SD Generasi Bangsa Bello, Nasibmu Kini…? Jauh dari Perhatian

Kondisi ruang belajar sd generasi bangsa

Kondisi ruang belajar sd generasi bangsa

Zonalinenews-Kupang,- Di bawah Yayasan Bina Kasih Bukit Sion NTT, SD Generasi Bangsa yang beralamat di Jln HR Koroh, Kelurahan Bello, Kota Kupang tetap berupaya maksimal dalam mendidik generasi penerus bangsa dengan berbagai keterbatasan yang dimiliki. Minimnya perhatian Pemerintah Kota Kupang akan persoalan ini amat disayangkan Kepala Sekolah SD Generasi Bangsa, Frengky Kase. Sudah setahun lalu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang berjanji hendak turun lapangan meninjau langsung kondisi SD Generasi Bangsa, namun hingga kini yang ditunggu tidak kunjung datang.

Kepala Sekolah SD Generasi Bangsa, Frengky Kase

Kepala Sekolah SD Generasi Bangsa, Frengky Kase

“Kami seperti di-PHP pak Kadis. Sampai hari ini tidak ada realisasi,”ujar Frengky, pria lulusan Universitas Muhammadiyah Kupang dan kini bergelar Master di bidang pendidikan Kristen ini saat ditemui pada Senin, 27 November 2017.

Frengky menjelaskan bahwa sekolahnya memiliki 7 rombongan belajar dengan total siswa sebanyak 178 orang dan 13 orang guru. Terjadinya pembengkakan jumlah siswa yang mendaftar setiap tahun di SD Generasi Bangsa membuat Frengky dan pihak yayasan terpaksa menempatkan siswa kelas 3 di sebuah ruangan milik yayasan dengan kondisi bangunan yang nampak rapuh termakan usia. Karena keterbatasan ruangan pula, ruangan kepala sekolah yang ditempati Frengky harus disekat lagi dan dibagi sebagiannya untuk ruang belajar siswa, ruang guru, ruang operasional juga Perpustakaan. Sementara untuk honor para guru, tambah Frengky, pihaknya hanya mengandalkan dana BOS yang tidak seberapa.

Ketidakadilan juga dirasakan pihaknya dalam persoalan bantuan sarana prasarana mengajar dari pemerintah. Pihaknya, menurut Frengky, selama 4 tahun tidak pernah menerima bantuan berupa Laptop dan LCD sebagai sarana pendukung penerapan kurikulum K13. Harapannya, semoga akan ada sponsor yang mau membantu meringankan beban yang dialami pihaknya dalam upaya pendidikan di SD Generasi Bangsa. (*adi)