Limbah Medis Rumah Sakit Bisa Jadi Sumber Penyakit “Infeksi Nosokomial”

Fasilitator Keamanan Pangan Sekolah (FKPS) Kota Kupang

Fasilitator Keamanan Pangan Sekolah (FKPS) Kota Kupang

Zonalinenews-Kupang,- Bahaya limbah medis adalah ancaman nyata. Namun sayang, potensi teror limbah medis belum banyak  diketahui masyarakat.

Ditemui zonalinenews di tengah aktifitasnya  memeriksa kesehatan jajanan anak  di MI al-Fitrah Oesapa pada Rabu 06 Desember 2017, Fasilitator Keamanan Pangan Sekolah (FKPS) Kota Kupang Nur Erma Yusnita Daiman. S.KM., menjelaskan bahwa  rumah sakit yang tidak mengelola limbah medis secara benar justru akan menjadi sumber penyakit, atau yang sering disebut dengan  fenomena Infeksi Nosokomial.

Infeksi Nosokomial sendiri adalah infeksi yang berkembang dimana pasien maupun keluarga pasien dapat tertular penyakit di lingkungan rumah sakit karena beberapa faktor.

Diantaranya adalah akibat pengelolaan limbah medis secara serampangan oleh pihak rumah sakit.

” dampaknya sangat besar karena (dalam) limbah medis, microba juga yang ada di situ. Jika pengelolaannya tidak benar maka otomatis akan bersama udara yang mudah membawa microba. Misalnya, kalau limbah itu bersifat Infeksius yang jika terbawa udara, dia akan berpindah ke orang yang sehat,” jelas Nur Erma.

Resiko Infeksi Nosokomial menurutnya akan semakin tinggi kala limbah yang dihasilkan berasal dariruang isolasi, dimana pasien ditempatkan pada ruang tertutup karena besarnya bahaya bagi orangsekitar akibat microba ataupun virus yang ada padanya. Jika limbah yang mengandung virus dan bakteri tersebut tidak tertangani dengan baik maka jelas akan berdampak buruk bagi kesehatan pasien lain maupun orang sehat yang berada di sekitar lingkungan rumah sakit.

Menurut Nur Erma pula, proses pemusnahan limbah dengan cara dibakar layaknya pembakaran sampah pada umumnya juga akan menimbulkan infeksi saluran pernapasan akut atau yang lebih dikenal dengan ISPA. Belum lagi dampak pencemaran air dan lingkungan yang tidak sehat bagi masyarakat.

Oleh karenanya, masyarakat diharapkan untuk sadar potensi bahaya limbah medis ini dan berperan aktif melaporkan kepada pihak berwajib jika didapat adanya penanganan limbah medis oleh rumah sakit secara salah.(*adi)