Germanus D. Padji

SMK Swastisari, Jelang Pesta Emas di Usia 50 Tahun dan Dinamika Sekolah Swasta


Germanus D. Padji

Germanus D. Padji

Zonalinenews-Kupang,- “Kita Sudah dekat pesta emas ini.” Ungkap Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMK Swatisari Germanus D. Padji   dalam candaan hangatnya kepada zonalinenews saat dikunjungi Senin, 20 November 2017 di sela-sela kesibukannya mendidik siswa SMK Swastisari Kupang yang beralamat di Jln. Frans Seda, Kota Kupang.

Germanus yang telah mengambil bagian mengabdikan dirinya di dunia pendidikan bersama SMK Swastisari sejak tahun 1990 mengungkapkan bahwa SMK Swastisari telah ambil bagian dalam bidang  pendidikan di Kota Kupang sejak 12 Januari 1970.

Dalam kurun waktu yang cukup panjang ini, berbagai dinamika dunia pendidikan pernah dialami. Di tahun 1990 jumlah siswa SMK Swastisari tidak kurang dari 600-700 orang. Ungkap Germanus. Namun angka ini terus berkurang hingga akhir-akhir ini. Hal ini salah satunya ditengarai ketidakpatuhan pihak sekolah-sekolah dalam menjalankan regulasi/juknis yang mengatur kuota penerimaan siswa baru yang telah disepakati bersama.

Kesan di-anaktiri-kan pun nampak dalam beberapa aspek. Misalnya, dengan merujuk pada nomenklatur yang ada tentang sertifikasi guru, seharusnya tidak ada perbedaan besaran tunjangan yang didapatkan antara guru negeri dan guru swasta. Namun faktanya, jelas Germanus, guru sekolah negeri yang tersertifikasi menerima tunjangan sebesar 1x dari gaji pokok, sementara guru swasta hanya menerima 1.5 juta ditambah gaji pokok.

Citra sekolah swasta sebagai sekolah mahal juga ditepis oleh Germanus. Ia mengungkapkan, bahwa pihaknya hanya membebankan para siswa khususnya kelas 11 dan 12 dengan biaya SPP/bulan sebesar 150 ribu rupiah, sedang kelas 10 dikenakan kewajiban SPP 200 ribu/bulannya. Bicara soal Out put SMK Swastisari tidaklah kalah. Dengan jurusan unggulan Akuntansi dan Tata Niaga, lulusan SMK Swastisari banyak langsung terserap lapangan kerja.

Lanjutnya, Pada tahun 2013 prestasi membanggakan ditorehkan salah satu siswi SMK Swastisari dengan menjadi perwakilan NTT sebagai salah satu pasukan pengibar bendera pada perayaan HUT RI di istana Negara. Tidak hanya itu, salah satu kandidat yang akan bersaing dalam Pilgub NTT, Christian Rotok, pun adalah alumni SMK Swastisari tahun 1976.

Kini, SMK Swastisari memiliki 6 rombongan belajar dengan 17 staf pengajar. Sekolah yang berada di bawah yayasan Santo Aloysius ini terus berkomitmen melahirkan lulusan unggulan yang mampu bersaing dalam dunia kerja.(*adi)