Dipertanyakan Bansos Bertele-Tele, Badan Keuangan Ngada Klarifikasi

Bank BRI

Bank BRI

Zonalinenews, Ngada – Ratusan Warga di Wilayah Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada, Flores mengaku sedikit kecewa atas bertele-telemya Proses Penerimaan Dana Bantuan Sosial bagi masyarakat ekonomi lemah. Liputan media ini, Senin Tanggal 18 Desember  2017 di Kantor Cabang BRI Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada, warga penerima saluran Bantuan Sosial yang sudah berdatangan satu per satu sejak pagi hari di Kantor Bank setempat, akhirnya kembali ke rumah mereka masing-masing usai mengetahui kebijakan pencairan Dana Bantuan Sosial ke Rekening mereka selaku para Penerima, belum masuk hingga tanggal 18 Desember 2018.

Atas kondisi ini sejumlah warga sempat menumpahkan kekecewaan mereka saat dihampiri awak media. Sementara menurut warga, kewajiban proses pengurusan administrasi, verifikasi bahkan finalisasi terhadap urusan ini sudah rampung sejak tanggal 13 Desember 2017.

 Pantauan media ini tanggal 18 Desember 2017, menjelang siang harinya satu per satu warga penerima meninggalkan Kantor Cabang BRI Golewa Ngada dan kembali ke rumah masing-masing.

“Kecewa rasanya, karena kami merasa dibuat seperti pengemis. KTP kami pun sudah diberikan ke Kantor Keuangan Daerah sebagai jaminan, sejak tanggal 13 Desember 2017, tetapi sampai hari ini belum ada realisasinya. Kami mau tanya, sebenarnya bagaimana dengan ini semua dan terus terang kami merasa seperti dipermainkan”, ungkap warga penerima di depan Kantor BRI Golewa, Ngada.

Menurut Warga, sesuai instruksi yang mereka terima, Pelaporan Penggunaan Dana Bantuan tersebut paling lambat sudah dilakukan pada tanggal 29 Desember 2017, tetapi sampai dengan tanggal 18 Desember 2017 keberadaan keuangan sebagai hak para penerima belum disalurkan. Jika terus menerus molor maka tenggang waktu yang nantinya untuk pertanggunjawaban menjadi begitu sempit dan bisa saja mempersulit para penerima di lapangan.

Konfirmasi langsung Zonalinenews  Badan Keuangan Daerah Kabupaten Ngada, tanggal 18 Desember 2017, melalui Sekertaris Badan Keuangan Daerah Kabupaten Ngada  Silvester Hale dalam teleponnya menjelaskan, realisasi anggaran sebagaimana dipertanyakan para warga penerima, akan dilaksanakan dalam masa kerja seminggu, atau terhitung mulai Tanggal 18 Desember – 22 Desember 2017.

Lanjutnya, menyangkut KTP sebagai jaminan, dijelaskan juga bahwa hal ini ditempuh agar proses selanjutnya tidak menyulitkan Badan Keuangan Daerah Kabupaten Ngada dala system pelaporan dan jaminan kepastian dari para penerima Bantuan Sosial. KTP para penerima dipastikan akan dikembalikan pada saat laporan penggunaan anggaran dari para penerima dimasukan ke Badan Keuangan Daerah dan rampung pertanggungjawabannya.

“Ya, mereka juga telepon koordinasi bertanya tentang realisasi anggaran dan saya sudah memberikan informasi bahwa tunggu konfirmasi dari kami baru mereka ke Bank, tetapi yang terjadi mereka sudah ke Bank sebelum menerima konfirmasi dari Badan Keuangan Daerah. Saya bisa pastikan realisasi itu dalam minggu ini dan kami akan mengkonfirmasi mereka. Kalau tentang KTP, ya KTP para penerima ada di Badan Keuangan Daerah untuk sebagai jaminan, dengan tujuan positif untuk keperluan pengurusan hak para penerima termasuk nantinya untuk Pelaporan Penggunaan Anggaran”, ungkap Silvester Hale.

Silvester Hale menginformasikan realisasi anggaran untuk para penerima akan segera dilakukan dalam kalender satu minggu kerja, atau terhitung mulai tanggal 18 Desember 2017, menyusul penyerapan penggunaan yang harus segera dipertanggungjawabkan melalui system pelaporan kepada Badan Keuangan Daerah Kabupaten Ngada. (*wrn)


TAG