Lingkaran Awan Pinus Lepembusu Ende Suguhkan View Nilai

Hutan Pinus Gunung Lepembusu di Kecamatan Detukeli

Hutan Pinus Gunung Lepembusu di Kecamatan Detukeli

Zonalinenews, Ende – Wisata Hutan Pinus Gunung Lepembusu di Kecamatan Detukeli, Lio Utara Kabupaten Ende, Flores menjadi pusat perhatian baru masyarakat Kabupaten Ende Flores. Betapa tidak, kawasan yang dikenal dengan sebutan Puncak Kajundara ini selain menampilkan eksotisme panorama unik alamiah, juga menyimpan sejuta mistery, diantaranya sebagai kawasan budaya yang diyakini sebagai hutan hunian burung sakti Gerugiwa.

Pegelaran Olahraga Sepak Bola bergengsi NTT Eltari Cup Tahun 2017 dan Kabupaten Ende sebagai tuan rumah, mengangkat logo burung Gerugiwa sebagai salahsatu mascot yang berpaketan langsung dengan kepahlawanan Marilonga yang juga berasal dari kawasan yang sama, dari Kecamatan Detukeli Ende,  Lio Utara.

Gerugiwa adalah salahsatu species burung satwa yang hidup di gunung Lepembusu Detukeli dan pada tradisi setempat diyakini sebagai nyawa keunikan alam yang ditandai dengan kemerduan suara burung alam yang satu ini. Species Gerugiwa juga diketahui tidak hanya sebagai kiasan belaka, namun Gerugiwa merupakan salahsatu species burung yang memang benar-benar hidup dan nyata di kawasan puncak gunung Lepembusu Kecamatan Detukeli Kabupaten Ende.

Eksotisme wisata Pinus Gunung Lepembusu dan Puncak Kajundara Detukeli memesan parade nilai termasuk sejumlah situs sejarah dan budaya dibalik pesonanya. Balutan awan yang selalu membingkai puncak Kajundara seolah merenda pesona Lepembusu yang melepas rangkaian view menawan bagi siapapun yang berwisata ke tempat wisata alam yang satu ini.

Pantauan media ini tanggal 29 Desember 2017, barisan puluhan sepeda motor beriringan menuju wisata hutan Pinus Lepembusu Kecamatan Detukeli Kabupaten Ende. Meski sejumlah pengunjung baru mengetahui wisata pinus di tempat ini sebagai wisata alam, grafik kunjungan ke puncak Kajundara perlahan meningkat setiap waktunya. Puncak gunung Lepembusu memang menjanjikan sejuta view dan multi nilai. Jika musim hujan tiba,  tempat ini dibungkus awan dan nyanyian satwa alam dari balik padang hijau jutaan tahun yang juga diketahui sebagai kampung halamannya species Gerugiwa.

“Wisata alam di tempat ini menyuguhkan multi nilai termasuk sebagai situs sejarah yang selalu dipertahankan di daerah ini. Data sementara yang berhasil kami kumpulkan dari beberapa pemangku adat tanah wilayah ini, tempat ini juga menyimpan mistery tersendiri, sebab kental dengan sejumlah fakta sejarah dan fakta-fakta budaya lokal”,  ujar salahsatu crew televisi yang juga tengah mengumpulkan sejumlah klip view wisata Pinus Lepembusu.

Pesona alam Lepembusu di Kecamatan Detukeli Kabupaten Ende, Flores menyuguhkan multi kemolekan berbingkaikan view alam luar biasa. Jarak tempuh dari Kota Ende menuju tempat ini sekitar satu setengah jam hingga dua jam perjalanan dengan kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat.  Rute perjalanan dari kota Ende nenuju lokasi wisata ini melalui jalur jalan negara Ende – Maumere, setelah melewati Detusoko,  berlanjut melewati jalur jalan negara Ekoleta,  seterusnya masuk tempat penggalian pasir Wokonio, belok kiri masuk kampung wisata adat Wologai, selanjutnya terus menuju Kecamatan Detukeli hingga puncak Kajundara. Pada titik ini anda disambut leter bertuliskan Selamat Datang di Hutan Pinus Lepembusu, Desa Kebesani Kecamatan Detukeli,  Ende,  Flores.  (*wrn)