situ dimulai gonta ganti undang-undang dalam peradilan,” ucapnya.

Khusus di NTT lanjutnya, ada 22 pelanggaran kode etik peradilan ke Komisi Yudisial. Dari 22 pelanggaran kode etik, adalah laporan, pengaduan, informasi dan hasil invesigasi komisi Yudisial melalui pantauan langsung fakta persidangan. (*mortal)