Bupati Flotim Geram, Temukan Snack Tidak Berbahan Pangan Lokal Jadi 

Bupati Menunjukkan Roti dan Tart sebagai olahan bukan pangan lokal.

Bupati Menunjukkan Roti dan Tart sebagai olahan bukan pangan lokal.

Zonalinenews.com Larantuka, Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon, ST tidak bisa menyembuyikan kemarahan dan kekesalan kepada Staf bagian Pemerintahan Desa Setda Flores Timur ketika memberikan sambutan pada acara Diklat Aparatur Desa dan BPD se-Flores Timur bertempat di Aula Penginapan Gelekat Nara Jumad 10 Desember 2017.

Pemicu kemarahan Bupati adalah isi dari hidangan snack yang disediakan Bagian Pemdes-Setda Flotim berupa satu potong roti kukus, satu potong, kue tart  dan kue rambut dimana terindikasi tidak mengunakan bahan pangan Lokal.

Sebelum menyemburkan kemarahan di depan peserta Diklat, dari meja pimpinan terlihat orang nomor satu di Flores Timur ini, meminta para petugas menghadirkan satu kotak snack untuk dilihat isinya.

“Tolong hadirkan satu kotak snack ke sini,” kata Bupati. Bgitu snack tersebut dihidangkan dan isinya diketahui Bupati, secara serta-merta Bupati menghunjukkan ke depan umum sambil berkata “Saya sudah katakan berulangkali agar pangan lokal selalu dihidangkan dalam setiap kegiatan. Tolong sekarang juga keluarkan semuanya (sanck) dari ruangan ini,  makanan lokal itu sudah diperbubkan sejak bulan Oktober,” tegas Bupati.

Kemarahan seorang Anton Hadjon terus berlanjut. Baginya kejadian seperti ini, bukan yang pertama. Anton juga minta agar orang-orang disekitarnya bisa menghargai apa yang sudah diperbubkan karena merupakan bagian dari visi dan misi duet kepemimpinan Anton-Agus.

“Tolong hargai saya, karena ini salah satu visi misi selamatkan pertanian lokal, hingga snackpun harus berbahan lokal. Tolong hargai Pebub (Peraturan Bupati) yang sudah diterbitkan tentang hidangan pangan berbahan lokal,” Tegas Anton Hadjon.

Selain marah dan kecewa terhadap bawahannya yang dinilai tidak mengindahkan Perbub yang sudah ada, Bupati jebolan Teknik Dirgantara beberapa tahum silam, kembali mengingatkan kejadian serupa juga pernah terjadi pada bagian Setwan Flotim dan dirinya telah menegur keras Kepala Bagian (Kabag) Setwan agar tidak terulang lagi.

Selanjutnya Bupati memperingati secara tegas agar jangan terulang lagi.

“Terakhir kali snack ini berada di hadapan saya dan tidak terjadi lagi,”. Geram Bupati.

Dengan santun, Bupati juga meminta kepada para Kepala Desa serta peserta Diklat agar tidak menikmati snack yang sudah ada.

“Saya tidak makan Snack ini. kepada Bapak Kepala Desa dan peserta Diklat, kita tidak makan Snack ini, tidak apa ya….

Pak Kabag,  apa yang terjadi hari ini, menjadi tangungjawab pak Kabag, pulangkan snack yang ada dan gantikan dengan pangan local,” sebut Anton Hadjon.

Sontak dijawab dengan anggukan para peserta tanda setuju.

Masih menurut politisi berlambang Banteng dengan moncong putih, mengatakan digelarnya Diklat dimaksud guna membangun kerjasama untuk menghidupkan  Sebenarnya di sini kita sementara membangun kerjasama untuk menghidupkan perekonomian pertanian Kabupaten Flores Timur, dimana hasilnya bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku olahan pangan lokal.

Ketika akan meninggalkan Gelekat Nara, melihat awak media ini menghampiri diri, Bupati Flores Timur dengan memperlihatkan sisa-sisa kemarahannya dengan ketus berujar “saya sudah perintah kembalikan snack tersebut dan segera diganti dengan pangan Lokal. Maaf sekali-sekali saya bersikap militer,” sebut Anton dengan kemarahannya.

Pantauan Zonalinenews, sampai diakhir sambutan hingga Bupati meninggalkan tempat acara, para penyelenggara terlihat kalang-kabut tapi belum misa menggantikan isi snack yang ada sesuai dengan permintaan Bupati.

Kabag Pemerintah Desa Fransiskus Fernandez Aikoli, SH ketika di konfirmasi ke ruang kerjannya oleh seorang staf meminta namanya dirahasiakan mengatakan sang Kabag sedang tidak berada di tempat. Sementara sejumlah informasi yang berhasil dikumpulkan media ini menyebutkan sumber snack yang menjadi “petaka” pada Diklat dimaksud berasal dari pesanan R. Fernansez yang juga salah seorang staf pada Pemdes bagian Setda Flotim.

Apa yang menjadi permintaan Bupati Flores Timur Antonius Gege Hadjon, ST tidak berlebihan. Diharapkan agar setiap kegiatan pemerintah ataupun masyarakat, bisa memaksimalkan ataupun senantiasa menggunakan Pangan Lokal Jadi: yakni pangan lokal yang telah mengalami pengolahan menjadi pangan siap konsumsi sesuai dengan Peraturan Bupati Flores Timur Nomor 61 tahun 2017 TENTANG PENGANEKARAGAMAN KONSUMSI PANGAN LOKAL DI KABUPATEN FLORES TIMUR BAB I PASAL 1 ayat 11. Selain itu sikap tegas Bupati tersebut sebagai bentuk Revolusi Mental masyarakat Flotim sehingga pada suatu ketika masyarakat daerah ini secara perlahan-lahan bisa menjadi masyarakat Produktif dengan memberdayakan hasil alam Lewotanah. (*Bonyta).