Tiga Tahun Berturut-turut, Ruas Jalan Pu’kungu Maukaro Telan Dana 31,9 Miliar

Ruas Jalan Pu'kungu-MaukaroZonalinenews-Ende,- Setiap tahun ruas jalan yang menghubungkan Pu’kungu-Maukaro selalu mendapat perhatian pemerintah daerah Kabupaten Ende. Tidak tanggung-tanggung sudah banyak sekali dana yang dikucurkan untuk peningkatan jalan alternatif itu.

Namun yang anehnya, sampai dengan saat ini ruas jalan tersebut masih sulit dilewati kendaraan. Para pengendara harus berhati-hati jika melewati ruas jalan sepanjang 30an kilo meter itu.

Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Ende Andreas Worho kepada media ini diruang kerjannya, Senin 27 November 2017 mengatakan, anggaran yang dikeluarkan untuk pengerjaan ruas jalan Pu’ukungu Maukaro selama tiga tahun berturut-turut sebanyak Rp. 31,9 Miliar lebih.

Andreas merincikan, untuk tahun 2015 pemerintah Kabupaten Ende menganggarkan dana sebesar Rp. 1,9 Miliar lebih. Anggaran sebesar itu digunakan untuk peningkatan jalan Pu’ukungu Orakose tepatnya di Aefua. Perusahaan pemenang tender pada saat itu sebut Andreas adalah PT. Afriani.

Pada tahun 2016 tambah Andreas, pemerintah Kabupaten Ende menguncurkan dana sebesar Rp. 20 Miliar. Namun yang menang tender pada saat itu hanya sebesar Rp. 17 Miliar. Perusahaan pemenang tender pada saat itu tambah Andreas adalah PT. Surya Agung Kencana.

” Untuk tahun 2016 pengerjaan dari Aefua sampai dengan orakeri keatasnya lagi,” ungkap Andreas.

Untuk tahun 2017 lanjut Andreas, pemerintah Kabupaten Ende menganggarakan dana sebesar Rp. 10 Miliar. Dana sebesar itu sebut Andreas digunakan untuk peningkatan jalan dari Mundinggasa sampai ke Kamubheka. Sedangkan perusahaan pemenang tender yaitu PT Surya Agung Kencana.

Paulinus Hariyanto, saat ditemui wartawan di Kamubheka mengatakan patut diduga ada pencucian uang karena proyek peningkatan ruas jalan tersebut dikerjakan hanya asal jadi saja.

Paulinus menambahkan, jika kondisi pengerjaan jalan hanya adanya seperti ini, kuat dugaan perencanaan pembangunan jalan tersebut terkesan sarat kepentingan politik dan korupsi.

“Jangan sampai pembangunan itu hanya kepentingan politik atau bisa jadi penyalahgunaan dana oleh pihak tertentu,” imbuhnya.

Oleh karena pengerjaan tersebut sangat kuat dengan dugaan aroma korupsi dan kepentingan politik tegas Paulinus, aparat hukum segera bertindak tegas terhadap proyek  yang diduga ada indikasi tindakan pidana korupsi.(*Tommy)


TAG