Kuasa Hukum Ipi Daton, SH., Komariah Isteri Arif Rahman, Anisah Isteri Iwan Buchar

Isteri Terdakwa Mengaku Permintaan Uang Dimulai Oknum Jaksa Kejari Larantuka

Kuasa Hukum Ipi Daton, SH., Komariah Isteri Arif Rahman, Anisah Isteri Iwan Buchar

Kuasa Hukum Ipi Daton, SH., Komariah Isteri Arif Rahman, Anisah Isteri Iwan Buchar

Zonalinenesw.com-Larantuka, Menanggapi pernyataan pihak Kejari Larantuka melalui Kasie Intel (Kepala Seksi Intel) Selesius Guntur, SH bahwa dua oknum Jaksa Penuntut Umum  Hendra Meylana, SH dan Budi Rahardjo, SH tidak pernah menerima uang seperti yang dituduhkan isteri terdakwa serta persoalan ini ramai diberitakan media,. Serta Pernyataam kasi initel ini memantik kemarahan dan reaksi keras dari 3 orang isteri terdakwa. Dengan didampingi Ipi Daton selaku pesehat hukum kepada Zonalinews Rabu, 13 Desmber 2017 Ketiganya: Komariah, Anisah dan Elis, mengatakan penyangkalan tersebut adalah sebuah kebohongan publik.

“Jaksa bohong. Mereka terima uang siang hari. Kami ke rumah jaksa jam 2 siang hari Minggu. Kami bertemu langsung dengan dorang dua (JPU)” sebut Komariah murka.

Komariah, Anisah dan Elis secara bergantian menceritakan kronolgis kepada wartawan bahwa uang tersebut diberikan kepada kedua Oknum Jaksa secara bertahap dan dihantarkan ke Rumdis Jaksa di Kelurahan Lokea Kecamatan Larantuka.

“kami berikan uang di rumah jabatan di taman kota (Lokea) secara bertahap. Pertama kami kasih Rp. 10.500.000,- ke dua Rp. 5000.00,- dan ketiga 10.000.000 kami empat orang yang hantar. Total yang diterima jaksa 20.500.000,-. ” sebut Komariah mewakili dua rekan lainnya.

Menjawabi pertanyaan Ipi Daton, apakah uang yang diberikan atas permintaan Jaksa atau inisiatif sendiri? Komariah bergeming melanjutkan para oknum JPU telah meminta uang sejak awal.

“awalnya mereka minta (diminta Jaksa) tujuannya ringankan hukuman suami kami. Waktu suami kami pindah mereka minta lagi. Mereka bilang begini: “Ibu itu masih kurang (10.500.000) mesti dibagikan kepada sembilan orang. Sembilan orang itu siapa-siapa, saya tidak tahu. temasuk dengan hakim,” kata Komariah.

Isteri Arif Rahman ini melanjutkan, setelah berkas perkara kasus judi Arif Rahman Cs dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Larantuka disertai dengan pemindahan tahanan, oknum JPU kembali beraksi dengan meminta sejumlah uang kepada para terdakwa.

“Suami kami sudah di rutan, jaksa Budi dan Hendra bilang ke suami, suruh kami tambah uang lagi. Mama, ini jaksa minta uang tambah lagi. Bagaimana ini?”, kata Komariah.
Demi meringankan putusan hukuman sang suami tercinta, para isteripun pontang-panting mencari uang, meski dengan berhutang sana-sini.

“Biar sudah, kita usaha di luar. Nanti kita pinjam, usaha kiri kanan yang penting hukuman kalian cuma bulan, jangan sampai tahun. Mau makan atau bayar hutang kalau kalian satu tahun. Sehingga kami berempat pada Minggu siang sekitar jam 2 siang ke taman kota (mksudnya Rumdis) hantar uang sebanyak Rp. 5000.000,.tambah Anisa isteri Iwan.

Sore hari (Senin, 11 Desember  2017)  pasca Insiden oknum Jaksa Penuntut Umum (JPU) dikejar oleh terdakwa Kasus Judi Bola Guling di  dalam ruang sidang Pengadilan Negeri Larantuka, para  isteri terdakwa dengan didampingi Yoseph Sengaji Diaz Viera mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Larantuka di Kelurahan Sarotari Timur  dengan maksud mengambil kembali uang tersebut langsung dari tangan kedua oknum Jaksa dimaksud.

Namun sayang, niat bertemu gagal. Para isteri tersebut akhirnya diterima Kepala Seksi Intel (Kasie Intel) Selesinus  alias Ale.

Kasus ini bermula dari aksi nekad salah seorang terdakwa yang mengejar oknum Jaksa Penunut Umum di dalam ruang sidang kantor Pengadilan Larantuka akibat yang bersangkutan merasa dibohongi karena meski sudah memenuhi permintaan JPU dengan menyetorkan sejumlah uang, namun putusan pengadilan dianggap tidak sesuai dengan apa yang telah disepakati sebelumnya.

Sangat disayangkan, kalau terbukti benar maka perbuatan oknum Jaksa sungguh memalukan. Selain mencoreng citra Lembaga Hukum, dengan kejadian ini memperpanjang daftar perilaku koboy  para jaksa di dunia Mafia Hukum Indonesia.

Terkait persoalan ini zonalinenews Senin 10 Desember 2017 pukul 10.00 wita berusaha menghubungi oknum jaksa Hendra Meylana, SH dan Budi Rahardjo, SH di kantor namum lewat Kasie Intel (Kepala Seksi Intel) Kejari larantuka , Selesius Guntur, SH menegaskan dan membantah keduanya tidak pernah menerima uang seperti yang dituduhkan isteri terdakwa.

Hingga berita ini dipublikasikan oknum jaksa Hendra Meylana, SH dan Budi Rahardjo, SH belum berhasil dikonfirmasi dan zonalinenews akan berupaya mengkonfirmasi keduanya terkait persoalan yang disangkakan kepada meraka. (*Bonyta)


TAG