Menteri Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Prof. Dr. Yohana Yembesi didampingi Ketua Komisi VIII DPR RI, Dr M. Taher Parasong, SH.,MH

Kunjungi  Solor, Menteri Yohana Minta Stop Kekerasan Terhadap Perempuan & Anak di Lamakera

 

Menteri Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Prof. Dr. Yohana Yembesi didampingi Ketua Komisi VIII DPR RI, Dr M. Taher Parasong, SH.,MH

Menteri Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Prof. Dr. Yohana Yembesi didampingi Ketua Komisi VIII DPR RI, Dr M. Taher Parasong, SH.,MH

Zonalinenews.com-Solor, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan danAnak Prof. Dr. Yohana Yembise, menghimbau agar kekerasan terhadap perempuan dan anak yang kerap terjadi di Indonesia termasuk di Lamakera-Kecamatan Solor Timur Kabupaten Flores Timur segera dihentikan.

Hal tersebut menjawabi pertanyaan media Sabtu 9 Desember 2017 di Bukit Peradaban Solor.

Bagi Yohana, kehadiran dirinya di Solor  sebagai wakil pemerintah pusat secara terus menerus wajib melakukan sosialisasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak  secara menyeluruh.

“saya sudah berdialog dengan ibu-ibu dan anak-anak dan ternyata kekerasan masih cukup tinggi di sini. Saya mengharapkan dengan kehadiran saya, masyarakat mulai sadar bahwa anak dan perempuan di sini harus dilindungi, jelas menteri asal Papua.

Selanjutnya, Menteri yang terlihat tampil sangat bersaja ini mengatakan selain telah melakukan tanya-jawab  dengan sejumlah perempuan Lamakera, hal yang sama juga berlangsung di kalangan pelajar, baik SD maupun SLTP. Dari pengakuan para pelajar diketahui masih ada kekerasan yang terjadi di dalam dunia pendidikkan maupunn keluarga

“Tadi anak-anak juga saya tanya secara langsung mereka mengakui bahwa masih ada kekerasan dalam keluarga termasuk kekerasan di sekolah” tegas Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Menteri yang akrab di sapa mama Hana ini mengharapkan agar hal seru tidak terjadi lagi khususnya dan Flores Timur secara umum.

“Mari kita sama-sama melindungi perempuan dan anak di sini (Lamakera) karena undang-undang sudah ada untuk melindungi mereka,”. kata Mama Hana.

Kenapa Perempuan perlu diberdayakan dan mendapatkan perlindungan Bagi Mama Hana dari rahim perempuan Lamakera terlahir generasi penerus penerus dan calon pemumpin bangsa.

“Perempuan akan menghasilkan generasi masyarakat. Di tempat ini (Lamakera) kita melindungi anak-anak karena anak-anak sebagai generasi pemimpin masa depan,’. sebut Mama Hana berapi-api.

Yohana melanjutkan, soal kekerasan terhadap perempuan dan anak bisa terjadi pada siapa saja. Entah itu keluarga kaya ataupun miskin, di mana ada perempuan dan anak tetapi belum menyadari maka kekerasan tetap terjadi dimana-mana.

Saya menghimbau supaya jangan ada lagi kekerasan kampung ini, kita semua bergandeng tangan memutuskan mata  rantai.

Biasanya kekerasan berjalan “On Going”. Ini sudah merupakan tradisi dari jaman dulu sampai sekarang yang mana masih ada budaya patriakil yang cukup kuat, sehingga banyak perempuan mengalami korban dan itu akan ditiru oleh anak-anak kalau kita tidak putuskan mata rantai tersebut.

“Anak-anak setelah dewasa akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh orang tuanya maupun oleh guru-gurunya di sekolah. Jika ada perempuan dan anak mengalami kekerasan silahkan melapor ke kepolisian terdekat.” tutup Yohana.

Tampil mendampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak berbicara kepada media, Ketua Komisi  VIII DPR RI Dr. Muhammad Ali Taher Parasong SH., MH yang juga putera asli Lamakera

Kami masyarakat mengucapkan terimakasih tak terhingga atas kaehadiran Menteri Yohana di Lamakera-Solor Timur Timur-NTT.

“Kami mengucapkan terimakasih atas atensi diberikan oleh pemerintah pusat yang diwakili ibu Yohana Menteri,”. kata Ketua Komisi VIII

Bagi Taher, tindakan kekerasan yang terjadi selama ini, serta dampak HIV di Flores Timur merupakan indikator-indikator sehingga masyarakat perlu diberdayakan baik berupa aspek kesehatan, aspek sosial, ekonomi dan juga kepastian hukum.

Terimakasih Ibu Menteri yang sudah berada di Lamakera khusunya di Bukit Peradaban. Tidak hanya  berbicara Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan anak Menteri yang  juga didampingi Bupati Flores Timur Antonius Gege Hadjon, ST pada kesempatan tersebut melakukan peletakan batu pertama Pembangunan Komplek Pendidikkan Bukit Peradaban H. Ibrahim Dasi, Yohana juga terlihat menanam sejumlah anakan secara simbolis pada komplek dimaksud.

Kepada Zonalinennews, Muhammad Taher menjelaskan, Bukit Peradaban  ini akan menjadi kompleks yang luar biasa. Akan memadukan sebuah konsep alam, konsep agama dan juga konsep adat di dalamnya untuk membentuk karakter generasi muda masa depan yang inklusif yang cerdas dan religius sehingga nantinya tidak melakukan tindakan-tindakan kekerasan apalagi kekerasan terhadap perempuan dan anak. (*Bonita).