SD Inpres Oepura I, Bangga Guru Miliki Budaya Malu

J. Mery Surya

J. Mery Surya

Zonalinenews-Kupang,- Adalah sebuah kesyukuran apabila para guru memiliki budaya malu,  dan itu akan mengantarkan para guru untuk lebih aktif, inovatif dan kreatif dalam memikul tanggung jawabnya dalam mengarahkan para murid dalam proses belajarnya di sekolah. Hal Ini diungkapkan Kepala Sekolah SD Inpres Oepura I, J. Mery Surya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (16 November 2017 .

Lebih Mery menjelaskan, sebagai pihak yang diamanatkan untuk memimpin SD Inpres Oepura I sejak 20 November 2014, sedari awal dirinya berkomitmen untuk menghidupkan budaya tertib dalam lingkungan belajar, baik oleh siswa maupun para guru. Ini dilakukan mengingat masih rendahnya kebiasaan tertib kala awal memimpin. “Komitmen ini telah menampakkan hasil. Para guru kini telah mampu mengelola kelas dengan suasana belajar yang lebih kreatif. Misalnya, dalam sekelas, para siswa dibagi dalam beberapa kelompok kecil sesuai tingkat pemahaman masing-masing siswa dengan maksud agar perlakuan yang akan diberikan disesuaikan dengan kebutuhan tiap mereka,”katanya.

Saat ini SD Inpres Oepura I kini memiliki 9 rombongan belajar dengan total siswa sebanyak 196 orang dan 15 orang tenaga pendidik. Beralamat di Jln Sonbai, Kelurahan Naikolan, Kota Kupang, sekolah yang telah ada sejak 1 Juli 1982 terus berkontribusi menciptakan generasi unggul penerus bangsa.

Kegiatan ekstrakurikuler siswa  seperti Pramuka dan juga Pencak Silat pernah mengharumkan nama sekolah ini dimana salah satu siswanya pernah menjadi juara umum Pencak Silat se-Indonesia pada gelaran turnamen yang diadakan di Bali tahun 2015 lalu.

Demi kebaikan para anak didik, Mery berharap adanya peran aktif dari orang tua siswa dalam hal mengontrol, mengikuti, aktif mencari tahu perkembangan siswa  dan bekerjasama dengan para guru dalam membimbing para peserta didik. H

arapan besar disampaikan Mery kepada Pemerintah Kota Kupang agar penempatan guru ditetapkan sesuai zona tempat tinggal karena banyak persoalan terkait disiplin guru berangkat dari jarak rumah ke sekolah yang terlampau jauh.

Pihaknya juga mengimbau kepada Pemerintah Kota agar secara aktif melakukan tinjauan langsung ke sekolah-sekolah untuk melihat langsung kekurangan sarana dan prasarana di lapangan, tidak kemudian mengambil sikap menunggu laporan dari sekolah. (*adi)


TAG