Soal Geramnya Bupati, Sekda Flotim Sebut Kelalaian Kabag Pemdes

 

Sekda Antonius Tonce Matutina

Sekda Antonius Tonce Matutina

Zonalinenews.com-Larantuka,- Sekretaris Daerah (Sekda) Flores Timur Antonius Tonce Matutina, BA., SH mengaku kesal  dengan insiden yang terjadi. Tonce menilai hal tersebut sebagai bentuk kelalaian dari Kepala Bagian Pemerintah Desa Fransiskus Fernandez Aikoli, SH. Tonce mengatakan hal tersebut kepada Zonalinenews di ruang kerjannya Jumad 8 Desember 2017.

“itu merupakan kelalaian, dari Kepala Bagian Pemdes,” kata Tonce kecewa.

Menyinggung bahwa “insiden” tersebut merupakan suatu ketidak sengajaan atupun ketidaktahuan Kabag bagian Tonce alasan tersebut sangat tidak bisa diterima.

“Mungkin dia juga tahu atau belum baca? tetap tidak bisa diterima. Tetapi, tahu dan tidak tahu sebagai seorang Kepala Bagian dia Harus Tahu,” Ujar Sekda berapi-api.

Sekda Tonce melanjutkan, dirinya menyetujui apa yang disebut dan dilakukan Bupati (menolak dan meminta ganti snack bukan bahan olahan lokal dengan bahan lokal) sudah semestinya karena telah memilki payung hukum berupa Peraturan Bupati.

“Saya setuju dengan penegasan Pak Bupati. Apa yang dikatakan Beliau (Bupati) sudah diper-Bupkan. Perturan itu tidak hanya untuk dibuat-buat tetapi untuk ditindaklanjuti,” ujar Tonce sengit.

Sebagai atasan langsung ASN, Sekda yang terkenal ramah tetapi jarang menebarkan senyuman ketika hendak didokumnetasikan, menyesali kesalahan yang dilakukan “pembantunya” dan merupakan hal yang tidak bagus.

“Kita pemerintah yang mencanangkan ini, lalu kita sendiri yang melanggar itukan tidak bagus,” sebut Sekda.

Mencermati kejadian “memalukan” tersebut Antonius Tonce Matutina berpesan kepada seluruh ASN dalam lingkup Setda Flotim agar kejadian serupa tidak tidak terulang lagi.

“Ini menjadi preseden buruk dan memalukan bagi dia sendiri dan tentunya bagi yang lain (ASN) agar tidak terjadi lagi khususnya dalam lingkungan Pemerintahan baik tingkat Kabupaten, Kecamatan, maupun desa. Ini merupakan keharusan, selain telah memiliki legalitas dengan produk hukum juga sebagai bentuj dukungan masyarakat Flores Timur terhadap Visi dan Misi Bupati  Flores Timur Antonius Gege Jadjon, ST dan Wakil Bupati Agustinus Payong Boli, SH,” tutup Sekda Tonce.

Dalam Peraturan Bupati Flores Timur Nomor. 61 Tahun 2017  Memutuskan, Menetapkan “Peraturan Bupati Tentang Penganekaragaman Konsumsi Pangan Lokal Di Kabupaten Flores Timur, dimana pada Bab 1 Ketentuan Umum Pasal 1 ayat 7 berbunyi: “Pangan adalah, segala sesuatu yang bersumber hayati produksi pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, perairan dan air, baik yang diolah maupun yang tidak diolah, yang diperuntukan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia termasuk bahan tambahan makanan, bahan baku pangan dan bahan lain yang digunakan dalam peoses penyiapan, pengolahan dan atau pembuatan makanan dan minuman” dan  Bab 1 Pasal 1 ayat 11 berbunyi “Pangan lokal jadi (olahan) adalah pangan lokal yang telah mengalami pengolahan menjadi pangan siap konsumsi”.

Selain memaknai  secara benar apa yang tersurat maupun tersirat pada Perbub tersebut secara tidak langsung Duet Anton-Agus tengah melakukan penghematan anggaran.

Hingga berita ini dipublikasikan Kabag Pemdes Flotim  belum memberikan klarifikasinya . Zonalinenws akan berupaya  meghubungi Kabag Pemdes  untuk  mengkalrifikasi soal snack  yang disajikan bukan pangan local sehingga Bupati geram. (*Binyta)