Jonas Salean usai Persidangan di Tipkor selasa 21 November 2017

Mantan Walikota Kupang dan Sekda Bersaksi di Tipikor


Jonas Salean usai Persidangan di Tipkor selasa 21 November 2017

Jonas Salean usai memberikan keterangan  sebagai saksi  pada persidangan Kasus PT Sasando di Tipikor Selasa 21 November 2017

Zonalinenews, Kupang. Sidang Kasus Dugaan Korupsi PT.Sasando kembali di gelar, Selasa 21 November 2017 pukul 14.00 wita di Pengadilan Tipikor Kupang dengan agenda pemberian keterangan saksi-saksi terhadap terdakwa Yulius M. Douzo selaku Manager Operasional dan Keuangan PT. Sasando.

Sidang yang menghadirkan dua saksi yakni Mantan Walikota Kupang Jonas Salean selaku mantan pemegang saham tunggal PT.Sasando dan Mantan Sekda Kota Kupang Bernadus Benu selaku Komisaris PT.Sasando tersebut, dipimpin oleh Majelis Hakim Fransiska Paula Nino selaku ketua dan Ibnu Kholik serta Ali Muhtarom selaku anggota.

Dalam memberikan keterangan saksi di persidangan, Mantan Walikota Kupang Jonas Salean mengatakan, segala urusan pekerjaan PT.Sasando telah diserahkannya kepada Komisaris Utama PT.Sasando Bernadus Benu. Termasuk urusan peminjaman uang di BPR TLM sebesar 1,7 Milyar dengan jaminan deposito 1,7 Milyar.

Sementara itu, Komisaris Utama PT.Sasando Bernadus Benu mengatakan, ia turut mengetahui dan menyetujui deposito dana ke BPR TLM sebesar 1,7 milyar dari modal Pemkot Kupang tahun 2014 sebesar 2 miliar, sebagai jaminan peminjaman uang sebesar 1,7 milyar di BPR TLM.

“Dua kali kita melakukan peminjaman. Pertama sebesar 450 juta. Kedua sebesar 1,7 milyar,” ucapnya.

Dijelaskannya dalam persidangan, langkah untuk melakukan peminjaman dengan jaminan deposito, adalah hasil kesepakatan bersama. Sementara menurutnya, sebenarnya ada mekanisme pelelangan, namun lanjutnya, langkah itu diambil untuk mempercepat pertumbuhan perekonomian daerah.

Lanjutnya, setelah peminjaman itu dilakukan, ia dan Manager Operasional dan Keuangan PT.Sasando melaporkannya kepada pemegang saham tunggal.

Namun dalam menjawab pertanyaan hakim tentang jatuh tempo peminjaman dengan jaminan depostio tersebut, ia sendiri tidak mengetahuinya.

Sementara itu Kuasa Hukum terdakwa Yulius Douzo, Nikolas Ke Lomi mengatakan, untuk sementara ini, dari keterangan para saksi belum ada yang memberatkan terdakwa.

Namun menurutnya, dalam menuntaskan kasus tersebut jaksa tidak boleh tebang pilih.

Lanjutnya, jaksa harus benar-benar membuktikan semua isi dakwaan dengan betul-betul mengejar ke mana-mana aliran dana itu.

“Kemana aliran dana itu mengalir, yang belum disentuh harus tersentuh. siapapun dia,”pungkasnya (*mortal)