Kasus JPU: Pidana Penipuan dan Pemerasan Bukan Penyuapan

Kiri-kanan, Elis, Anisah dan Qomariah

Kiri-kanan, Elis, Anisah dan Qomariah

Zonalinenews.com-Larantuka, Ipi Daton, SH selaku Kuasa Hukum terdakwa Nikolaus Jogo Diaz Viera Cs, mengatakan persoalan yang membelit Kliennya sehingga menyeret Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Larantuka-Flores Timur dalam sidang perkara Perjudian Bola Guling merupakan Tindak Pidana Penipuan dan Pemerasan bukan Penyuapan.

Demikian Ipi Daton, SH kepada Zonalinenews Rabu, 13 Desember 2017 di ruang kerjanya.

“Jadi gini, ini menyangkut persoalan pidana, bukan perdata. Kalau di perdata, kita hanya mencari kebenaran Formil, Hitam di atas putih. Kalau bicara pidana kita bicara kebenaran Materil. Artinya selain bukti berupa kwitansi, juga saksi-saksi yang ada, apalagi saksi sebanyak 4 orang, kita akan menginvestigasi sesuai fakta”, sebut kuasa hukum Ipi Daton, SH.

Ipi Daton melanjutkan, bahwa sesuai fakta hukum, tindakan klien menghantar uang ke  Rumah Dinas Kejaksaan dan diterima secara langsung adalah atas permintaan jaksa sehingga Ipi Daton tetap berkesimpulan persoalan dimaksud adalag Pidana Penipuan bukan penyuapan.

“Ini merupakan tindakan Penipuan dan dan pemerasan. Kenapa saya katakan begitu? Jaksa tidak bisa mengatakan itu suap. Persoalan ini berawal dari inisiatifnya mereka. Mereka menyampaikan lewat terdakwa, lalu terdakwa mengintrusikan kepada  para isteri. Kenapa para isteri mau? Agar suami mereka cepat keluar, apalagi uang diberikan sebelum berada di tangan jaksa.

Ipi Daton kembali mengungkapkan kronologis alur permintaan uang.

“ketika berkas perkara masih digarap penyidik kepolisian, Jaksa kembali meminta. Bagaimana bisa jika dibagikan kepada 9 orang ditambah Hakim. Kejadian ini, sudag mencoreng nama hakim serta nama intitusi,” kata Ipi Daton berapi-api.

Sementara Kasie Intel Kejaksaan Negeri Laratuka Selesinus Guntur, SH  kepada awak media Senin, 11 Desember 2017 menyangkal keras semua tuduhan dari isteri terdakwa yang dialamatkan kepada dua oknum jaksa bersangkutan.

“setelah kita konfirmasi, mereka tidak pernah menerima sejumlah uang seperti yangdituduhkan,”. Kata Kasie Intel.

Penjelasan lebih jauh terkait kehadiran para isteri terdakwa  di Kantor Kejaksan setempat, Selesinus atau akrab di sapa Ale, mengatakan dirinya menanyakan apakah mereka memiliki alat bukti. Kalau ada silahkan diproses lebih lanjut.

“yang kita minta kemarin kepada ibu-ibu apakah ada sesuatu yang bisa meyakinkan kami bahwa mereka benar-benar menyerahkan itu (uang. Menurut mereka (para ibu) tidak punya alat bukti berupa foto, rekaman atau tanda terima, ketika diserahkan. Kalau memang ada bukti seperti itu, silahkan menempuh jalur hukum,” papar Selesinus. (*Bonyta).